• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Travel Pariwisata

Menpar Arief Yahya Sarankan Aceh Ikuti Standar GMTI

Redaksi by Redaksi
Selasa, 20 September 2016 10:46
in Pariwisata, Travel
Menpar Luncurkan Dashboard M-17 dan TXI Digital Market Place

BANDA ACEH – Lalu langkah teknis apa yang harus dijalankan Aceh? Untuk mewujudkan mimpi menjadi destinasi wisata halal kelas dunia? Yang bisa mendownload devisa yang besar?  Menyerap tenaga kerja dan mengikis angka pengangguran? Dan menaikkan PDB? “Jika ingin menjadi pemain dunia, gunakan standar global,” saran Menpar Arief Yahya di Rakor Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Aceh di Hotel Hermes, Banda Aceh, 19 September 2016 itu.

Teknisnya? Ikuti standar yang sudah dibuat secara universal oleh GMTI – Global Moslem Travel Index. Seperti halnya, Kemenpar selalu mengkalibrasi dengan standar World Tour and Travel Index (WTTI) yang dibuat oleh World Economic Forum (WEF) dengan 14 pilar itu. “Standar global itu bisa membandingkan posisi kita, berada di mana? Diantara Negara-negara rival, seperti Malaysia, Singapore, Thailand, Turki, UAE, yang sukses dengan destinasi halalnya. Kelemahan dan kelebihan kita ada di mana? Kita bisa menentukan dengan cepat titik mana yang urgent disentuh? Dan bisa memenangkan pertarungan,” kata Arief Yahya yang menyebutkan saat ini Indonesia masih terbawah di antara negara-negara di atas.

RelatedPosts

Wisata di Anyer Cinangka

Status GAK Turun, Bupati Serang Harap Wisata Anyer Cinangka Kembali Bangkit

Rabu, 23 September 2026 11:35
Pantai Carita aman dikunjungi

Status Anak Krakatau Turun, DPRD Pandeglang Dorong Wisata Carita Bangkit

Rabu, 23 September 2026 11:09
Gunung Anak Krakatau

Status Gunung Anak Krakatau Turun Jadi Waspada, Pariwisata Banten Dapat Angin Segar

Rabu, 23 September 2026 07:04
Dampak erupsi Gunung Anak Krakatau

Pariwisata Banten Terdampak Erupsi Gunung Anak Krakatau, Pemprov Siapkan Strategi Pemulihan

Rabu, 16 September 2026 10:57

Arief Yahya mengungkapkan salah satu kelemahan, dan mungkin sekaligus kelebihan Aceh adalah halal itu sendiri. Karena merasa semua makanan sudah dijamin 100 persen halal? Prosesnya juga halal? Tempat dan fasilitasnya sudah otomatis halal? Maka stakeholder pariwisata di Aceh merasa sudah tidak perlu lagi mengurus sertifikat halal. Toh semuanya sudah halal? “Nah ini yang salah kaprah! Meskipun sudah jelas-jelas halal, tetap dibutuhkan sertifikat halal tersebut, yang dikeluarkan oleh lembaga yang diakui global,” kata Arief Yahya.

Yang disertifikat itu, lanjut dia, juga bukan hanya makanan dan minuman saja. “Tetapi “muslem friendly amenities”, seperti hotel, resto, café, dan semua yang terkait dengan wisman. Dari 3A –Atraksi, Akses, Amenitas–, atraksi Aceh sangat kuat. Aceh lengkap dengan wisata alam (bahari, gunung, danau), wisata budaya (heritage, kuliner, seni dan budaya), dan wisata man made. Akses dan Amenitas, yang masih harus dikembangkan lagi,” kata dia.

Arief Yahya menyebut cara yang paling mudah dan cepat untuk memenangkan persaingan adalah benchmarking. Tidak asal membandingkan kasus demi kasus, yang hanya berujung pada polemik dan debat kusir. Tetapi menggunakan standar global yang biasanya dilombakan setiap tahaunnya. “Quick win-nya, Aceh harus bisa memenangkan persaingan itu. Aceh harus bisa merebut award sebagai The World’s Best Halal Cultural Destination 2016, yang tahun lalu berhasil dimenangkan Lombok,” kata dia.

