slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Travel Pariwisata

Lendang Nangka Jadi Potensi Desa Wisata Baru di Lombok

Redaksi by Redaksi
16-11-2016 11:39:28
in Pariwisata, Travel
Lendang Nangka Jadi Potensi Desa Wisata Baru di Lombok
Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

LOMBOK – Lombok tak hanya identik dengan Mandalika yang sudah ditetapkan ke dalam kawasan 10 Bali Baru di bawah koordinasi Hiramsyah Syambudhi Thaib itu. Lombok juga tak hanya fokus melambungkan Novotel Lombok Resort & Villas, World’s Best Halal Tourism Website, dan bukit Sembalun di World’s Best Halal Tourism Award 2016. Saat ini, Lombok juga tengah melirik Desa Lendang Nangka sebagai desa wisata.

Saat mendengar kata Lombok NTB yang terlintas pertama kali pastinya wisata halal, Top Destinasi Prioritas Mandalika, pantai-pantainya nan elok serta Gunung Rinjani yang sudah mendapatkan apresiasi dari UNESCO. Tidak banyak orang yang kenal Desa Lendang Nangka. Desa dengan potensi dan keguyuban warganya, potensi Lendang Nangka tak kalah dari Desa Sade yang namanya sudah mencuat dikenal dunia.

Baca Juga :

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Mau tau apanya? Kreativitas warganya? Sangat tinggi. Saat dihadapkan pada persoalan sampah, warga Lendang Nangka langsung kompak melakukan gerakan ‘Secangkir Beras Sampah’. Hasilnya? Ada 75 kilogram beras yang bisa dikumpulkan warga setiap bulannya. Beras itu dijual Rp 5.000 per kilogram. Dan uang hasil penjualan digunakan untuk biaya operasional pembersihan sampah, termasuk upah pengangkut sampah. Lendang Nangka
pun sekarang menjelma menjadi daerah yang bersih.

Di sana juga ada ‘Lumbung Darah’, yakni semacam bank darah di tingkat desa. Hal ini dilakukan agar masyarakat Lendang Nangka ketika membutuhkan darah, tidak akan kesulitan mendapatkannya.

Gerakan pengelolaan air minum desanya? Kini banyak ditiru desa lain. Tidak banyak terjadi kebocoran, dalam soal ini. Karena pihak Takmir Masjid turut dilibatkan. Air yang dihasilkan dari PAMDes disalurkan pula ke masjid. Ini kemudian mendorong masyarakat untuk terus menjaga PAMDes ini dengan baik.

“Gerakan partisipasi Desa Lendang Nangka tidak diragukan lagi. Di 2014 desa ini menjadi pemenang lomba desa Anugerah Bintang Selaparang Terintegrasi. Bahkan awal November ini Lendang Nangka terpilih menjadi juara Lomba BUMDES tingkat Nasional. Pengelolaan Simpan Pinjam dan Air Bersih,” ungkap Gubernur NTB M. Zainul Majdi yang didampingi Kadispar NTB Lalu Mohammad Faozal, Senin (14/11).

Yang membuat Zainul happy, Lendang Nangka juga menyimpan sejuta pesona pariwisata. Suasananya? Tak kalah keren Desa Sade, desa yang sudah sangat dikenal wisatawan nusantara dan mancanegara. Wisata alam, budaya, dan religi, komplit bisa sekaligus didapatkan di Lendang Nangka.

Letaknya? Sangat strategis karena berada di antara Desa wisata lainnya seperti Daerah Loyok yang terkenal dengan kerajinan bambunya, Pringgasela dengan kain tenun tradisionalnya, dan Tetebatu yang merupakan lokasi penginapan dengan pemandangan yang sangat indah.

Saking eksotisnya, sudah banyak wisatawan mancanegara yang lalulalang di daerah ini. Rombongan turis yang naik bus wisata, mengendarai motor maupun yang berjalan kaki sudah bukan lagi pemandangan aneh di desa ini.

Yang mau menginap? Ada homestay tradisional yang siap menyapa. Dari homestay H. Radiah, pondok bambu, pondok wire, dan pondok ghiroh, semuanya menyuguhkan suasana rumah yang masih alami. Setiap hari, wisatawan bisa menghirup segarnya udara dan keramah tamahan masyarakat setempat.

Lalu tempat apa saja yang bisa dikunjungi? Dari Desa Lendang Nangka, wisatawan bisa berkunjung ke beberapa tempat wisata alam. Air terjun JERMAN (Jeruk Manis), wisata Otak kokok/ joben, semua bisa disambangi. Selain itu, wisatawan bisa juga menikmati sunrise di pasar tradisional Lendang Nangka. Keriuhan pasar dengan segala aktivitas jual beli yang disiram sinar matahari pagi yang lembut siap memanjakan setiap tamu yang berkunjung ke sana.

Transportasinya? Bisa bermacam-macam. Dari motor, mobil hingga cidomon (kereta kuda khas Lombok, red), siap menemani perjalanan wisatawan. Dan kulinernya? Sangat bervariasi. Dari mulai plecing kangkung, dodol nanas khas Lendang Nangka hingga base keong banyak tersedia di sana.

