slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama Umum

Love Story: Bujang Lapuk Akhirnya Kawin Juga

Redaksi by Redaksi
14-12-2016 10:32:18
in Umum
Love Story

Ilustrasi Love Story (Dok: RB)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

TAK mendapat hati seorang gadis, janda pun jadi. Begitulah nasib yang dialami warga Serang, Unang (37), nama samaran. Setelah sekian lama dan bersusah payah mencari jodoh, akhirnya Unang bertemu juga dengan pasangannya.

Unang yang berstatus bujang lapuk, tak bisa lagi menolak kehadiran seorang wanita untuk mendampingi. Perempuan itu tak lain adalah Neni (30), juga nama samaran, asal Pandeglang. Kisah Unang ini, diceritakan kakak kandung Unang, sebut saja Cecep (40). Katanya, Unang sifatnya pemilih dalam mencari pasangan.

Baca Juga :

Love Story: Dulu Dicampakan, Sekarang Penasaran

Love Story: Istri Lusuh, Suami Abai

Love Story: Awalnya Empati, Lama-lama Jatuh Hati

Love Story: Astaga, Mimpi Kok Jadi Istri Tetangga

Namun, ada yang berbeda dari perangai Unang. Mungkin dinilai Cecep, agak sedikit menyimpang. Unang terlambat kawin karena terlalu pilih-pilih. Tidak tanggung-tanggung, Unang doyan dengan perempuan di bawah umur alias ABG. Bukan atas bawah gede ya, tapi anak baru gede alias gadis berumur belasan.

“Iya, adik saya itu doyan cewek ingusan. Jadinya, susah dapat jodoh. Ya, mana mau cewe ABG sama bujang lapuk?” ungkap Cecep. Banyak zaman sekarang mah Bang. Asal ada pelet Jepang, selesai. Hehehe. “Iya juga sih,” katanya.

Namun, Unang ini lain, jarang ada perempuan yang menyukainya, terlebih gadis ABG. Itu lantaran Unang bukanlah seorang donjuan, melainkan hanya sekuriti sebuah perumahan di Serang. Hanya saja, kadang Unang tidak pernah berkaca. Mengetahui usianya sudah di atas 30 tahun, Unang masih doyan bergaul dengan ABG. Makanya, kelakuan Unang juga layaknya lelaki ABG. Jalan-jalan ke tempat ramai, nonton konser, nonton bioskop, hingga main play station. Unang juga terlibat di karang taruna tingkat RW, kumpulan anak-anak usai 20-an ke bawah.

“Kalau sudah kumpul tuh di karang taruna, gayanya juga sudah kayak ABG aja. Pakai kaus oblong plus celana ketat. Enggak nyadar mukanya udah keriput,” terangnya.

Lantaran itu, Unang kerap kepincut anak-anak karang taruna yang memang didominasi perempuan berusia belasan, setara SMP dan SMA. Setiap ada gadis yang single di karang taruna atau tetangga baru yang masih ABG, pasti ditempel Unang. Seperti biasa, modusnya siap menjadi tempat curhat. Unang sendiri ibarat psikolog, jago memberikan solusi kepada setiap orang yang sedang patah hati. Pembawaannya yang kalem dan bisa memberikan kenyamanan, kerap membuat si gadis ABG terhipnotis.

Unang diajak serius bisa, diajak bercanda makin konyol. Makanya, kepada siapa pun Unang mengajak bicara pasti nyambung dan bisa membuat semua perempuan ingin selalu berada di dekatnya. Meski ujung-ujungnya tak ada yang menempel satu pun kepada Unang.

“Adik saya kan begitu, dekat dekat, ujung-ujungnya suka, terus nyatain. Tapi, enggak kehitung tuh, sudah berapa kali dia ditolak cewek, mungkin ratusan,” ungkapnya.

Setelah mendapat penolakan, Unang biasanya langsung pergi menjauh. Kemudian, dengan penuh percaya diri kembali mencari mangsa baru, yakni gadis ABG lain yang bisa didekati. Tentunya, yang masih single. Meski wajah pas-pasan, tetapi selera Unang terbilang tinggi. Makanya, Unang jarang mendekati gadis yang ukurannya standar. Selera Unang pasti di atas itu. Seperti selera laki-laki hidung belang kebanyakan. Inginnya yang cantik, putih, mulus, tinggi, dan bohai.

