MEMILIKI suami berprofesi sebagai satpam dipikir Neneng (34), nama samaran, akan membuat rasa aman dan nyaman. Apalagi, sang suami, sebut saja Endang (35) dari segi fisik termasuk sosok pria idaman. Parasnya rupawan dan bertubuh kekar.
Awalnya, Endang yang dulunya bekerja sebagai sekuriti di sebuah perusahaan di Serang itu, termasuk tipikal suami penyayang dan setia. Namun, setelah kelahiran anak pertama, sikap Endang berubah menjadi doyan selingkuh.
Alasan Endang, Neneng sudah tidak bisa memenuhi harapannya setelah dipastikan dokter tidak bisa mempunyai keturunan lagi. Hal itu lantaran rahim Neneng sudah diangkat akibat terkena penyakit kista. “Alasannya ya itu (tidak bisa hamil lagi-red). Padahal, dia tahu kalau saya sudah enggak bisa punya anak lagi,” ungkapnya. Ah, Mbak mau-maunya dibohongi suami, itu mah akal-akalan saja. Hehehe, kompor.
Entah karena polos atau tak paham, Neneng selalu memaafkan setiap Endang berselingkuh. Meski alasan yang diberikan Endang klasik. Ow ow ow, kok bisa ya? Pertemuan Neneng dengan Endang terbilang singkat, tepatnya delapan tahun silam. Neneng tinggal di kos-kosan tak jauh dari tempat tinggal Endang. Sering berpapasan di jalan, membuat satu sama lain menjadi saling kenal. Sampai akhirnya, terjalin pertemanan di antara mereka.
Lantaran tempat kerja mereka searah, Endang mulai tak sungkan menawarkan Neneng berboncengan dengan sepeda motornya dan pertemanan mereka pun semakin akrab. Sejak pertemanan itu, Neneng mengaku, sudah tertarik dengan Endang yang memang mempunyai wajah cukup tampan. Beda dengan Neneng yang hanya bermodalkan wajah manis dan baik saja. Merasa perhatian Neneng istimewa, sikap Endang menjadi tak biasa.
“Kita jadi sering jalan bareng, makan bareng, nonton bareng, sampai jalan-jalan,” ungkapnya.
Tak diduga, perhatian Neneng membuahkan hasil. Endang menangkap sinyal Neneng yang sejak kenal langsung menaruh hati. Merasa mapan dan ada kecocokan, Endang memberanikan diri menyatakan hasratnya kepada Neneng.
Menyikapi itu, tak ayal Neneng bak bocah kesetanan. Jingkrak-jingkrak tak keruan. Terlebih, Neneng langsung dilamar Endang dan diamini kedua pihak keluarga.
Betapa bahagianya Neneng saat itu. Singkat cerita, mereka melangsungkan pernikahan cukup meriah. Prosesi hajatan disemarakkan tradisi saweran. Keluarga dan tamu undangan tak lupa juga memberikan saweran kepada para biduan dangdut lokal yang ikut memeriahkan acara.
“Senanglah, apalagi nikah sama pria idaman. Malam pertama juga berkesan. Kita sampai begadang, enggak tidur semalaman,” terangnya. Ngapain aja tuh Mbak? “Ya gitu deh, yang pasti malam itu tak terlupakan,” ujarnya. Aw aw aw.
Tak hanya saat tradisi malam pertama. Malam-malam berikutnya juga berahi Neneng selalu terpuaskan oleh Endang yang perkasa. Endang termasuk jago di ranjang, gaya inilah, gaya itulah dan gemar mempraktikkan gaya di video yang kerap mereka tonton sebelum beradegan.
Sikap Endang tak hanya romantis di ranjang, dalam kehidupan sehari-hari juga layaknya suami siaga dan begitu perhatian kepada Neneng. Seperti berangkat kerja, Endang tak lupa mencium kening Neneng. Begitu pun pulang kerja, Endang tak pernah lupa membawa makanan pesanan Neneng. Endang tak pernah marah dan selalu pulang cepat. Oh so sweet.
Pokoknya, setelah berumah tangga, hidup Neneng semakin berwarna. Terutama, saat kehamilan pertama. Neneng bak ratu sejagat, minta apa-apa dituruti dan dibelikan. Masa-masa mengidam pun menjadi hal terindah baginya. “Pokoknya Endang saat itu suami idaman deh,” terangnya.
Namun, petaka datang ketika Neneng divonis dokter sudah tak bisa lagi memberikan keturunan setelah kelahiran anak pertamanya. Kabar itu, membuat Endang kecewa. Sejak itu, hidup Neneng menjadi terasa berat. Neneng syok dan sempat mengalami depresi, khawatir kabar itu mengurangi kadar cintanya Endang. Apalagi, sejak awal Endang memang merencanakan ingin mempunyai anak tiga biar keluarganya ramai.
Benar saja, apa yang dikhawatirkan Neneng datang juga. Setelah anaknya menginjak SD, sikap Endang mulai berubah total. Endang semakin acuh. Pulang kerja sering telat, ditanya agak sensitif dan suka balik marah serta banyak alasan. Parahnya, Endang di hadapan Neneng berani nakal dengan perempuan. Kadang, obrolan juga suka mengarah pada hal-hal perselingkuhan.
“Ngomongnya gini, ‘Mah, kalau enggak bisa ngasih anak lagi, saya selingkuh aja ya?’ gitu. Bilangnya sih bercanda, tapi kok itu-itu aja yang diobrolkan, enggak ada yang lain apa!” ujarnya. Ya itu kan triknya Mbak, masa langsung jeger. Pegawai di salah satu industri di Serang ini, sampai dibuat lelah oleh tingkah Endang yang kini mulai berani nyosor perempuan sana sini.
Di rumah, banyak tingkah Endang yang tak biasa. Sering senyum-senyum sendiri setiap menerima BBM atau SMS. Neneng awalnya tak sadar kalau Endang menerima semua pesan di ponselnya itu dari cem-cemannya.
Sampai akhirnya, Neneng mendapat laporan dari rekan kerja Endang bahwa suaminya berselingkuh dengan orang kantor, sang juru masak karyawan perusahaan, yakni si janda muda, sebut saja Uneh (25). Mendengar hal itu, Neneng mencari kebenarannya. Diawali dengan melihat isi ponsel saat Endang sedang terlelap. Betapa terkejut Neneng, banyak pesan-pesan singkat dari perempuan yang berbau syur. Jelas, hal itu membuat Neneng sakit hati. Keesokan harinya, Neneng kembali memastikan dengan menanyakan langsung kepada Endang. Parahnya, Endang tidak menyangkal dan mengakui kalau dia sudah mempunyai wanita idaman lain. Tentu saja, pernyataan Endang membuat hati Neneng serasa diiris-iris.
“Alasannya, ya itu. Saya dibilang sudah mengubur impian dia yang ingin punya anak tiga. Ancamannya, kalau saya enggak bisa ngasih anak, dia mau kawin lagi. Anak kok dijadikan alasan,” jelasnya. Enteng benar ya.
Perselingkuhan Endang pun terus berulang. Bahkan, selingkuhan Endang, yakni Uneh sampai datang ke rumah membujuk Neneng agar mau mengizinkan Endang berpoligami. Neneng hanya bisa sabar karena tak bisa mencegah niat Endang yang sudah bulat menduakannya. Sampai akhirnya, Neneng pasrah dan berkata kepada Endang bahwa dia rela dimadu asalkan Endang bahagia.
Pernyataan itu dilontarkan Neneng setelah mendapat masukan dari kedua orangtua untuk merelakan nasibnya. Mendengar pernyataan itu, justru Endang terenyuh. Niatan Endang batal dan melepaskan Uneh yang pulang ke kampungnya di Jawa untuk selamanya.
“Alhamdulilah, kita tidak sampai cerai, itu hanya ujian. Mas Endang sekarang mulai berubah dan makin sayang. Kerjaannya juga pindah. Doakan saja ya Mas, semoga cobaannya sampai di sini saja,” harapnya. Amin. (Nizar S/Radar Banten)











