MULUT Ego Firnando terlihat seperti komat-kamit. Dari mulutnya keluar bunyi yang nyaris sama dengan suara drum. Pria berusia 20 tahun itu rupanya sedang mempraktikkan bunyi alat musik drum.
Dia biasa latihan di Lapangan Ahmad Yani, Kelurahan Sukarasa, Kecamatan Tangerang, Kota Tangerang. Baginya Alun-alun Kota Tangerang itu tempat yang pas buat latihan. Biasanya dia latihan bersama komunitas beatbox.
Kepiawaian Ego memainkan beatbox, membuat dirinya langganan meraih penghargaan. Prestasi tertinggi ketika mengikuti festival Beatbox Battle Royale yang digelar di Singapura tahun 2016. Dirinya mampu meraih juara dua. Sementara juara pertama berasal dari Jepang.
Sementara di Indonesia pernah juara nasional lewat Java Beatbox Festival yang digelar di Jawa Tengah. Kemudian juara pertama dua kali saat digelar di Kota Tangerang. Kegiatan itu diselenggara kan Hexos Beatbox Festival yang diadakan di TangCity Mall.
Saat ini kegiatan Ego, selain aktif di komunitas Beatbox Tangerang juga kuliah di Universitas Pamulang, menjadi juri beatbox, dan juga mengajar ekstrakurikuler seni beatbox di sejumlah sekolah.
Dia mengakui mencintai beatbox lantaran awalnya melihat orang melakukan seni ini. Lantas ia mencari tahu lewat youtube. Kemudian sambil bertanya-tanya kepada yang mengerti seni beatbox. ”Tapi saya juga banyak otodidaknya,” katanya kepada Radar Banten saat ditemui di Alun-alun Kota Tangerang, Kamis (4/2).
Meski banyak meraih prestasi, dirinya masih merasa belum puas. Alasannya, masih banyak orang yang belum mengenal seni beatbox ini. Sebab itu, pria yang tinggal di Jalan Subandi, Margasari, Kecamatan Karawaci, Kota Tangerang, ini melakukan terobosan ke sekolah sekolah untuk mengenalkannya.
Hasilnya sejumlah sekolah mau menerima keterampilan ilmunya lewat ekstraku rikuler. Untuk masuk ke institusi pendidikan ternyata bukan perkara mudah. Ia harus membuat proposal dan itu dia lakukan.
Ego mengatakan, permintaan dari sekolah banyak. Terutama para siswa. Karena terkendala birokrasi maka sekolah kurang mersespons. Ego sendiri pernah mengalami kejadian tak menyenangkan.
Saat itu dirinya sedang memberi materi dan praktik beatbox di dalam kelas, tiba-tiba sejumlah siswa keluar kelas. Akibatnya siswa lain konsentrasinya terganggu.
Ego yang juga pandai menirukan suara alat musik terompet, sirene bahkan suara robot menginginkan remaja di Kota Tangerang mengenal seni musik ini. Menurutnya, dengan mengenal ke giatan ini setidaknya bisa mencegah kegiatan negatif remaja. (Iwan Setiawan/Radar Banten)