“Ya begitu tuh maunya. Berlebihan, hidup pas-pasan, wajah juga pas-pasan, tapi maunya menggapai langit, susah kan!” ucapnya.

Namun, jeleknya Unang. Ketika dia mendapatkan penolakan dari perempuan, suka membuat yang di rumah jadi korban. Suka uring-uringan tak keruan. Harusnya, dengan usia Unang yang terbilang over mapan, lebih bisa mengukur diri. Karena banyak teman cowoknya juga yang memang kebanyakan ABG, sering mengatai Unang yang dinilai tak tahu diri jika menyadari umur.

Cecep tahu ledekan dari rekan-rekannya itu, dari orang kepercayaannya juga yang masih ABG. Katanya, Unang suka jadi bahan tertawaan karena suka kecewa ketika ditolak wanita. Padahal, wanita yang menolaknya itu mayoritas ABG. Tak sesuai dengan Unang yang sudah bangkotan.

“Malah, pernah sampai nangis karena sakit hati sudah ditolak cewek. Alamak, saya bilang cemen amat. Saya bilang, ditolak anak kecil mewek,” ujarnya.

Cecep sempat menasihati Unang agar bisa bergaul dengan orang-orang yang lebih dewasa. Namun, Unang tak pernah mendengarkan. Menurutnya, bergaul dengan anak-anak di bawah seusianya, lebih memberikan motivasi hidup. Soalnya, anak-anak muda rata-rata kreatif dan banyak inspirasi. “Gaul sama anak muda juga katanya bikin awet muda,” katanya.

Padahal, Cecep sering menyarankan Unang agar bergaul dengan yang lebih berpengalaman dan banyak wawasan. Sehingga, otaknya berkembang dan berpikiran maju. Namun, tetap pikiran Unang tidak sampai ke situ, pendek. Soal jodoh, berulang kali baik Cecep maupun orangtuanya sempat memilihkan pasangan untuk Unang, tetapi selalu ditolaknya. Hanya karena, perempuan yang ditawarkan ke Unang selalu berstatus janda.

“Ya, saya dengan orangtua rasional aja. Usia dia kan (Unang-red) sudah di atas 35. Tapi, kita juga pilih-pilih juga. Jandanya nyari yang muda. Tapi, tetap saja Unang menolak, karena bukan pilihannya,” jelasnya. Berkali-kali perempuan yang ditawarkan Cecep selalu ditolak Unang. “Saya paksa, karena usia dia. Adik-adiknya saja sudah pada berkeluarga. Apalagi kakaknya. Unang itu anak ketiga dari lima bersaudara,” terangnya.

Seiring waktu, bertemulah Unang dengan Odah (30), nama samaran. Odah berstatus janda muda beranak dua yang baru saja menjadi tetangga baru. Odah menjanda setelah ditinggal mati suaminya. Mengetahui hal itu, Unang merasa iba. Terlebih, Odah harus mengurusi kedua anaknya sendirian. Sementara Odah kerjanya hanya bantu-bantu di pasar dengan upah seikhlasnya dari majikan. Unang pun mulai mendekati Odah dan sejak itu mereka jadi sering berkomunikasi, baik saat Odah di rumah maupun saat sedang kerja di pasar yang kerap sengaja ditemui Unang.

Merasa nyambung dengan Odah, Unang pun langsung klik. Odah yang juga merasa kesepian, membutuhkan sosok suami yang pengertian dan bisa menafkahi anaknya, tak berpikir panjang untuk menerima Unang. Perkenalan mereka tak lebih dari sebulan, tapi langsung merencanakan pernikahan. Unang dan Odah pun dikabarkan segera melangsungkan pernikahan akhir pekan ini di Pandeglang.

“Alhamdulillah, akhirnya Unang kawin juga. Biar janda, Odah tetap menggoda,” akunya. Uuhhh. “Orangnya baik pula, insya Allah cocoklah,” harapnya. Amin. (Nizar S/Radar Banten)

Tags: Love Story Desember
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Suasana Haru di Ruang Sidang Dahlan, Pengunjung pun Ikut Menangis

Next Post

Niat Jahat Jadi Penentu Nasib Ahok

Related Posts

Love Story
Umum

Love Story: Dulu Dicampakan, Sekarang Penasaran

by Redaksi
Sabtu, 31 Desember 2016 11:02

BAGI kaum laki-laki sebaiknya berpikir ulang sebelum memutuskan sesuatu. Apalagi, menyangkut masa depan dalam memilih pasangan hidup. Jangan sampai salah...

