slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Catatan Sekam

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Mashudi by Mashudi
15-06-2026 07:42:24
in Catatan Sekam
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Catatan Sekam

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Saya termasuk orang yang tidak gampang percaya pada hasil latihan. Berlatih itu penting. Tapi suasana latihan sering terlalu ramah. Semua bisa terlihat siap.

Senyum masih mudah. Gerak masih teratur. Kalimat masih rapi. Semua seperti berjalan sesuai arahan. Mirip orang yang lulus ujian SIM lewat mesin simulator. Di layar, ia bisa belok, berhenti, dan menghindar. Semua terasa bisa dikendalikan.

Baca Juga :

Mas Amin dan Rasa Kopi

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Jalan raya tidak begitu. Di jalan raya ada klakson, kendaraan yang tiba-tiba memotong, orang yang tidak sabar, lubang yang datang tanpa aba-aba, ada yang sein kanan belok kiri, dan keputusan yang harus diambil cepat.

Di situlah kemampuan sebenarnya terlihat.

Karena itu, saya tidak ingin tim Satu Asa Coffee terlalu lama merasa siap hanya karena sudah mengikuti training dan simulasi. Mereka memang sudah belajar. Sudah mencoba. Sudah tahu alur pelayanan. Tapi saya belum mau menyebut mereka siap sebelum bertemu tamu yang sebenarnya.

Dari aplikasi, saya tahu pesanan masuk deras. Tapi aplikasi tidak menunjukkan wajah orang yang menunggu terlalu lama. Tidak menunjukkan kasir yang mulai kewalahan, barista yang menjaga rasa di tengah antrean, atau pelayan yang mondar-mandir memastikan pesanan tidak tertukar.

Di hari soft opening, semua yang disiapkan mulai bertemu kenyataan.

Awalnya masih terkendali. Beberapa tamu datang. Ada yang memilih tempat duduk. Ada yang menggeser kursi untuk temannya yang masih di perjalanan. Ada yang melihat menu. Ada yang bertanya soal minuman. Kasir masih bisa menjawab pelan. Barista masih bisa membuat pesanan satu per satu. Tim pelayanan masih sempat saling memberi kode.

Lalu suasana berubah. Orang datang lebih banyak dari perkiraan. Meja cepat terisi. Area depan mulai padat. Kursi cadangan dikeluarkan. Pesanan masuk bertubi-tubi. Belum selesai satu pertanyaan dijawab, pertanyaan lain datang. Ada yang bertanya pesanannya. Ada yang mulai gelisah. Ada yang berdiri terlalu dekat dengan meja pelayanan karena ingin segera dilayani.

Di situ persiapan yang rapi mulai berhadapan dengan kenyataan yang tidak sesuai dengan saat latihan.

Senyum yang saat simulasi mudah muncul, tiba-tiba tidak sesederhana itu. Bukan karena tidak mau ramah. Tapi karena kepala sudah penuh. Mata melihat daftar pesanan. Tangan bergerak. Telinga menangkap suara konsumen. Mulut tetap harus menjawab dengan baik.

Di balik meja bar, gelas mulai berjejer. Es belum selesai disiapkan, pesanan baru sudah masuk. Kopi dibuat, susu dituang, nama pesanan dipastikan lagi agar tidak salah meja. Satu gelas keluar, gelas lain sudah menunggu. Ada yang bertanya kenapa lama. Ada yang minta minumannya segera. Ada yang mungkin lupa bahwa kopi tidak keluar dari mesin sulap.

Di situ terlihat bedanya membuat kopi saat tenang dan saat antrean memanjang. Terlalu cepat, rasa bisa berantakan. Terlalu hati-hati, orang makin lama menunggu.

Masalahnya, tim ini memang masih baru.

Sebagian baru mengenal ritme kerja kafe. Mereka sudah ditraining. Sudah simulasi. Tapi baru hari itu mereka merasakan bagaimana bekerja ketika pesanan datang bersamaan, konsumen menunggu di depan mata, dan waktu seperti berjalan lebih cepat dari biasanya.

Saya melihat ada yang gugup. Ada yang kehilangan ritme. Ada yang harus diarahkan lagi. Ada yang bolak-balik memastikan pesanan. Ada yang ingin cepat, tapi justru makin hati-hati karena takut salah.

Untuk tim yang baru pertama kali menghadapi gelombang seperti itu, gugup adalah hal yang manusiawi. Yang tidak boleh adalah menjadikannya alasan untuk berhenti belajar.

Saya juga tidak ingin mencari pembenaran. Kalau ada yang menunggu terlalu lama, itu tetap catatan. Kalau ada pesanan yang terlambat, itu tetap kesalahan layanan. Kalau ada konsumen yang pulang sebelum semua pesanannya datang, itu pukulan bagi kami. Tidak perlu ditutup-tutupi. Justru dari situ kami tahu bagian mana yang harus diperbaiki.

