RANGKASBITUNG – Perbaikan Jembatan Bojong Apus di Kampung Kedung, Desa Sukamekarsari, Kecamatan Kalanganyar, dinilai asal jadi. Jalan beton yang terhubung pada badan jembatan mulai diperbaiki oleh PT Amarta Karya (Amka), Sabtu (21/5), tetapi kini telah retak.
Pantauan Radar Banten, Senin (30/5), lapisan jalan sepanjang 20 meter yang terhubung pada badan Jembatan Bojong Apus tidak lagi hotmix. PT Amka selaku pelaksana proyek pembangunan jembatan ini menggantinya dengan lapisan beton lantaran lapisan hotmix ambles sekira 0,5 meter.
PT Amka selaku pelaksana proyek pembangunan Jembatan Bojong Apus memang telah merampungkan perbaikan dan belum mengizinkan kendaraan roda empat melintasi jembatan. Oleh karenanya, pelaksana proyek APBN 2015 itu memasang tiang besi di bawah portal jembatan. Jembatan Bojong Apus baru bisa dilalui sepeda motor. Kendati demikian, fondasi jembatan, lapisan beton yang baru diperbaiki itu sudah retak-retak.
Menurut Ahyar, warga Kampung Kedung, perbaikan Jembatan Bojong Apus telah dirampungkan oleh PT Amka beberapa hari lalu. Namun, masyarakat kecewa. Kualitas jalan beton yang terhubung pada badan jembatan dianggap tidak bagus. Keretakan berpotensi melebar.
“Hasil perbaikan jembatan enggak akan bertahan lama. Beberapa bulan ke depan, jalan itu pasti akan rusak lagi,” nilai Ahyar.
Masyarakat Kedung, lanjutnya, berharap agar PT Amka kembali memperbaikinya karena masih masa pemeliharaan. Ahyar tidak ingin, jembatan senilai Rp4,2 miliar dan baru diresmikan oleh Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) Puan Maharani, 17 Februari 2016, itu kembali rusak dan tidak bisa dinikmati masyarakat.
“Kalau jembatan tersebut rusak atau putus, akan membuat citra buruk bagi pemerintah khususnya Ibu Menteri (Puan Maharani-red),” tegas Ahyar.
Kepala Desa Sukamekarsari Abdur Rahman membenarkan hasil perbaikan Jembatan Bojong Apus kembali rusak. Dia menilai, pengerjaannya belum maksimal.
Hal itu, diakuinya, membuat masyarakat resah. Masyarakat menganggapnya sebagai proyek gagal. “Saya akan melaporkannya kembali kepada pemerintah supaya diperbaiki lagi,” tandas Abdur Rahman. (Mastur/Radar Banten)









