SERANG – Pembinaan petinju usia dini yang dikembangkan oleh Pengprov Pertina Banten tidak terhenti hanya dengan menggelar kejuaraan daerah (kejurda). Pengprov pimpinan Ebrown Lubuk juga menyiapkan atlet junior untuk tampil di pentas nasional dengan ambil bagian di Kejurnas Tinju Junior dan Youth yang akan digelar di Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) pada 1-7 Agustus.
Sebanyak tujuh petinju akan diterjunkan Pengprov Pertina Banten pada single event tersebut. Ketujuh petinju yang terpilih adalah petinju yang meraih prestasi pada Kejurda Tinju Junior 2017 di Pandeglang, medio April.
Ketujuh petinju tersebut, yakni dua petinju asal Kota Tangerang yaitu Erick Evander Lasi (kelas 60 kilogram) dan Akhsan Novandri (kelas 64 kilogram). Dua petinju dari Kota Tangerang Selatan, Fariz (kelas 52 kilogram) dan Febri (kelas 57 kilogram) serta sisanya dari Kabupaten Lebak M Yuliansyah (kelas 48 kilogram), Kota Serang, Yohanes (kelas 50 kilogram), dan Kota Cilegon diwakili Tarsono (kelas 46 kilogram).
Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengprov Pertina Banten, Raymond Alfons mengatakan, pada kejurnas nanti Pengprov Pertina Banten tidak mengusung target yang muluk-muluk. Selain untuk menambah pengalaman dan jam terbang bertanding, kejurnas nanti juga untuk mengasah mental petarung petinju Banten. “Mereka kebanyakan baru menggeluti tinju, jadi kami hanya meminta mereka bisa tampil dengan kemampuan terbaik dan jangan kalah di pertandingan pertama. Tapi dari kekuatan petinju Banten yang akan tampil, kami punya harapan prestasi bagus pada beberapa petinju. Hanya saja kami tidak mau membebani mereka dengan target,” kata Raymond kepada Radar Banten, Selasa (25/7).
Raymond menambahkan, bila melihat peta kekuatan tinju junior nasional saat ini masih dikuasai wilayah timur, seperti tuan rumah NTT, Maluku, dan Papua. “Kita harus belajar dari mereka soal pembinaan petinju usia dini. Selain banyak bakat, mereka juga mendukung olahraga tinju masuk sekolah sebagai kegiatan ekstar kurikuler. Nah kita akan pelajari itu,” imbuhnya.
Wakil Ketua Pengprov Pertina Banten, Yosa Sayata mengungkapkan, sebenarnya Banten masih punya potensi meraih medali di Kejurnas Tinju Junior dan Youth kali ini. Peluang prestasi itu ada dari petinju putri asal Kabupaten Tangerang, Ghyta Gemilang. Sayangnya Ghyta menghadapi kendala terkait perizinan pindah dari atlet tarung derajat ke tinju.
“Ghyta merupakan peraih medali emas pada Kejurda Tinju Junior Banten. Tapi Ghyta tidak mendapat izin pindah menjadi atlet tinju. Kami sedang usahakan agar kendala yang dihadapi Ghyta bisa segera selesai sebelum kejurnas. Kami sedang melakukan koordinasi dan komunikasi dengan pihak terkait,” ujarnya. (Andre AP/RBG)









