INDUSTRI video game terancam punah. Belum usai diterpa krisis ekonomi global beberapa tahun silam, datanglah pesaing tangguh berupa ponsel pintar dan tablet. Banyak calon pembeli mesin game portabel –Nintendo 3DS dan PlayStation Vita– yang mengalihkan anggarannya ke peranti mobile yang bisa diisi aplikasi game. Tentu saja, fungsi utama peranti tersebut adalah berkomunikasi, bukan bermain. Selama pengguna masih asyik dengan media sosial, misalnya, aplikasi game-nya bakal terabaikan.
Bagaimana dengan mesin home system seperti PlayStation4 dan Xbox One? Angka penjualannya pun makin menurun. Sony dan Microsoft malah sibuk membuat mesin dengan jeroan makin canggih yang mampu menampilkan visual serealistis-realistisnya.
Kalaupun ada inovasi, wujudnya adalah perangkat VR (virtual reality). Langkah-langkah seperti itu hanya akan mengakibatkan mesin video game makin mahal, tidak terjangkau kebanyakan orang. Video game pun menjadi hobi yang makin eksklusif. Terasing.
Nintendo, perusahaan paling senior di bidang itu, bukannya tidak berjuang mengatasi situasi tersebut. Satu dekade silam, mereka menciptakan mesin portabel Nintendo DS dan mesin home system Nintendo Wii yang berhasil merevolusi dunia game. Berikutnya, ketika game untuk ponsel pintar mulai marak, Nintendo berupaya menandinginya dengan Wii U, penerus Wii. Mesin itu punya controller mirip tablet yang disebut GamePad. Sayangnya, perangkat tersebut tidak benar-benar portabel karena hanya bisa dimainkan tidak jauh dari mesin utamanya.
Secercah harapan mulai muncul ketika Pokemon Go sangat populer. Meski tidak menangani game-nya, Nintendo kebagian keuntungan yang cukup besar. Dana itu kemudian diinvestasikan ke suatu proyek mesin game yang diberi kode Nintendo NX. Kerahasiaan proyek tersebut dijaga teramat ketat. Para perusahaan mitra serta mereka yang terlibat dalam video iklannya diperintahkan tutup mulut. Beberapa hari lalu, saat video iklan disebarluaskan, barulah masyarakat tahu seperti apa Nintendo Switch, mesin game baru yang revolusioner.
Tebakan sejumlah pemerhati video game, tepat. Nintendo Switch adalah mesin yang akhirnya berhasil memadukan konsep mesin home system dengan mesin portabel. Ketika Switch dipasang pada dock-nya, mesin itu berfungsi layaknya mesin home system yang terhubung dengan televisi. Saat dibawa, jadilah mesin portabel dengan performa game yang sama.
Controller-nya pun –yang dinamai JoyCon– sangat inovatif. Bisa menempel di bodi Switch. Bisa dijadikan pengendali eksternal yang standar. Bisa pula dipisahkan menjadi dua controller sederhana yang memungkinkan permainan dijalankan dua orang sekaligus. Switch-nya tidak ubahnya sebuah tablet. Semua itu tersedia dalam satu paket lho.
Tidak sulit membayangkan Nintendo Switch akan mengulang sukses Nintendo Wii. Keunggulan utama Switch tentu saja adalah menguasai pasar home system dan portabel sekaligus. Dulu penggemar game harus memilih antara beli mesin home system atau beli mesin portabel atau membeli keduanya yang game-nya masih harus dibeli tersendiri. Kini, dengan Switch, cukup satu mesin, sekali beli game, bisa dimainkan di televisi ataupun dibawa ke mana-mana. Praktis dan ekonomis.
Seperti Apa Nintendo Switch?
Mesin itu tidak hanya punya sejumlah bagian terpisah, tetapi juga bisa dikombinasikan menjadi berbagai bentuk. Bagian pertamanya adalah konsol yang bentuknya serupa dengan phablet (ponsel yang ukurannya mendekati tablet) berlayar enam koma sekian inci. Bagian itu dapat dipegang biasa, bisa ditaruh dengan mengandalkan stan, bisa juga dipasang pada dock. Ketika didekatkan dengan sesama Switch, konsol terkoneksi secara nirkabel untuk permainan multiplayer.
Bagian berikutnya dinamai JoyCon. Alat kendali itu umumnya dipasang di kiri dan kanan konsol, jadi seperti GamePad milik Wii U. Bisa dipasang pada grip, membentuk controller seukuran milik mesin Sega Dreamcast. Bisa dilepas dan dipegang di setiap tangan oleh satu orang, serupa Nunchuk milik Wii. Bisa juga dibagikan kepada dua pemain untuk bermain bersama.
Media yang dipakai untuk game-nya bukan cakram (Blu-ray atau DVD), bukan pula cartridge. Switch menggunakan media Game Card, sebagaimana mesin portabel Nintendo DS. Alternatifnya, akan ada game yang bisa dibeli secara digital, lalu di-download.
Perangkat tambahan lainnya adalah Classic Controller semacam yang dimiliki PlayStation4 atau Xbox One. Alat kendali kelas profesional itu dijual terpisah. Tidak esensial karena semua game bisa dimainkan alat-alat kendali dalam paket yang biasa.
Game yang tersedia di antaranya Zelda no Densetsu: Breath of the Wild. The Elder Scrolls V: Skyrim, sebuah RPG gaya Amerika, juga muncul. Masih berasal dari Amerika, ada juga NBA 2K17 atau versi semacamnya yang menarik bagi penggemar game bergenre olahraga.
Ada dua game milik Nintendo, yang awalnya dirilis untuk Wii U, muncul dalam video iklan tersebut. Yang pertama adalah Mario Kart 8 yang dimainkan satu layar berdua, serta mengandalkan JoyCon. Satunya adalah Splatoon, permainan multiplayer unik yang temanya saling menciprati cat.
Eh tunggu, masih ada lagi. Sebuah seri Super Mario bergrafik 3D. Jelas bukan Super Mario 3D World ataupun serial Super Mario Galaxy. Game ini lebih mirip Super Mario 64 yang dirilis 20 tahun lalu di mesin Nintendo 64. Apakah akhirnya Super Mario 64 mendapat sekuel?
Melihat variasi game yang muncul dalam video sepanjang tiga menit tersebut, bisa diharapkan Nintendo Switch akan punya koleksi game yang memadai bagi berbagai selera.
Mengenai ini, Yustian Hadi, siswa SMKN 7 Kota Serang bilang, dirinya ikut senang. “Pastinya ini jadi kabar gembira buat para gamer. Jadi, para gamer konsol nggak usah khawatir dibilang kuper (kurang pergaulan-red) dan antisosial karena kesibukannya main game di rumah. Dengan Nintendo Switch ini, tentu bisa bermain bersama dengan teman-teman saat lagi kumpul bareng, sehingga makin rekat dan seru, yang pasti bikin betah ngumpul bareng,” kata Gen Z kelas XI, Administrasi Perkantoran yang hobi main bola ini.
Hal serupa diungkapkan Windi, Gen Z yang senang menghabiskan waktu libur dengan main Playstation. Menurut doi, Nintendo Switch bakal bikin geger dan addict banget buat main game. “It’s amazing! Kesan itu saya dapat setelah melihat video rilisnya. Asli, keren banget. Para gamer dibuat senyaman mungkin dalam bermain game. Dengan joy-con nirkabel dan game card, kita tetap bisa memainkan game yang sama dengan waktu dan tempat berbeda,” beber siswa SMKN 7 Kota Serang jurusan Administrasi Perkantoran ini.
Jadi makin penasaran nih gimana serunya. Eits, tapi kudu sabar ya, soalnya baru dipasarkan Maret 2017 nanti loh. Yaah! Masih penasaran kayak apa Nintendo Switch? (wivy-zetizen/c-14/zee)