Apa tujuan paling fundamental dari pemenangan award internasional? Menpar Arief Yahya menyebut 3C. Pertama, Calibration, untuk menyesuaikan kualitas layanan yang dimiliki dengan standar dunia. Apakah yang sudah dijalankan itu sudah memenuhi kriteria dan level dunia? Kedua, Confidence, award itu akan menaikkan confidence level atau membuat Aceh semakin pede dengan status juara dunia wisata halal. Ketiga, menaikkan Credibility, atau kepercayaan public akan reputasi Aceh sebagai destinasi yang aman dan nyaman buat wisatawan darimanapun berasal.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar Riyanto Sofyan menyebut ada tiga level untuk merebut quick win itu. Pertama, global leadership, yang meliputi pemenangan international award, peningkatan peringkat GMTI, lobi dan komunikasi antar sesama stakeholder, dan makin banyak terlibat dalam event internasional.

Level kedua adalah pemasaran dan promosi, tujuannya mengintegrasikan kampanye wisata halal Indonesia baik ke dalam maupun luar negeri secara agresif, terutama target pasar utama. Jika diurut pasar wisata halal itu antara lain, Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Malaysia, Singapura, Tiongkok, India, Rusia, Jerman, Perancis dan Inggris. “Lalu menjalankan strategi promosi pemasaran dengan DOT (destination, origination, timeline), strategi promosi dengan BAS (branding, advertising, selling) dan strategi media dengan POSE (paid media, own media, social media, endorser media),” kata Riyanto Sofyan.

Level ketiga adalah pengembangan Destinasi, SDM dan Kelembagaan. Yang dilakukan adalah penguatan daya saing atraksi, produk dan pelayanan. Khusus destinasi dengan 3A, (Atraksi, Aksesibilitas dan Amenitas), peningkatan kapasitas SDM, pembuatan pedoman wisata halal. Lalu, fasilitasi Sertifikasi Halal Indutri Pariwisata.

Di ujung presentasi, Arief Yahya meminta Riyanto Sofyan untuk berdiri. “Khusus untuk program Aceh menuju “The World’s Best Halal Cultural Destination 2016” saya serahkan ke Pak Riyanto. Beliau adalah Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kemenpar. Sedangkan untuk Sabang menjadi “The World’s Best Marine Tourism Destination” saya serahkan kepada Pak Indroyono Soesilo, yang hari ini juga mengadakan Rakor Wisata Bahari di Sabang. Beliau adalah Ketua Tim Percepatan Wisata Bahari Kemenpar,” ungkap Arief Yahya. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Love Story: Sudah Telanjur, Mau Bagaimana Lagi?

Next Post

Telkomsel Dukung Percepatan Ekosistem Smart City di Kota Tangerang

Next Post
Telkomsel Dukung Percepatan Ekosistem Smart City di Kota Tangerang

Telkomsel Dukung Percepatan Ekosistem Smart City di Kota Tangerang

Deden Syukron wafat

Tokoh Kabupaten Tangerang Deden Syukron Tutup Usia

Rabu, 23 September 2026 14:26
Kunjungan Komisi III DPR RI

Komisi III DPR RI Kunjungi Polda Banten, Kapolda Paparkan Penguatan Penegakan Hukum

Kamis, 24 September 2026 15:38
Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Visual Film Indonesia Disebut ‘Selevel Dunia’, Film Na Willa Bikin Warganet Penasaran

Selasa, 17 Maret 2026 14:02
Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Sekolah Gratis Sasar Madrasah, Budi Prajogo Apresiasi Gubernur Banten

Selasa, 17 Maret 2026 14:08
Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Wakil Ketua DPRD Pandeglang Siap Gaji dan Tunjangan Dipangkas Demi Selamatkan Negara

Selasa, 17 Maret 2026 13:06
Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Update Arus Mudik Pelabuhan Ciwandan 17 Maret 2026: Penumpang Tembus 10.987 Orang

Selasa, 17 Maret 2026 13:21
Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Rangkaian Kegiatan Sosial Chandra Asri Group Selama Ramadhan, Salurkan Bantuan Sosial dan Fasilitasi Mudik Gratis

Selasa, 17 Maret 2026 13:49

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

204 Meter Drainase Dibangun di Jalan Utama Kadugenep Untuk Antisipasi Banjir

204 Meter Drainase Dibangun di Jalan Utama Kadugenep Untuk Antisipasi Banjir

by Ahmad Rizal Ramdhani
Jumat, 25 September 2026 10:10
0

Pembangunan dranase di Desa Kadugenep

Mayat Ditemukan di Pantai Bengkulu, Polda Banten Pastikan Bukan Korban Arupadatu 1

Mayat Ditemukan di Pantai Bengkulu, Polda Banten Pastikan Bukan Korban Arupadatu 1

by Fahmi
Jumat, 25 September 2026 09:27
0

Penemuan mayat di Bengkulu. (Foto Polda Banten)

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.