slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (2)

Redaksi by Redaksi
14-09-2016 11:36:35
in Berita Utama, Featured, Sosial Budaya
Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (2)
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Masyarakat Kasepuhan Banten Kidul sangat patuh dan taat kepada ketua adat. Bagi mereka, ketua adat adalah representasi leluhur. Perannya sangat sentral sebagai penentu segala urusan warga.

KETUA ADAT PENENTU SEGALA URUSAN WARGA

LEBAK – Sebagai bagian Kasepuhan Banten Kidul, warga Desa Cisungsang benar-benar tunduk dan patuh pada semua perkataan ketua adat. Mulai dari urusan hajatan hingga bercocok tanam.

Baca Juga :

Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (3-Habis)

Dilarang Jual Beras, Wajib Punya Leuit

Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (1)

Warga di sana hidup dengan tiga hukum sekaligus; hukum adat, agama, dan negara. Namun, dari semuanya itu, hukum adat lebih utama sebagai panduan menjalankan kehidupan sehari-hari. “Termasuk dalam urusan bercocok tanam yang merupakan mata pencaharian pokok masyarakat kasepuhan,” kata  Henri Hatra Wijaya, Sekretaris Adat Kasepuhan Cisungsang kepada Radar Banten, Sabtu (10/9) pekan lalu.

Juga, setiap warga yang memiliki gawe hajat, selalu melakukan konsultasi dengan ketua adat. Dalam istilah mereka disebut carita-carita. Sebuah tradisi menyampaikan suatu kepentingan kepada ketua adat melalui tradisi lisan atau bertutur.

Bukan cuma urusan pertanian, ketua adat juga yang menentukan kapan digelar upacara adat seperti seren taun, opat belas (ritual adat bulan purnama), muludan (Maulid Nabi). Termasuk urusan pribadi masyarakat seperti pernikahan, penentuan hari baik pernikahan, posisi baik pelaminan, dan lain-lain. Bahkan warga Cisungsang yang akan merantau, juga wajib meminta petunjuk ketua adat.

Mereka sangat percaya, semua itu dilakukan agar didoakan ketua adat dan tidak salah melangkah dalam menentukan pilihan. “Ini cara kami membangun komunikasi antara masyarakat dengan ketua adat atau orang tua leluhur. Tradisi ini sudah dijalankan secara turun-temurun,” kata pria yang akrab disapa Abah Henri itu.

Menurut Abah Henri secara berurutan, Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang dimulai dari era kepemimpinan Mbah Buyut atau Mbah Ruman yang konon hidup selama 350 tahun. Selanjutnya, generasi kedua ketua adat dipimpin Uyut Sakrim (250 tahun), ketiga Olot Sardani (126 tahun). Dan generasi keempat Abah Usep Suyatma yang kini berusia 47 tahun.

ERA ABAH USEP

Sebelum dipimpin Abah Usep, Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang dijabat Olot Naedi yang merupakan adik Olot Sardani. Olot Naedi menjabat lima tahun saja. Soalnya, Olot Naedi saat itu hanya menjadi Pelaksana Tugas (Plt) Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang. “Sebab, Abah Usep yang sudah mendapat wangsit saat itu masih remaja  dan belum menikah. Waktu itu Abah Usep masih menjalani pendidikan di salah satu SMA di Rangkasbitung,” tutur Erwan Hermawan, pegawai Adat Kasepuhan Cisungsang.

Namun, lanjut Erwan, meski sudah mendapat wangsit, Abah Usep remaja belum dapat memegang tampuk kepemimpinan Adat Kasepuhan Cisungsang. “Namanya juga remaja yang belum menikah, jiwanya masih labil. Setelah Abah Usep menikah, baru Ketua Adat Kasepuhan sepenuhnya diserahkan,” katanya.

Menurut Erwan, masyarakat Adat Kasepuhan Cisungsang tidak mengenal sistem pemilihan ketua adat. “Kami tidak mengenal ketua adat dipilih masyarakat. Jadi Abah itu orang yang terpilih, bukan dipilih,” kata pria yang akrab disapa Kang Ewang ini.

Peran sentral Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang juga mengikat kasepuhan lain yang masih di bawah naungannya. Misalnya, Kasepuhan Cisitu yang dipimpin Ki Edis sebagai tutunggul lembur atau keluarga Kasepuhan Cisungsang.

“Masyarakat Cisitu konsultasinya ke saya. Nanti, akan saya sampaikan lagi ke Abah Usep. Karena kita bagian dari Kasepuhan Cisungsang, jadi Abah Usep yang menentukan,” ujar Ki Edis ditemani pendamping Kasepuhan Cisitu Ki Deden.

