slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Berita Utama

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (6): Keluarga Tercerai-berai Saat Pergantian Dinasti

Redaksi by Redaksi
03-06-2017 12:03:13
in Berita Utama, Featured, Sosial Budaya
Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (6): Keluarga Tercerai-berai Saat Pergantian Dinasti

KELUARGA CHENG HO: Zheng Zi Hai menunjukkan prasasti tentang Cheng Ho di Masjid Jingjue kawasan Nanjing. FOTO: BOY SLAMET/JAWA POS

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

PADA masa Dinasti Ming, keluarga besar Cheng Ho sangat dihormati. Mereka diberi lahan khusus untuk ditempati bersama. Satu kompleks. Lokasi itu bernama Ma Fujie (baca: Ma Fucie). Namun, mereka tercerai-berai ketika kekuasaan beralih ke Dinasti Qing.

Penelusuran jejak Cheng Ho ke Nanjing mempertemukan kami dengan Zheng Zhi Hai. Dia merupakan koordinator keturunan Cheng Ho sekaligus pengurus Masjid Jingjue dan Sekretaris Nanjing Zheng He Yen Jiu Hui (kelompok peneliti Cheng Ho) di Nanjing.

Baca Juga :

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Taman Nasional Cheng Ho Paling Lengkap

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Dari Taicang Penjelajahan Dunia Dimulai

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Makam Berisi Jubah dan Topi Kebesaran

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Kunjungan Balasan, Raja Brunei Meninggal

Yang dimaksud keturunan di sini tentu saja bukan keturunan langsung Cheng Ho. Sebab, sejak remaja dan ditawan tentara Dinasti Ming, Cheng Ho langsung dikebiri. Zheng Zhi Hai mengaku sebagai keturunan ke-19 dari Ma Wengming, kakak Cheng Ho.

“Memang beliau (Cheng Ho-red) tidak bisa punya anak. Tapi, kakaknya bisa. Anak kakaknya itu yang kemudian diambil sebagai anak angkat dan menjadi perwira di angkatan laut juga,” ujar pria 58 tahun tersebut kepada Jawa Pos yang menemuinya di Masjid Jingjue, kemarin.

Menurut dia, dulu di masa Dinasti Ming, keturunan Cheng Ho sangat dihormati. “Kami diberi satu kompleks lahan rumah di kawasan Ma Fujie di Nanjing,” katanya.

Kawasan itu diberikan langsung oleh Kaisar Zhu Di untuk keluarga Cheng Ho dan keturunannya. Tujuannya, mereka dapat berkumpul dalam satu kawasan. “Letaknya dekat sini (Masjid Jingjue-red),” katanya. Keistimewaan lain, anak angkat Cheng Ho (anak kandung Ma Wengming-red) langsung menjadi perwira dalam jajaran Angkatan Laut Dinasti Ming.

Namun, keistimewaan itu hanya bertahan dalam satu dinasti. Ketika Dinasti Ming terusir oleh Dinasti Qing, kompleks tempat tinggal keluarga Cheng Ho tersebut dilenyapkan beserta seluruh isinya. “Saya maupun keturunan yang lain tak punya hak apa pun lagi atas tempat itu,” ucap Zheng.

Yang lebih tragis, menjadi keturunan Cheng Ho ketika itu malah merupakan petaka. Tidak hanya diusir dari Ma Fujie, tetapi juga dikejar-kejar untuk dihabisi. Ya, dalam pergeseran dinasti, selalu terjadi pelenyapan generasi. Juga, keturunan keluarga Cheng Ho dipandang sebagai salah satu keturunan dalam Dinasti Ming yang harus dihabisi.

Kondisi itu membuat keturunan Cheng Ho tersebar ke mana-mana. Bahkan, ada yang lari sampai Chiang Mai, Thailand Utara. “Tapi, kebanyakan berada di Yuxi, Beijing, Shanghai, dan Nanjing,” kata Zheng.

Zheng menyebutkan, di Nanjing hanya ada sekitar 30 keluarga keturunan Cheng Ho. “Tapi, kami selalu berkomunikasi. Layaknya keluarga pada umumnya,” ucap dia.

Meski terpencar ke mana-mana, keluarga besar itu memiliki agenda rutin untuk berkumpul. “Kami punya jadwal bertemu keluarga besar,” kata Zheng. Reuni keluarga besar itu dibarengkan dengan pelaksanaan konferensi internasional tentang Cheng Ho lima tahun sekali. Kegiatan itu kali terakhir dilakukan pada 2015. Agendanya, selain konferensi adalah penelusuran situs-situs Cheng Ho di Kunyang dan Nanjing. Biasanya sekitar 150 orang dari keluarga besar Cheng Ho yang bisa berkumpul.

Seusai wawancara, Jawa Pos langsung mendatangi kawasan Ma Fujie. Ternyata memang sudah tidak ada bekas apa pun yang menunjukkan bahwa kawasan itu adalah situs penting Cheng Ho. Kawasan Ma Fujie kini menjadi area niaga besar dengan nama Baixai.

