MENTERI Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur membeberkan penyakit birokrasi Indonesia.
Dia mendiagnosis sedikitnya ada tiga penyakit birokrasi di Indonesia. Pertama, tidak ada kepastian pelayanan. Kemudian tidak ada transparansi.
“Dan yang masih sering dikeluhkan adalah birokrasi yang lambat,” jelas Asman di sela Rapat Koordinasi Nasional Badan Kepegawaian Negara (BKN) di Jakarta (10/5), dilansir JawaPos.com.
Politikus PAN itu menjelaskan, sudah menyiapkan lima jenis obat untuk mengatasi penyakit birokrasi itu. Sebab masyarakat mengidamkan birokrasi yang efektif, efisien, serta berkualitas.
Kelima obat penyakit birokrasi itu adalah, peningkatan efisiensi birokrasi. Kemudian penataan kelembagaan dan penerapan sistem pemerintahan berbasis elektronik. “Atau biasa dikenal e-gov,” tandasnya.
Obat berikurnya adalah penataan sistem manajemen PNS. Ini meliputi sistem rekrutmen, pelatihan, pendidikan, dan kepangkatan. Dan yang terakhir adalah program percepatan peningkatan pelayanan publik. “Lima fokus perbaikan ini bisa menghasilkan birokrasi yang modern,” pungkasnya. (wan/JPK)










