SERANG – Hari Raya Idul Fitri sebentar lagi. Biasanya, Lebaran diidentikkan dengan baju baru. Bahkan, tak sedikit juga keluarga yang sengaja membuat baju seragam agar saat Lebaran tampil lebih menawan.
Pemilik Butik Ranaya, Adi Liana mengatakan, untuk Lebaran tahun ini, ada 30 keluarga yang membuat pakaian seragam untuk merayakan hari kemenangan. “Setiap tahun, tren yang membuat baju seragaman untuk Lebaran semakin bagus,” ujar perempuan yang akrab disapa Neng ini, Jumat (2/6).
Kata dia, mayoritas pemesan baju seragaman adalah kalangan menengah ke atas yang berasal dari Kota Serang maupun luar Kota Serang. Bahkan, dari Jakarta juga ada. Harga yang dibanderol pun beragam. Tahun ini, pembuatan baju dimulai dari harga Rp1,6 juta sampai Rp4 juta.
“Harga itu tergantung desain dan bahan,” tuturnya. Biasanya ia menawarkan desain yang sudah tersedia di butiknya yang berada di Jalan Raya Ciwaru, Warungpojok. Namun, apabila menggunakan desain sendiri, harga yang dikenakan akan lebih mahal. Selain desain, bahan juga sangat memengaruhi harga.
Ia sendiri sudah menerima pesanan sejak Januari. Dua pekan sebelum Ramadan, ia sudah menutup pesanan agar pakaian yang dihasilkan maksimal. Untuk pembuatan satu set pakaian keluarga dibutuhkan waktu minimal satu minggu. “Kalau menggunakan payet, akan lebih lama,” tuturnya.
Saat ini, yang sedang tren adalah bahan satin dengan model polos. Warna yang paling dominan adalah abu-abu dan biru dongker. Selain itu, warna-warna dusty juga tetap diminati.
Awalnya, tidak sengaja membuat baju seragaman. “Awalnya pakai sendiri buat keluarga, eh banyak yang senang. Jadi pesan. Lama-kelamaan makin banyak,” ujarnya.
Ulfa, salah seorang warga Kota Serang mengaku hampir setiap tahun membuat baju seragaman untuk keluarganya. “Kalau tidak menjahit, minimal beli dengan warna yang senada,” tuturnya.
Bagi ibu dua anak ini, menggunakan baju yang sama saat Lebaran adalah sesuatu yang menyenangkan. “Lucu saja warnanya samaan. Biar kompak,” ujar Ulfa sembari tersenyum. (Rostinah/RBG)