Zheng juga sangat menyesalkan pemusnahan dokumen-dokumen penting tentang pelayaran Cheng Ho oleh Dinasti Qing. “Semua catatan dirusak dan dihilangkan. Hanya beberapa yang masih bisa diselamatkan seperti catatan sejarah Ma Huan (sejarawan muslim yang ikut pelayaran Cheng Ho-red),” terangnya.

Untuk itulah, lanjut Zheng, tujuan komunitasnya adalah melestarikan catatan sejarah berharga tersebut. “Saya yakin akan bertahan lama. Sebab, saya juga punya anak yang akan meneruskan saya,” kata pria yang selama 40 tahun menggeluti penelitian tentang pencapaian kakek moyangnya tersebut. (*)

Wawancara dengan Zheng Zhai Hai, Keturunan Keluarga Cheng Ho

Koordinator Keluarga Cheng Ho, Zheng Zhai Hai bercerita banyak soal moyangnya tersebut. Mulai silsilah, penjelajahan, hingga hubungannya dengan Indonesia. Inilah.

Cheng Ho sangat terkenal di Indonesia. Anda mengetahuinya?

Ya. Dan, itu juga saya sayangkan. Sebab, monumen di Malaysia jauh lebih megah dan lebih besar daripada yang ada di Indonesia. Kenapa bisa terjadi? Padahal, peninggalan Cheng Ho di Indonesia jauh lebih banyak.

Tapi, kami punya banyak Masjid Cheng Ho, juga kelenteng, dan sejumlah monumen lainnya?

Hahaha, iya, saya tahu. Sudah lama juga saya ingin pergi ke Indonesia. Namun, belum ada waktu yang tepat. Indonesia memang sangat dekat dengan kami. Juga, sering dibahas dalam konferensi tentang pelayaran Cheng Ho.

Apakah benar Cheng Ho keturunan Rasulullah saw?

Dari penelitian dan literatur yang kami dapatkan, saya meyakininya. Sebab, nenek moyang kami adalah sayyid sayyidina dari Bukhara. Beliau yang memindah ibukota Provinsi Yunnan dari Tayli ke Kunming.

Sebagai keturunan orang besar di Tiongkok, adakah privilege (hak istimewa) yang didapatkan dari pemerintah?

Jika dari kalangan muslim Tiongkok, pasti. Dari pemerintah pun iya. Mereka bahkan mengucurkan dana untuk kegiatan kami. Tapi, jumlahnya tidak besar. Sering kegiatan kami lakukan dengan uang dari kantong sendiri. Soal perlakuan khusus, tidaklah. Kami sama dengan warga lain.

Anda sekretaris komunitas peneliti Cheng Ho, ketuanya juga keturunan Cheng Ho? Apa saja kegiatannya?

Tidak, ketuanya bukan keturunan Cheng Ho. Di komunitas peneliti itu, hanya saya yang merupakan keturunan Cheng Ho. Kegiatannya terus melakukan pengkajian dan menggelar seminar internasional tiap tiga tahun dan lima tahun. Yang lima tahun sekali yang besar. Bisa habis anggaran CNY2 juta (Rp4 miliar).

Ada dua teori mengenai jalur pelayaran Cheng Ho. Terutama pelayaran keenam. Ada yang bilang sampai Afrika Timur, tapi ada yang bilang sampai keliling dunia. Mana yang benar?

Nah, itu selalu menjadi topik pembahasan yang tak kunjung selesai dalam seminar kami. Dari bukti-bukti yang sudah diverifikasi, tidak ada bantahan lagi, memang hanya sampai ke Afrika Timur.

Tapi, tidak tertutup kemungkinan memang sampai keliling dunia. Apalagi, dari ratusan kapal, bisa jadi ada satu rombongan yang memisahkan diri atau terpisah. Jadi, mereka menyusuri daerah-daerah lain. Karena itulah, banyak bangkai kapal armada Cheng Ho yang sampai di Amerika. Teori itu masih terus dikaji.

Misi apa yang sebenarnya dibawa Cheng Ho? Apakah dia mempunyai misi menyebarkan Islam dengan menumpang misi yang diberikan Kaisar Zhu Di?

Saya kira itu berjalan beriringan. Tujuan muhibah pelayaran dari kaisar sebenarnya adalah misi persahabatan, perdagangan, dan diplomasi. Bukan penaklukan. Sementara, misi dakwah sendiri muncul karena Cheng Ho seorang muslim. Dengan begitu, sebagai muslim, otomatis pendekatan yang dilakukan tentu sebagai muslim pula. Saya pikir itulah yang membuat Cheng Ho begitu mendapat tempat di hati muslim negara-negara di Asia Tenggara. Tidak pernah ada penaklukan dengan kekerasan, selalu bersahabat, menawarkan perlindungan. (JPG/RBG)

Tags: Cheng Ho
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Polda Banten akan Pantau Aktivitas Keluarga Terduga Teroris

Next Post

Lebaran Makin Menawan dengan Pakaian Seragam

Related Posts

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Taman Nasional Cheng Ho Paling Lengkap
Berita Utama

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Taman Nasional Cheng Ho Paling Lengkap

by Redaksi
Selasa, 13 Juni 2017 09:27

DARI semua taman nasional Cheng Ho di Tiongkok, yang berada di Suzhou memang bukan yang terbesar. Luasnya hanya 3.300 meter...

