SERANG – Partai Persatuan Pembangunan (PPP) memberikan sinyal akan merapat ke PDI Perjuangan. Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPP PPP Muhamad Mardiono mengatakan, intens berkomunikasi dengan PDI Perjuangan, Partai Demokrat dan Partai NasDem. “Tapi yang lebih intens dengan PDI P,” katanya kepada Radar Banten, Kamis (26/7).
Namun, sejauh ini pihaknya mengaku, belum final menentukan koalisi dan bakal calon yang akan diusung. Pihaknya baru akan memastikan setelah proses fit and proper test dan hasil survei selesai dilaksanakan. “Dua minggu sebelum mendaftar kita akan mendeklarasikan, tapi yang pasti PPP punya calon,” katanya.
Ia mengatakan, survei secara nasional tengah berlangsung hingga akhir bulan ini. Termasuk survei untuk penentuan bakal calon gubernur. “Belum ada hasilnya, Insyaallah awal bulan setelah hasil survei dipresentasikan akhir bulan ini. Dari situ kita akan rapatkan, dan minggu sudah ada gambaran meski belum fix,” katanya.
Selain nama-nama yang sudah mendaftarkan dalam penjaringan PPP, Mardiono menyebut bakal calon petahana Rano Karno dan Ketua Mahkamah DPP PPP Taufiequrachman Ruki juga masuk dalam tokoh yang disurvei. “Semua nama yang muncul kita survei, ada Pak Rano, Pak Dimyati, dan semua tokoh kita. Kalau internal ada Bu Muflihah, saya, dan Pak Taufik,” katanya.
Seperti diketahui, Rano Karno dan Taufiequrachman Ruki tidak ikut mendaftarkan diri dalam penjaringan yang dilakukan DPW PPP. Dari penjaringan bakal calon yang dilakukan partai berlambang Kakbah ini, hanya ada tujuh tokoh yang mendaftar. Yakni, anggota DPR RI dari Fraksi Golkar Andika Hazrumy, mantan Walikota Tangerang Wahidin Halim (WH), mantan Bupati Lebak Mulyadi Jayabaya, dan Mardiono sebagai bakal calon gubenur.
Lalu, mantan Bupati Serang Ahmad Taufik Nuriman (ATN), Kepala Badan Intelijen Daerah (Kabinda) Maluku Utara Eden Gunawan, Plt Ketua DPD Partai Demokrat Banten Aeng Haerudin yang mendaftar sebagai bakal calon wakil gubenur.
Ketua DPW PPP Banten Agus Setiawan membenarkan jika Taufiequrachman Ruki masuk dalam daftar nama tokoh yang disurvei PPP. “DPP sedang melakukan survei, termasuk untuk kader internal seperti Pak Taufik dan Pak Mardiono, kan yang kita survei yang tidak pernah ada di baliho,” katanya.
Mengenai koalisi, Agus mengatakan terbuka dengan semua parpol. Kata dia, konstelasi politik di tingkat pusat tidak menutup kemungkinan menjadi salah satu pertimbangan pembentukan koalisi di Pilgub Banten. “Tadinya kita ingin koalisi partai yang berbasis Islam, tapi ternyata itu tidak mudah sehingga kemungkinan koalisi terbuka. Tapi, koalisi di pemerintah itu salah satu referensi, dan tidak bisa kita kesampingkan,” katanya. (Deni S/Radar Banten)