Read moreDetails

Love Story: Istri Lusuh, Suami Abai

Love Story: Awalnya Empati, Lama-lama Jatuh Hati

Love Story: Astaga, Mimpi Kok Jadi Istri Tetangga

Love Story: Obral Janji, Padahal Habis Manis Sepah Dibuang

Love Story: Demi Cinta, Kesal tapi Setia

Love Story: Tergoda Harta, Mantan Jadi Kelinci Percobaan

Love Story: Tega, Kakak Merebut Cintaku

Love Story: Dimadu Ogah, Ya Sudah Selingkuh Saja

Love Story: Makin Kaya Makin Perhitungan

Next Post
Niat Jahat Jadi Penentu Nasib Ahok

Niat Jahat Jadi Penentu Nasib Ahok

Safety

37 Perusahaan di Banten Ajukan Penangguhan UMK 2017

Tiga Alasan Kuat Mengapa Dahlan Harus Dibebaskan

Tiga Alasan Kuat Mengapa Dahlan Harus Dibebaskan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

Selasa, 30 Juni 2026 20:49
Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

Selasa, 30 Juni 2026 20:47
55 Personel Polres Serang Naik Pangkat, Kapolres: Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pengabdian Masyarakat

55 Personel Polres Serang Naik Pangkat, Kapolres: Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pengabdian Masyarakat

Selasa, 30 Juni 2026 20:46
Seleksi Direksi BUMD Banten Diperpanjang, Dua Posisi Masih Kekurangan Pelamar

Seleksi Direksi BUMD Banten Diperpanjang, Dua Posisi Masih Kekurangan Pelamar

Selasa, 30 Juni 2026 20:45
Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang Naik ke Tahap Penyidikan, Polda Banten Periksa Ulang Sejumlah Saksi

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang Naik ke Tahap Penyidikan, Polda Banten Periksa Ulang Sejumlah Saksi

Selasa, 30 Juni 2026 20:43
Kelurahan Grogol Ajukan Perbaikan 22 Rumah Tak Layak Huni ke Dinas Perkim Cilegon

Kelurahan Grogol Ajukan Perbaikan 22 Rumah Tak Layak Huni ke Dinas Perkim Cilegon

Selasa, 30 Juni 2026 20:42
Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

Selasa, 30 Juni 2026 20:49
Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

Selasa, 30 Juni 2026 20:47
55 Personel Polres Serang Naik Pangkat, Kapolres: Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pengabdian Masyarakat

55 Personel Polres Serang Naik Pangkat, Kapolres: Tingkatkan Profesionalisme dan Kualitas Pengabdian Masyarakat

Selasa, 30 Juni 2026 20:46
Seleksi Direksi BUMD Banten Diperpanjang, Dua Posisi Masih Kekurangan Pelamar

Seleksi Direksi BUMD Banten Diperpanjang, Dua Posisi Masih Kekurangan Pelamar

Selasa, 30 Juni 2026 20:45
Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang Naik ke Tahap Penyidikan, Polda Banten Periksa Ulang Sejumlah Saksi

Kasus Dugaan Mafia Tanah di Kota Serang Naik ke Tahap Penyidikan, Polda Banten Periksa Ulang Sejumlah Saksi

Selasa, 30 Juni 2026 20:43
Kelurahan Grogol Ajukan Perbaikan 22 Rumah Tak Layak Huni ke Dinas Perkim Cilegon

Kelurahan Grogol Ajukan Perbaikan 22 Rumah Tak Layak Huni ke Dinas Perkim Cilegon

Selasa, 30 Juni 2026 20:42

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

Kick Off Program Sehati Dimulai di Banten, Desa Bisa Dapat Rp 2,5 Miliar untuk Kembangkan Pangan Lokal

by Ahmad Rizal Ramdhani
Selasa, 30 Juni 2026 20:49

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Kemendes PDT) menjalin kerja sama dengan World Bank atau Bank Dunia...

Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

Anak Kepala Dindikbud Banten Gagal Lolos SPMB 2026, Tidak Diterima di 2 Sekolah Favorit

by Yusuf Permana
Selasa, 30 Juni 2026 20:47

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Anak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dindikbud) Banten, Jamaluddin, dipastikan tidak lolos dalam Seleksi Penerimaan Murid Baru...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak