• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Travel Pariwisata

Fam Tripers Thailand Terkagum dengan Cerita ‘Dinosaurus’ Asli Indonesia

Redaksi by Redaksi
Kamis, 8 September 2016 08:11
in Pariwisata, Travel
Fam Tripers Thailand Terkagum dengan Cerita ‘Dinosaurus’ Asli Indonesia

LABUAN BAJO – Peserta program Diving Fam Trip-Thailand Operators And Media 2016 di Labuan Bajo, Nusa Tenggaran Timur (NTT) mulai 4 -10 September 2016 itu heran seribu heran. Masih ada “dinosaurus” yang masih bertahan hidup di Pulau Rinca, Pulau Komodo dan Pulau Padar. Kisah unik seputar kebiasaan hidup monster yang disebut Komodo itu betul-betul mengagumkan para peserta jalan-jalan itu. “Memang harus diakui, Komodo itu satu-satunya di dunia, hanya ada di Indonesia,” kata Arief Yahya, Menteri Pariwisata RI.

Menpar Arief tidak bermaksud sombong, soal natural resourches dan keunikan langka itu. Di Indonesia yang berjajar 17.000 pulau saja, hanya ada tiga pulau di atas yang masih menjadi habitat ideal komodo. Kadal raksasa ini bisa berenang, di air tawar dan air laut. Tetapi, dia tidak mau berlari-lari dari ekosistemnya di Komodo. “Saya yakin itu peserta fam trip sangat exciting, menyaksikan dengan mata kepala sendiri hewan purba yang masih hidup dan berdampingan dengan masyarakat,” ungkap Arief Yahya.

RelatedPosts

Wisata di Anyer Cinangka

Status GAK Turun, Bupati Serang Harap Wisata Anyer Cinangka Kembali Bangkit

Rabu, 23 September 2026 11:35
Pantai Carita aman dikunjungi

Status Anak Krakatau Turun, DPRD Pandeglang Dorong Wisata Carita Bangkit

Rabu, 23 September 2026 11:09
Gunung Anak Krakatau

Status Gunung Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, Pariwisata Banten Dapat Angin Segar

Rabu, 23 September 2026 07:04
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau

Pariwisata Banten Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Siapkan Strategi Pemulihan

Rabu, 16 September 2026 10:57

Peserta program Diving Fam Trip-Thailand Operators And Media 2016 ini pesertanya dari Thailand. Media menyempatkan diri mengunjungi dan melakukan trekking ke Pulau Rinca, dan tidak ke Pulau Komodo untuk melihat langsung Komodo. “Saya pernah trekking sampai ke atas bukit itu, dan pemandangannya wow banget,” kata Arief Yahya.

Untuk sampai di Loh Buaya atau Teluk Buaya yang menjadi pintu masuk Pulau Rinca, dengan kapal motor rombongan hanya membutuhkan waktu 45 menit perjalanan dari Labuan Bajo. Sekitar pukul 09.00 WITA, ketika turun ke dermaga, rombongan langsung disambut dua patung Komodo setinggi kurang lebih 3 meter. Itu sebagai tanda telah masuk kawasan Pulau Rinca yang menjadi habitat asli Komodo.

Beberapa puluh meter setelah melewati pintu gerbang, rombongan seperti sedang berada di gurun savama. Kesannya memang tandus dan gersang, tapi sangat indah sekali. Karena Pulau Rinca memiliki hamparan alam yang sangat menakjubkan.

Setelah berjalan kurang lebih 500 meter dari pintu gerbang, rombongan langsung disambut satu Komodo kecil yang ada di pinggir jalan belakang rumah petugas penjaga Pulau Rinca.

Kurang lebih 20 langkah kaki kemudian, rombongan juga disambut enam Komodo besar. “Wow luar biasa…itu komodo banyak dan besar sekali,” ungkap salah seorang Diving Fam Trip dari Thailand.

