SERANG – Mahasiswa sebagai masyarakat terpelajar, diajak ikut berpartisipasi dalam menekan angka pemilih yang masuk pada kategori pemilih pragmatis.
Hal ini dikatakan Komisioner KPU Kota Serang Fierly Murdliat Mabruri saat menjadi pemateri pada acara Dialog Interaktif ‘Peran Pemuda dalam Mengawal Pilgub Banten Berintegritas’ yang digelar Keluarga Mahasiswa Lebak (Kumala) Perwakilan Serang di gedung KNPI Banten, KP3B, Kota Serang, Jumat (7/10) sore.
“Ada tiga komponen yang wajib hadir guna menghasilkan pilkada yang berintegritas, salah satunya pemilih cerdas yang tidak pragmatis,” kata Fierly.
Fierly mengatakan, yang dimaksud pemilih pragmatis itu pemilih yang menentukan pilihan karena imbalan, baik uang maupun barang. Secara kuantitatif, pemilih ini masih cukup tinggi. Peran mahasiswa bisa berada sebagai bagian komponen yang ikut berpartisipasi menekan atau meminimalisir pemilih ini.
“Mahasiswa harus berada dalam kategori pemilih cerdas, bukan malah sebaliknya. Bentuk partisipasinya mengajak dari lingkungan terdekat yaitu keluarga,” kata Fierly.
Selain itu, dua kategori selanjutnya, untuk mewujudkan pilkada berintegritas yakni rekrutmen kepemimpinan parpol yang transparan dan bersih, dan penyelenggara pilkada yang profesional dan taat asas.
Ketua Kumala Perwakilan Serang Entis Sutisna mengatakan, sebagai elemen masyarakat tentunya memiliki kewajiban untuk menyukseskan Pilgub Banten 2017.
“Selain partisipasi memilih calon gubernur dan wakil gubernur, kita punya kewajiban untuk ikut menekan angka pemilih pragmatis ini,” katanya. (Fauzan Dardiri)










