CILEGON, RADARBANTEN.CO.ID – Pemerintah berharap arus mudik Lebaran 2026 tidak menumpuk pada hari tertentu.
Dengan rentang waktu libur yang cukup panjang, masyarakat diharapkan dapat mengatur waktu perjalanan lebih fleksibel.
Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno saat melakukan kunjungan kerja ke Pelabuhan Merak Jumat 13 Maret 2026.
Menurut Pratikno, prediksi arus mudik diperkirakan mulai meningkat pada 18 Maret 2026, sementara arus balik diperkirakan terjadi pada 29 Maret 2026.
Namun demikian, pemerintah berharap pergerakan masyarakat dapat tersebar dalam beberapa hari sehingga tidak terjadi penumpukan kendaraan di jalur utama maupun pelabuhan.
“Memang prediksi mudik itu tanggal 18 Maret dan arus balik 29 Maret. Tetapi kita harapkan arus mudik bisa tersebar di beberapa hari sehingga tidak menumpuk di waktu tertentu,” ujarnya.
Ia menjelaskan, potensi penyebaran arus mudik cukup besar karena periode libur tahun ini relatif panjang.
Bahkan sejak pertengahan Maret, masyarakat sudah memasuki periode akhir pekan yang kemudian disambung dengan sejumlah kebijakan libur nasional.
Selain itu, pemerintah juga memberikan kebijakan Flexible Working Arrangement (FWA) bagi aparatur sipil negara (ASN) sehingga memungkinkan mereka bekerja dari lokasi mana saja.
“Kita mulai dari akhir pekan, kemudian ada fleksibel working arrangement untuk ASN, lalu disambung dengan cuti bersama, Hari Raya Nyepi, Idul Fitri, dan fleksibel working arrangement lagi,” jelasnya.
Dengan pola libur yang panjang tersebut, ASN diperkirakan baru kembali masuk kerja pada 30 Maret 2026.
Karena itu, pemerintah berharap masyarakat dapat memanfaatkan rentang waktu tersebut untuk mengatur jadwal perjalanan secara lebih baik.
“Dengan rentang waktu yang panjang ini, kita harapkan distribusi arus mudik bisa merata sehingga tidak terkumpuk pada hari tertentu,” katanya.
Editor Daru











