CILEGON – Penjualan tiket online pelabuhan penyeberangan Merak-Bakauheni masih rendah. Masyarakat lebih banyak yang memilih membeli tiket secara langsung di loket PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak.
Sekertaris Jenderal Kementerian Perhubungan Sugihardjo mengungkapkan sejak sistem tiket online diresmikan penjualannya hanya mencapai sekitar 15 sampai 20 persen dari keseluruhan tiket penyeberangan yang telah terjual di Pelabuhan Merak-Bakauheni.
“Mungkin karena ini baru pertama kali jadi sebagian masyarakat belum terbiasa. Padahal gerainya telah kita sebar di seluruh yang tidak hanya di ASDP,” ujar Sugihardjo saat meninjau Pelabuhan Merak, Jumat (23/6).
Ia menjelaskan dari sebanyak 17 gardu gerbang masuk penumpang kendaraan roda empat dan lebih ada 3 gardu yang disediakan untuk pembeli tiket secara online. “Karena sudah ada transaksi jadi pertransaksi jadi lebih cepat dibandingkan yang membayar langsung. Kecepatan antrean, kecepatan di gardu, dan kecepatan menaiki kapal,” katanya.
Sugiharto mengimbau agar pemudik lebih cerdas dan memilih waktu perjalanan yang tepat dengan cara membeli tiket melalui online. ” Kami menghimbau masyarakat untuk menggunakan fasilitas online agar pelayanannya lebih cepat dan lebih baik,” tuturnya.
Sementara itu, General Manager PT. ASDP Indonesia Ferry Cabang Utama Merak, Tommy L Kaunang menyebutkan juga telah menyediakan gardu khusus untuk penumpang kendaraan roda dua yang membeli tiket secara online. Dari 23 gerbang ada 2 gerbang yang dikhsuskan untuk pembeli tiket secara online itu. “Cuma peminatnya kurang. Jadi kita isi dengan yang biasa juga,” ucapnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)











