MUSISI Gerald Situmorang akhirnya mengumumkan perilisan album solonya dengan judul Solitude. Bassist band Barasuara itu mengaku sangat senang proyek idealismenya sebagai gitaris bisa dipasarkan.
Tidak hanya itu, dia juga senang catatan bagus album tersebut yang sukses berada di peringkat teratas dalam kategori Top Albums di iTunes Indonesia.
“Senang soalnya respons yang datang sangat positif dari keluarga, teman, rekan musisi dan juga mereka yang komentar di berbagai media sosial,” kata Gerald Situmorang kepada JawaPos.com, Rabu (7/9).
“Mulai banyak yang menanyakan album fisik, tapi yang pasti akan saya hadirkan dalam waktu dekat ini,” sambungnya.
Album Solitude merangkum 12 lagu yang semuanya didedikasikan untuk sebuah ruangan yang memiliki ikatan emosional untuk musisi 27 tahun ini. Proyek musik ini juga tercetus ketika Gerald mengetahui dirinya kehilangan sebuah tempat yang begitu memiliki pengaruh besar baginya.
Tempat itu yakni sebuah studio yang memberikan banyak inspirasi dalam bermusik. Studio itu terletak dalam rumah Marco Steffiano yang merupakan drummer Barasuara, yang akan pindah rumah.
“Semua proyek musik saya lahir dari ruangan itu dan entah mengapa aura, reverb dan sound yang dihasilkan ruangan itu selalu membuat saya pribadi merasa ada keunikan tersendiri,” jelas Gerald.
Album perdana Gerald Situmorang, Solitude sudah bisa dinikmati dan dimiliki dalam format digital melalui iTunes Store, Apple Music, Spotify, dan lainnya mulai hari Rabu (7/9).
GeSit, sapaanya, lahir di Jakarta pada 31 Mei 1989 lalu. Dia mulai bermain gitar sejak usia 13 tahun. Awalnya, dia belajar di bawah naungan Armstrong Pitoi dari New Breeze selama tiga tahun, kemudian bersama Nikita Dompas selama satu tahun.
Sejauh ini, Gerald sudah terlibat dalam beragam proyek musik seperti Sketsa, Hemiola Quartet, Monita Tahalea & The Nightingales, Gerald Situmorang Trio, hingga Barasuara. (ded/JPG)








