SERANG – Meski Bank Banten sudah diresmikan pada 4 Oktober, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berjanji tidak akan menarik kepemilikan saham sebesar lima persen atau sekira Rp150 miliar di Bank Jabar Banten (bjb).
Menurut Kepala Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) Banten Hudaya Latuconsina, Pemprov Banten hanya cukup untuk mengambil dividennya saja setiap tahun dari bjb yakni sebesar Rp35 miliar hingga Rp40 miliar. Sementara kepemilikan saham lima persen, dirasa belum harus ditarik. “Kalau soal saham Pemprov di bjb, menurut saya itu tidak usah ditarik. Akan tetapi, itu tergantung Gubernur, kebijakan ada di beliau,” jelas Hudaya.
Menurutnya, ada beberapa pertimbangan sebelum memutuskan untuk menarik tidaknya saham Pemprov di bjb. Pertama, dari nilai saham Pemprov sebesar Rp150 miliar, dividen (pembagian laba kepada pemegang saham) yang didapat Pemprov setiap tahun mencapai Rp35 miliar hingga Rp40 miliar. Kedua, menjaga hubungan baik antara Pemprov dengan bjb yang selama ini bekerja sama dalam hal pengelolaan kas daerah.
Sementara Kepala Dinas Pendapatan dan Pengelolaan Keuangan Daerah (DPPKD) Banten Nandy Mulya S mengaku saat ini Pemprov tidak mempersoalkan kantor pusat Bank Banten yang masih berada di Jakarta. Menurut Nandy, saat ini pihaknya sedang melakukan persiapan untuk mengalihkan seluruh gaji pegawai yang dikelola Bank bjb ke Bank Banten. “Yang beralih bukan hanya gaji 4.300 PNS, tetapi gaji pegawai non-PNS di lingkungan Pemprov Banten yang jumlahnya lebih banyak dari PNS sekira 6.000 orang. Selain gaji, yang dialihkan dari bjb termasuk tunjangan, kredit, dan pinjaman pegawai Pemprov, semuanya nanti akan dialihkan ke Bank Banten. Kami juga sudah koordinasikan supaya bulan ini, Bank Banten buka tempat-tempat ATM di semua wilayah,” katanya.
Seperti diketahui, hingga kini kantor pusat Bank Banten masih di Jakarta. Rencananya kantor pusat baru akan dipindahkan ke Kota Serang pada 2017. Saat ini yang sudah selesai dibangun hanya Kantor Cabang Serang.
Direktur Utama PT Banten Global Development (BGD) Sudibyo menyatakan, pihaknya baru merencanakan pembangunan untuk kantor pusat Bank Banten di Kota Serang mulai tahun depan. “Untuk sementara kantor pusatnya masih di Jakarta Selatan tepatnya di Jalan RS Fatmawati Nomor 12, itu kantor pusat Bank Pundi sebelum diakusisi menjadi Bank Banten. Tapi tahun depan kita bangun kantor pusat Bank Banten dengan 12 lantai di ibukota Provinsi Banten,” kata Sudibyo kepada wartawan, kemarin.
“Kami masih mencari formulasi untuk teknis pembangunan. Lahannya sudah ada, hanya saja belum MoU dengan BUMN yang akan membangun konstruksinya. Apakah nanti itu jadi gedung PT BGD yang disewakan ke Bank Banten atau seperti apa, itu banyak alternatifnya dan saat ini sedang kami kaji,” jelas Sudibyo. (Deni S/Radar Banten)