Read moreDetails

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Dari Taicang Penjelajahan Dunia Dimulai

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Makam Berisi Jubah dan Topi Kebesaran

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Kunjungan Balasan, Raja Brunei Meninggal

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Tembok Tebal Bikin Penduduk Tenang

Menelusuri Jejak Laksamana Cheng Ho: Pemerintah Beri Gaji Pengurus Masjid

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (5): Yangtze, Sungai Terpenting Selama 2.000 Tahun

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (4): Kapal Raksasa Itu Dibuat di Sungai

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (3): Menggelandang Bersama Majikan

Menelusuri Perjalanan Cheng Ho (2): Nasib Berubah setelah Ditangkap Musuh

Next Post
Lebaran Makin Menawan dengan Pakaian Seragam

Lebaran Makin Menawan dengan Pakaian Seragam

Raih WTP, Kinerja Pemkab Lebak Diapresiasi

Raih WTP, Kinerja Pemkab Lebak Diapresiasi

Pilkada Kota Serang Jadi Alasan Wahyudin Tinggalkan Partai Berkarya

Pilkada Kota Serang Jadi Alasan Wahyudin Tinggalkan Partai Berkarya

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

Senin, 8 Juni 2026 21:11
Wali Kota Cilegon Robinsar.

Wali Kota Cilegon Nilai 70 Persen Trotoar di Jalan Protokol Sudah Tidak Layak

Senin, 8 Juni 2026 18:03
Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan Zeka Bachdi saat foto bersama dengan para atlet.

Pemkot Serang Siapkan Bonus Bagi Atlet Popda dan Peperda 2026 yang Bawa Medali

Senin, 8 Juni 2026 17:52
Dua orang jemaah haji yang mengalami luka ringan pada saat menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang.

Bus Rombongan Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Terlibat Kecelakaan Saat Menuju Asrama Haji

Senin, 8 Juni 2026 17:32
Staf Kecamatan Mauk saat melakukan apel Senin, Senin 8 Juni 2026.

Camat Mauk Minta Maaf Soal Video Pegawainya Viral Bermain PlayStation Saat Jam Kerja

Senin, 8 Juni 2026 16:49
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah saat rapat dengan FSPP Lebak di ruang kerja Wakil Bupati Lebak.

Amir Hamzah Pimpin Rapat Program Santri Fakyat dengan FSPP

Senin, 8 Juni 2026 16:22
Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

Senin, 8 Juni 2026 21:11
Wali Kota Cilegon Robinsar.

Wali Kota Cilegon Nilai 70 Persen Trotoar di Jalan Protokol Sudah Tidak Layak

Senin, 8 Juni 2026 18:03
Wali Kota Serang Budi Rustandi, dan Zeka Bachdi saat foto bersama dengan para atlet.

Pemkot Serang Siapkan Bonus Bagi Atlet Popda dan Peperda 2026 yang Bawa Medali

Senin, 8 Juni 2026 17:52
Dua orang jemaah haji yang mengalami luka ringan pada saat menjalani perawatan di RSUD Kota Tangerang.

Bus Rombongan Jemaah Haji Asal Kabupaten Serang Terlibat Kecelakaan Saat Menuju Asrama Haji

Senin, 8 Juni 2026 17:32
Staf Kecamatan Mauk saat melakukan apel Senin, Senin 8 Juni 2026.

Camat Mauk Minta Maaf Soal Video Pegawainya Viral Bermain PlayStation Saat Jam Kerja

Senin, 8 Juni 2026 16:49
Wakil Bupati Lebak Amir Hamzah saat rapat dengan FSPP Lebak di ruang kerja Wakil Bupati Lebak.

Amir Hamzah Pimpin Rapat Program Santri Fakyat dengan FSPP

Senin, 8 Juni 2026 16:22

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

Kerja Sama IWAPI dengan Tiga Kementerian Support Kemajuan Pengusaha Perempuan

by Abdul Rozak
Senin, 8 Juni 2026 21:11

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Pengusaha perempuan di Provinsi Banten bakal bekerjasama dengan tiga Kementerian untuk memaksimalkan usaha kaum hawa di tanah...

Wali Kota Cilegon Robinsar.

Wali Kota Cilegon Nilai 70 Persen Trotoar di Jalan Protokol Sudah Tidak Layak

by Adam Fadillah
Senin, 8 Juni 2026 18:03

CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Wali Kota Cilegon Robinsar menilai kondisi trotoar di sepanjang jalan protokol Kota Cilegon saat ini sudah memerlukan...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak