SERANG – Investor asing asal Tiongkok melirik potensi investasi yang ada di Banten. Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu (BKPMPT) Banten Babar Suharso mengatakan, lirikan investor negeri tirai bambu itu diakui saat pihaknya mendapat kesempatan untuk mempromosikan potensi investasi di Banten pada seminar di Beijing Exhibition Centre, Kamis-Jumat (20-21/10). “Kegiatan China Overseas Investment Fair merupakan ajang pertemuan tingkat tinggi yang diisi dengan kegiatan pameran investasi, seminar investasi, presentasi dan promosi proyek dari berbagai perusahaan, organisasi, dan departemen terkait,” kata Babar dalam press release yang diterima Radar Banten, kemarin.
Dalam kesempatan itu, Babar mengikuti seminar investasi dan mengikuti one-on-one meetings di Kedutaan Besar Republik Indonesia di Beijing. Tidak sekadar mengikuti seminar, Babar mengaku keikutsertaannya ke acara tersebut untuk mempromosikan potensi investasi Banten ke berbagai negara.
Kata Babar, pihaknya menawarkan investasi Banten dengan kemudahan perizinan tiga jam yang diberikan BKPMP RI. Termasuk kemudahan mendapatkan lahan industri yang akan dibangun di area kawasan industri yang ada di Banten melalui program KLIK seperti KIEC dan Kawasan Cikande serta kawasan Waringin Kota Satelit. “Kita tawarkan investasi Kawasan Kota Satelit yang dilengkapi dengan pelabuhan dan pembangkit listrik tenaga gas dan perumahan yang lokasinya menyatu dengan industri baja,” katanya.
Apalagi, kawasan Waringin Kota Satelit sangat stategis dengan jarak yang dengan Jakarta sebagai Ibukata Indonesia. “Kawasan Waringin Kota Satelit hanya berjarak 80 kilometer dari Jakarta, lewat laut melalui Selat Sunda bisa langsung ke Samudera Indonesia,” sambung Babar.
China Aviaton Planning and Design Institut, lanjutnya, sangat tertarik dengan proyek pengolahan sampah yang menghasilkan energi (waste energy) di Banten. Mereka menawarkan proyek kerja sama yang saling menguntungkan antara perusahaan BASM Tiongkok dan Provinsi Banten. “BASM spesifik ke energi sampah dengan membuat instalasi dan mesin pengolahan sampah dengan menggunakan energi canggih yang sudah dibangun di Kota Senjun,” katanya.
Sejak 2015, kata Babar, BASM mendapatkan penghargaan dari organisasi lingkungan hidup untuk kategori perusahaan ramah lingkungan. BASM merupakan perusahaan pengelola sampah secara terpadu dengan kapasitas 20 ton per hari. “Kita berharap BASM dapat bekerja sama dengan BUMD di Provinsi Banten dengan metode BOT. Respons BASM sangat bagus begitu kita tawarkan sistem BOT,” katanya.
Selain itu, Babar juga mengaku menyampaikan 12 proyek nasional yang sedang dan akan dikerjakan di Banten. Di antaranya, ruas Tol Serang-Panimbang, proyek pembangunan bandar udara baru Panimbang, dan proyek pembangunan pipa gas atau terminal elpiji. Lalu, proyek pembangunan infrastruktur energi asal sampah, proyek Bendung Karian, proyek pembangunan kawasan industri prioritas KEK Tanjung Lesung, Modern Cikande, Wilmar, dan KIEC, proyek pembangunan pariwisata.
Kepala Bidang Promosi dan Kerja Sama BKPMPT Provinsi Banten Deden Indrawan mengatakan, minat pengusaha Tiongkok sangat besar. “Itu terlihat dari antusiasme mereka untuk menindaklanjuti pertemuan ini dengan agenda kunjungan ke Provinsi Banten pada pertengahan November nanti,” katanya.
Deden melanjutkan, peluang untuk mempromosikan investasi sektor pariwisata dan infrastruktur terbuka lebar melalui kegiatan semacam ini. Dengan demikian, dapat menguatkan minat investor Tiongkok dalam menanamkan modalnya di Banten. “Adanya minat dari pengusaha Tiongkok yang ingin berinvestasi di Indonesia khususnya di Banten harus segera ditindaklanjuti oleh para stakeholders agar peluang tersebut tidak beralih ke negara lain,” ujarnya. (Supriyono/Radar Banten)