“Lendang Nangka memiliki kawasan pertanian dan kehidupan masyarakat yang layak untuk dijadikan sebagai objek wisata. Sekarang sudah ada kerja sama masyarakat Lendang Nangka dengan biro perjalanan yang meng-arrange sekitar 40 orang wisatawan asing. Puluhan wisatawan asing ini dua kali seminggu rutin berkunjung ke sana,” ujar Gubernur.

Terkait pengembangan ekowisata, Guberrnur meminta keseriusan aparat desa dan masyarakat Lendang Nangka dalam menyiapkan kawasan tersebut sebagai objek wisata. Dari mulai tempat ibadah, toilet, kuliner harus mulai ditata dengan standar global.

“Tidak perlu mewah atau mahal, yang penting bersih dan rapi. Ketika persiapan sudah matang, pemerintah provinsi dapat mempromosikan daerah tersebut secara resmi,” ujarnya.

Menpar Arief Yahya menyebut wisata budaya itu sangat kuat, karena wisatawan bukan saja melihat puncak acara, tetapi juga proses interaksi masyarakatnya. Itulah jawaban, mengapa wisata berbasis budaya itu lebih sustainable, lebih bertahan lebih lama, kareka keistimewaannya justru ada di dalam kehidupan sosial masyarakat itu sendiri.

“Apalagi alamnya. Bagus! Dan ada kalender event, man made atau ciptaan orang? Lebih heboh lagi!,” kata Arief Yahya. (ADVERTORIAL/Kemenpar RI)

Tags: Kementerian Pariwisata
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Bertabrakan dengan Truk, Anggota Polres Serang Tewas

Next Post

Pemprov Salurkan Bantuan Dana Desa bagi 1.237 Desa

Related Posts

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen
Ekonomi

Kemenpar Siapkan Paket Wisata Lebaran 2026, Tiket Pesawat Ditarget Turun 18 Persen

by Aas Arbi
Jumat, 20 Maret 2026 16:02

JAKARTA, RADARBANTEN.CO.ID – Kementerian Pariwisata (Kemenpar) menyiapkan berbagai paket wisata untuk menyambut libur Idul Fitri 2026, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat...

Read moreDetails

Cisadane sebagai Top 125 Event Nasional

Tanjung Lesung Promosikan Wisata Pandeglang di Wonderful Indonesia Tourism Fair 2025

Festival Seni Multatuli Tidak Masuk Kharisma Event Nusantara Kemenpar RI

Dinas Pariwisata Banten Targetkan 22 Juta Kunjungan Wisatawan di Tahun 2025

Indahhya Wisata Lerang Cibolang di Lebak, Favorit Wisata Keluarga di Lebak

Jumlah Petani di Kabupaten Serang Terus Berkurang, Ada Apa?

Ikan Mas Sinyonya, Ikan Peninggalan Purbakala yang Hampir Punah di Pandeglang

Punya Pantai Terpanjang di Banten, Investor Bonafit Belum Lirik Sektor Pariwisata di Pandeglang

Diskusi Pariwisata Sambil Berlayar di Selat Sunda

Next Post

Pemprov Salurkan Bantuan Dana Desa bagi 1.237 Desa

JB Akan Hadiri Konsolidasi Anggota DPRD Asal PDIP

Raperda Ponpes Tidak Disetujui Kemendagri

Unsera Buka Fakultas Ilmu Hukum dan Matematika

Unsera Buka Fakultas Ilmu Hukum dan Matematika

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32
Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Jumat, 17 April 2026 20:43
Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Jumat, 17 April 2026 19:54
Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Pemkab Serang Kekurangan 20 Ribu Unit PJU

Jumat, 17 April 2026 19:46
Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Dinkes Banten Turun ke Ciboleger, Cek Kesehatan Masyarakat Baduy

Jumat, 17 April 2026 19:25
Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Normalisasi Sungai Karangantu, Prioritas Pemkot Serang

Jumat, 17 April 2026 19:16
Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Ratusan Sekolah Rusak, Dindikbud Kabupaten Serang Minta Bantuan Pemerintah Pusat

Jumat, 17 April 2026 18:32

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

Empat Guru Besar Dikukuhkan, Universitas Esa Unggul Tegaskan Peran Akademisi dalam Menjawab Tantangan Global

by Redaksi
Jumat, 17 April 2026 20:43

RADARBANTEN.CO.ID - Esaunggul.ac.id, Universitas Esa Unggul powered by Arizona State University kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kapasitas akademik dan riset...

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

Pelajar Itu Dibunuh 14 Pelajar, Mayatnya Mengambang di Kali Adem

by Mulyadi
Jumat, 17 April 2026 19:54

Kapolresta Tangerang, Kombes Pol Andi Muhammad Indra Waspada Amirullah, menunjukkan celurit yang digunakan 14 anak terduga pembunuh seorang pelajar, Jumat...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak