SERANG – Plt Ketua DPD Partai Demokrat Provinsi Banten Aeng Haerudin memastikan tim pemenangan Wahidin Halim-Andika Hazrumy (WH-Andika) yang didukung tujuh partai politik (parpol) yakni Golkar, Demokrat, Hanura, PKS, PAN, PKB, dan Gerindra, tetap solid. Berpalingnya ketua penasihat tim pemenangan WH-Andika, Mulyadi Jayabaya (JB), ke pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief sebagai dinamika politik Pilgub Banten 2017.
“Kita hormati itu sebagai sikap politik Pak JB. Tapi kita yakin itu tak menyurutkan suara kita di selatan karena kita masih punya Bu Iti sebagai Bupati Lebak, dan Pak JB juga orangnya demokratis,” ujar Aeng kepada Radar Banten, Sabtu (15/10).
Aeng mengaku, mundurnya JB tidak membuat tim menjadi terpecah. Menurutnya, tim akan semakin solid. “Kita malah semakin semangat untuk menggerakan mesin partai. Jadi kami masih yakin,” kata mantan Ketua DPRD Banten 2009-2014 ini.
Menanggapi rumor ketidakharmonisan tim pasangan WH-Andika, Aeng membantahnya. Kata Aeng, tim masih solid dan bersama-sama bergerak memenangkan kandidat di pilgub yang puncaknya dilaksanakan pada Rabu 15 Februari 2017.
“Ah kata siapa enggak solid. Semua solid, malah kita semakin semangat,” katanya sembari tertawa.
JB menyatakan berbalik arah mengalihkan dukungannya kepada pasangan Rano Karno-Embay Mulya Syarief. Sikap tersebut disampaikan JB saat konferensi pers usai menghadiri Rapat Kerja Daerah Khusus (Rakerdasus) PDIP Banten di Istana Nelayan, Jatiuwung, Kota Tangerang, Kamis (14/10).
“Saya punya ideologi partai. Pada hari inilah penentuan di mana komunikasi secara langsung bahwa PDI Perjuangan dan masyarakat akan berhasil untuk mendukung Pak Haji Rano dan Haji Embay sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur 2017,” kata JB. (Supri/Radar Banten/JPNN)









