SERANG – Suasana berbeda terlihat di Rutan Kelas II B wanita yang berlokasi di Jl Mayor Syafe’i No 118, Kota Serang.
Para warga binaan sibuk menggerakkan jemari merangkai tisu dan pandan menjadi sebuah karya. Tak hanya itu mereka juga mengikuti berbagai pelatihan lain seperti, menjait, merias hingga keterampilan dibidang perikanan.
Sekretaris pelayanan bimbingan kerja Rutan Kelas II B,Dewi mengatakan, seminggu sekali warga binaan diberikan kegiatan pelatihan keterampilan seperti menjahit hingga merias. Dirinya berharap dengan adanya pelatihan tersebut, para warga binaan dapat menyalurkan dan memanfaatkan keterampilan yang di dapat setelah keluar dari rutan. “Saat ini masih untuk di pajang, dan semoga setelah keluar, mereka bisa melanjutkan apa yang telah diberikan disini,” katanya, Jumat (28/4).
Menurutnya, selain untuk memberikan keterampilan, kegiatan tersebut juga bertujuan untuk memberikan hiburan bagi para warga binaan yang menjalani masa tahanan di lapas. Pasalnya acara-acara seperti ini dirasakan sangat bermanfaat bagi warga binaan sebagai bekal mereka di masyarakat nanti.”Mudah mudahan apa yang berikan bisa dimanfaatkan” katanya.
Di tempat yang sama, Ajad Sudrajat staf pelayanan bimbingan kerja Rutan Kelas II B Serang mengatakan, kegiatan bimbingan karya (Bingkar) di ikuti oleh para warga binaan. Ia mengaku meski masih sedikit yang mengkitu kegiatan tersebut, namun karya yang sudah di hasilkan cukup populer. Saat ini kata dia, di rutan kelas II B Serang diajarkan beberapa keterampilan seperti di bidang perkayuan, pertukangan, kebersihan, dan perikanan.
“Dibidang perikanan kita sudah melakukan penetasan ikan KOI dan ikan lele. Semepata untuk kaya lain, keterampilan menggunakan limbah kayu, palet, dan jati belanda untuk dibuat bangku dan yang lain. Saat ini kita lagi dapat pengerjaan buat di Kafe, dulu pernah mengerjakan pembuatan dari limbah koran, pembuatan asbak. Sekarang yang sedang berjalan di permebeleran,” ujarnya.
Ia menambahkan, untuk saat ini hasil dari warga binaan baru untuk dipamerkan mengingat produksi saat ini belum terlalu banyak dan Sumber daya Manusia (SDM) yang masih terbatas. Dan untuk keterampilan di bidang kayubaru dilakukan sekitar 3 bulan. “Untuk perkayuan baru 3 bulan, sebelumnya di limbah koran. Karena dari warga binaan kan ada yang memiliki bakat dan tidak. Yang memiliki bakat ini kita arahkan,” katanya.
Selain pelatihan keterampilan, program yang dijalankan Lapas Klas II B Serang juga melakukan pembinaan dibidang kerohanian terhadap warga binaanya sesuai dengan kepercayaan agama yang dianut. “Khusus untuk yang beragama muslim dalam hal ini dilaksanakan tausiyah agama oleh ustad di masjid yang ada di Lapas ini,” ungkapnya. (Wirda Garizahaq/risawirda@gmail.com)