Sebagai Ketua Adat Kasepuhan Cisungsang dalam menjalankan tugas, Abah Usep dibantu beberapa orang yang punya tugasnya masing-masing. Struktur tersebut yakni, baris kolot atau rendangan (tokoh yang dituakan pada keluarga masyarakat adat), dan dukun (bertanggung jawab urusan kesehatan, ritual pertanian).

Lalu, paraji (menangani urusan kehamilan dan melahirkan), amil (urusan pernikahan, kematian, dan keagamaan lainnya), ulu-ulu (urusan perairan sawah), bengkong (urusan khitanan), dan panei (bertanggung jawab atas urusan perkakas pertanian).

“Rendangan itu tokoh yang dituakan pada kelompok masyarakat atau sesepuhan (keluarga). Tugasnya menjadi perwakilan masyarakat ketika menghadap Abah. Biasanya diturunkan kepada anak laki-laki tertua secara turun-temurun,” kata Ki Edis. (Supriyono-Wahyu S/Radar Banten)

Tags: Kasepuhan Banten Kidul
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Pilgub 2017: Pekan Ini, Wakil Rano Ditetapkan

Next Post

Soal Tugas di Pemkot Serang, Jangan Diskriminatif terhadap Perempuan

Related Posts

Kasepuhan Banten Kidul
Berita Utama

Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (3-Habis)

by Redaksi
Kamis, 15 September 2016 11:07

Masyarakat adat Kasepuhan Banten Kidul juga punya tradisi sendiri dalam prosesi pernikahan. Mereka masih memegang teguh aturan para leluhur. Apa...

Read moreDetails

Dilarang Jual Beras, Wajib Punya Leuit

Menelusuri Jejak Sakral Kasepuhan Banten Kidul (1)

Next Post
Soal Tugas di Pemkot Serang, Jangan Diskriminatif terhadap Perempuan

Soal Tugas di Pemkot Serang, Jangan Diskriminatif terhadap Perempuan

Net. ILUSTRASI

56 Anak di Kota Serang Terkena Gizi Buruk

Duh, Anak di Bawah Umur Sudah Berani Mencuri

Duh, Anak di Bawah Umur Sudah Berani Mencuri

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Minta Jatah Pengamanan di Kramatwatu, Oknum Ormas Ancam Kontraktor dengan Senjata Api

Rabu, 29 April 2026 07:43

Disperindag Kabupaten Tangerang Buka Warung Tekan Inflasi di Dua Lokasi

Rabu, 29 April 2026 07:39

Realisasi Pajak Catering di Kecamatan Cisauk dan Pagedangan Tangerang Anjlok

Rabu, 29 April 2026 07:37
RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

Selasa, 28 April 2026 19:40
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 April 2026 18:28
Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Selasa, 28 April 2026 18:09

Minta Jatah Pengamanan di Kramatwatu, Oknum Ormas Ancam Kontraktor dengan Senjata Api

Rabu, 29 April 2026 07:43

Disperindag Kabupaten Tangerang Buka Warung Tekan Inflasi di Dua Lokasi

Rabu, 29 April 2026 07:39

Realisasi Pajak Catering di Kecamatan Cisauk dan Pagedangan Tangerang Anjlok

Rabu, 29 April 2026 07:37
RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

RUPST bank bjb Sepakat Tebar Dividen sebesar Rp 900 miliar

Selasa, 28 April 2026 19:40
Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Genjot Target E20, Pertamina Perkuat Kolaborasi Pengembangan Bioetanol Domestik

Selasa, 28 April 2026 18:28
Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Dinilai Tidak Transparan Gunakan Dana Desa Rp14 Juta, Pelatihan KDMP di Pandeglang Ricuh

Selasa, 28 April 2026 18:09

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Minta Jatah Pengamanan di Kramatwatu, Oknum Ormas Ancam Kontraktor dengan Senjata Api

by Fahmi
Rabu, 29 April 2026 07:43

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - JH (28) warga Terate, Kecamatan Kramatwatu, Kabupaten Serang ditangkap petugas Reskrim Polsek Kramatwatu. Oknum organisasi masyarakat (ormas)...

Disperindag Kabupaten Tangerang Buka Warung Tekan Inflasi di Dua Lokasi

by Mulyadi
Rabu, 29 April 2026 07:39

KABUPATEN TANGERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah Kabupaten Tangerang melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) meluncurkan program Warteksi (Warung Tekan Inflasi) Gemilang...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak