Setelah booming rambut dengan nuansa abu-abu atau ash hair di awal tahun, kini giliran warna-warna catchy yang muncul ke permukaan. Bukan hanya satu warna, melainkan memadukan berbagai warna sekaligus sehingga menyerupai pelangi.
Sebelum tertarik untuk mewarnai rambutnya dengan warna ngejreng, selebgram Fidella Arianti pernah mengecat rambut dengan warna burgundy yang relatif soft. Belakangan, tiba-tiba dia ingin warna ungu.
Pengecatan dilakukan oleh sang teman, Edho, yang merupakan hairstylist. Proses itu dimulai dengan bleaching pada rambut Della –sapaan Fidella– yang punya warna asli hitam, kemudian dilapisi warna lavender. ”Yang pertama sekitar tiga minggu lalu,” kata mahasiswi Fashion Business LaSalle College, Jakarta, itu.
Namun, karena proses bleaching belum sempurna, pewarnaan tidak optimal. Kamis pekan lalu rambut Della kembali di-bleaching sampai putih, baru ditimpa cat berwarna violet. Karena dua kali pewarnaan itu, rambutnya memiliki perpaduan warna pink, keunguan, dan cokelat kemerahan. Pewarnaan tidak diaplikasikan pada keseluruhan rambut. Warna juga tak sampai menyentuh kulit kepala.
Della mengaku puas dengan hasilnya. ”Teman-teman pas lihat sempat shock awalnya. Mama juga kaget, kok tumben ngejreng. Tapi, mereka bilang bagus sih,” kata perempuan kelahiran Jakarta, 12 Maret 1995, itu. Dia sebenarnya penyuka warna faded, bukan yang mencolok. ”Nanti kalau agak luntur, bakal lebih pudar warnanya,” lanjut sulung di antara tiga bersaudara yang mulai menjajal bisnis hijab @dellaxclusive tersebut.
Dengan rambut berwarna catchy itu, penampilan Della terlihat stand out meski tanpa aksesori. ”Rambut sudah jadi aksesori utama. Meskipun warna bajunya gelap,” kata penyuka gaya edgy tersebut.
Youtuber dari Korea Selatan Han Yoo-ra juga termasuk penggemar warna rambut vibrant. Yoo-ra awalnya mewarnai rambut dengan tone merah-biru-silver. Tapi, kini rambutnya lebih semarak dengan warna emas, hijau, dan ungu. Serbameriah dan cerah. ”Saya lebih suka banyak warna untuk penampilan yang lebih unik,” katanya.
Menurut Yoo-ra, gradasi warna vibrant lebih menarik daripada gradasi ombre yang sempat booming pada 2012–2013. ”Kalau cuma satu warna itu kaku dan bosan,” ujarnya. Pemilihan warna disesuaikan dengan kulitnya yang putih. ”Jadi, wajah saya nggak kelihatan pucat,” imbuhnya.
Untuk hasil yang lebih rapi, Yoo-ra mengecat rambutnya di salon. Cat rambut yang berkualitas membuat warna rambut lebih tahan lama. ”Kalau saya bikin sendiri, pasti hasilnya berantakan,” ujarnya.
Beberapa orang sempat menganggap Yoo-ra alay dengan gaya rambut warna-warninya. Namun, karena percaya diri, dia santai saja. Mewarnai rambut dengan warna-warna ngejreng justru memberikan look yang modern dan ceria. ”Selain itu, warna rambut saya selalu matching dengan segala busana yang saya pakai. Jadi, ya saya pede aja,” ujarnya, lantas tertawa.
Mieke Febryanti, 34, mengaplikasikan tren yang sama. Ibu tiga anak itu mewarnai rambutnya sejak Februari lalu. ”Pas itu kan Imlek. Jadi, saya mau tampil beda dengan rambut warna-warni atau warna fashion,” ujar Mieke saat ditemui di Excellence Beauty Lounge, Surabaya.
Tak tanggung-tanggung, Mieke mengaplikasikan empat warna di rambutnya. Yakni, ungu, pink, abu-abu, dan hijau. Menurut Mieke, kelebihan rambut warna cerah justru akan terlihat ketika luntur. ”Kalau pudar, justru kelihatannya lebih bagus,” tambahnya.
Bukan hanya mereka yang berumur 20–30 tahun, tren rainbow hair juga dilirik perempuan usia 40-an tahun. Misalnya Melanni Lindawati, 40. Businesswoman dari Surabaya itu mengaplikasikan warna hijau dan tosca pada rambutnya. ”Tapi, warnanya nggak sengejreng dan sebanyak anak muda. Cuma di beberapa bagian,” ujarnya.
Memang aplikasi warna rambut rainbow pada perempuan 40 tahun lebih cocok jika dibuat agak jarang. Agar sesuai dengan usia, warna rambut hitam alami lebih baik dipertahankan untuk kesan anggun. ”Kalau warnanya terlalu ramai, kan saya sudah nggak cocok lagi,” ujar Melanni. (len/c11/ayi/JawaPos.com)