Petugas yang mendamping yang biasa disebut Ranger langsung memperingatkan supaya berhati-hati dan waspada. Sebab, Komodo bisa saja langsung menyerang. Apalagi kalau sedang lapar. Namun demikian, dengan didampingi 4 orang Ranger, rombongan bisa melihat dan memotret Komodo sepuasnya.

Tidak puas sampai di situ, rombongan pun melanjutkan trekking. Dalam perjalanan Ranger sempat menunjukkan sarang Komodo, yang digunakan untuk kawin dan bertelur. Disitu terlihat Komodo ternyata membuat goa kecil kalau mengerami telurnya.

Di Pulau Rinca ternyata tidak hanya ada Komodo. Tetapi juga ada beberapa jenis hewan lainnya. Seperti rusa, kera ekor panjang, kerbau dan berbagai jenis burung. Sehingga berkunjung ke Pulau Rinca memang sangat menakjubkan sekali.

Bahkan ketika sampai puncak trekking, kita akan bisa melihat dengan jelas hamparan padang savana dan lautan yang sangat indah sekali. Bahkan sepertinya kita sedang melihat sebuah studio foto dengan pemandangan yang sangat indah sekali.

Sementara itu data Balai Taman Nasional Komodo (BTNK) penyebaran Biawak Komodo (Varanus komodensis) terakhir ditemukan di lima pulau yang masuk kawasan Taman Nasional Komodo (TNK) di Kabupaten Manggarai, Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain Pulau Komodo, Biawak Komodo juga ada di Pulau Rinca, Gili Motang, Nusa Kode dan Pulau Padar.

Dari lima pulau tersebut, populasi Komodo paling banyak di Pulau Rinca. Pulau yang luasnya 19 ribu hektar tersebut memiliki populasi 2.318 ekor komodo. Jumlah tersebut lebih banyak bila dibandingkan dengan populasi di Pulau Komodo yang hanya 2.126 ekor. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Ultah Anak, Krisdayanti Minta Persetujuan Suami

Next Post

Jadi Masterpiece Apple, Ini 10 Kehebatan iPhone 7

Next Post
Jadi Masterpiece Apple, Ini 10 Kehebatan iPhone 7

Jadi Masterpiece Apple, Ini 10 Kehebatan iPhone 7

Pelantikan ASN Pemprov Banten

Sekda Banten Lantik 16 Pejabat Fungsional, Berikut Daftarnya

Selasa, 29 September 2026 13:05
Penggunaan BBM

Polda Banten Gerebek Tempat yang Diduga Jadi Tempat Penimbunan BBM di Cilegon

Selasa, 29 September 2026 10:22
alan Tol Serang-Panimbang, Ruas Tol Rangkasbitung-Cileles

Konektivitas Banten Selatan Makin Dekat, Tol Rangkasbitung–Cileles Masuk Uji Laik Fungsi dan Operasi

Senin, 28 September 2026 19:56
konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A

Pembangunan Konstruksi Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 3A Ditargetkan Rampung November 2026

Senin, 28 September 2026 14:28
dua PNS di lebak dikenakan indispiliner

Dua PNS Pemkab Lebak Indisipliner, Satu Dipecat

Selasa, 29 September 2026 16:37
2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

2 ASN Dipecat dan 7 Lainnya Disanksi, Kepala BKD Banten: Pimpinan OPD Punya Tanggung Jawab

Senin, 28 September 2026 11:18
Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Pandeglang Berduka, Politisi Muda Demokrat Agus Bustomi Meninggal Dunia

Senin, 28 September 2026 21:40

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

318 Koperasi Merah Putih di Banten Diverifikasi dan Divalidasi

by Fahmi
Rabu, 30 September 2026 07:41
0

Kepala Dinas Koperasi dan UKM (Dinkop UKM) Provinsi Banten, Agus Mintono.

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

Kapal Mati Mesin di Perairan Anyer, Tiga Nelayan Dievakuasi Tim SAR Banten

by Yusuf Permana
Rabu, 30 September 2026 07:36
0

Tim SAR melakukan evakuasi terhadap awak kapal yang mengalami mati mesin di Perairan Anyer, Kabupaten Serang, Rabu, 30 September 2026....

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.