Setelah hari itu, catatan kami banyak. Kasir harus punya tanda yang lebih jelas. Barista tidak boleh menebak pesanan. Pelayan harus tahu mana yang sudah keluar dan mana yang masih tertahan. Jumlah orang juga harus kami hitung ulang. Ternyata ramai tidak cukup dihadapi dengan semangat saja.

Dari awal saya tahu, soft opening bukan hari untuk terlihat sempurna. Soft opening membuat kami melihat diri sendiri tanpa hiasan. Yang kuat terlihat. Yang lemah juga ketahuan.

Sabtu malam kemarin, semua itu terlihat jelas di Satu Asa Coffee. Tim terbatas. Pesanan banyak. Konsumen menunggu. Barista dikejar waktu. Pelayan terus bergerak. Kasir tetap harus ramah, meski antrean belum habis.

Ada yang sabar. Ada yang memberi semangat. Ada yang memaklumi. Tapi ada juga yang kecewa. Dan itu hak mereka. Konsumen datang bukan untuk mendengar alasan. Konsumen datang untuk mendapat pengalaman yang baik.

Namun di balik antrean yang lama itu, ada hal yang membuat kami lega. Banyak konsumen tetap memberi pengakuan pada rasa kopinya. Ada yang sempat kecewa karena menunggu. Tapi setelah
kopinya datang dan dicicipi, komentarnya membuat kami sedikit bernapas lega: kopinya enak. Banyak yang bilang ingin datang lagi.

Bagi kami, itu bukan alasan untuk membela pelayanan yang belum rapi. Justru itu menjadi pengingat. Kalau rasa sudah membuat orang ingin kembali, maka pelayanan harus segera diperbaiki.

Jangan sampai rasa yang sudah diterima baik kalah oleh antrean yang belum tertata.

Hari pertama itu memberi banyak pelajaran: dari keringat, gugup, antrean panjang, pesanan yang terlambat, sampai wajah-wajah yang menunggu.

Semua itu tidak muncul saat simulasi. Satu Asa Coffee baru memulai perjalanan. Langkah pertamanya belum sempurna. Masih banyak yang harus diperbaiki. Tetapi setidaknya kami sudah tahu medan yang harus dihadapi.

Hari pertama itu belum membuat kami merasa hebat. Tapi membuat kami tahu bagian mana yang harus dikuatkan. Bagi saya, itu awal yang lebih jujur. Kekuatan ternyata bukan sesuatu yang cukup dikatakan. Ia harus bertemu kenyataan, lalu diperbaiki dari sana. (*)

Tags: Catatan Sekam
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Belum Urus SLHS, 35 SPPG di Kabupaten Serang Belum Beroperasi

Next Post

Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Related Posts

Momentum Gerakan Kurangi Plastik
Catatan Sekam

Mas Amin dan Rasa Kopi

by Mashudi
Kamis, 11 Juni 2026 07:37

Biasanya, yang mudah menyatukan orang adalah kesulitan. Orang merasa senasib. Merasa punya luka yang sama. Merasa ada keadaan yang sama-sama...

Read moreDetails

Saya Kalah oleh Panitia

Ketika Kejatuhan Dirayakan

Setelah Upacara Selesai

Belajar dari Panitia Kurban

Dari Pasar Senen ke Pasar Modal

Reformasi dan Suara Motor Kurir

Panas Tinggi Itu Ternyata Neuroblastoma

Petani Futuristik

Kehilangan Teman Naik Gunung

Next Post
Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat "Worth It" dengan Manfaatnya

Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

Senin, 15 Juni 2026 09:06
Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

Senin, 15 Juni 2026 08:52
Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Senin, 15 Juni 2026 08:33
Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Senin, 15 Juni 2026 08:24
Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Senin, 15 Juni 2026 08:05
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Senin, 15 Juni 2026 07:42
10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

Senin, 15 Juni 2026 09:06
Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

Senin, 15 Juni 2026 08:52
Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Kabur Usai Tewaskan Tokoh Pramuka, Polresta Tangerang Tahan Sopir Truk Fuso

Senin, 15 Juni 2026 08:33
Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Pemkab Serang Pasang Internet Gratis di 40 Titik

Senin, 15 Juni 2026 08:24
Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Peserta dari Anyer Ini Anggap Besaran Iuran BPJS Kesehatan Sangat “Worth It” dengan Manfaatnya

Senin, 15 Juni 2026 08:05
Momentum Gerakan Kurangi Plastik

Hari Pertama yang Tidak Mudah

Senin, 15 Juni 2026 07:42

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

10 SPPG di Lebak Tidak Beroperasi, Penyaluran Menu MBG Dihentikan Sementara

by Nurabidin
Senin, 15 Juni 2026 09:06

Ketua Koordinator BGN Kabupaten Lebak, Asep Royani.

Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

Dua Pencuri Kambing di Binuang Ditangkap Warga, Sempat Kabur Pake Motor

by Fahmi
Senin, 15 Juni 2026 08:52

Ilustrasi warga mengejar pencuri kambing di Kecamatan Binuang, Kabupaten Serang.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak