PANDEGLANG – Pasca pengambilan nomor urut dan kampanye damai, Calon Wakil Gubernur nomor urut 1, Andika Hazrumy menyambangi sejumlah pasar tradisional di beberapa kota di Banten, Senin 31/10/16. Kedatangan Andika untuk melihat lebih dekat aktivitas perekonomian, sekaligus menyerap aspirasi warga di kawasan itu.
Anak sulung Ratu Atut Chosiyah ini mengatakan, mengurai benang kusut pasar rakyat (tradisional) merupakan salah satu program utama pasangan nomor urut 1, WH-Andika. “Pasar tradisional merupakan salah satu wajah kita. Wajah perekonomian warga. Oleh karena itu setelah bersilaturahmi dengan para pedagang pasar, selanjutnya kita akan segeta konsolidasi untuk merumuskan strategi aksi pasangan WH-Andika,” tuturnya.
Andika menjelaskan, dari beberapa pasar tradisional yang ada di Banten memiliki persoalannya masing-masing. Kendati begitu menurutnya, secara umum persoalan pasar tradisional berkaitan dengan stabilitas harga, infrastruktur dan aksesbilitas menuju pasar, serta kantung parkir.
“Oleh karena kita akan mengurai persoalannya. Yang kita akan lakukan berkaitan dengan strategi pengendalian harga, revitalisasi, rehabilitasi dan sistem untuk kerapihan dan kenyamanan,” katanya.
Diiringi KPJ dan Beli Jengkol
Kunjungan ke sejumlah pasar tradisional dilakukan Calon Wakil Gubernur Banten, Andika Hazrumy sejak pukul 07.30 WIB. Kunjungan pertama dilakukan di pasar di wilayah Kabupaten Serang disusul pasar tradisional terbesar di Ibukota Provinsi Banten dan pasar di Kabupaten Pandeglang.
Di Kabupaten Pandeglang, Cawagub yang diusung tujuh partai koalisi tersebut diiringi oleh Kelompok Penyanyi Jalanan (KPJ). Di pasar ini pula, Andika sempat membeli beberapa kilo jengkol, tempe, ikan asin dan kue tradisional (klepon). “Wah, jengkol makanan favorit. Makanan khas kita. Nggak nikmat makan kalau belum ketemu jengkol,” kata Andika saat ditanya wartawan.
Ia mengaku, semur jengkol merupakan salah satu makanan favoritnya bersama keluarga. Tak jarang secara khusus, ia sengaja memesan menu jengkol saat makan.
Ketua Serikat Pengusaha Muda (SPM) Kabupaten Pandeglang, Herman Ghurah mengapresiasi Cawagub Termuda yang mengunjungi pusat ekonomi masyarakat di wilayahnya. Sehingga semakin lebih mengenal masalah yang dihadapi masyarakat. “Biar makin mengenal permasalahan yang dihadapi warga. Semisal akses permodalan bagi UMKM, stabilitas harga, stok kebutuhan, harapan warga atas kerapihan dan kenyamanan pasar,” tuturnya.
Ia juga berharap agar Cawagub dan Cagub menyiapkan syrategi aksi untuk penanganan permasalahan yang dihadapi oleh para pelaku UMKM yang umumnya beraktivitas di pasar tradisional. (red)








