• Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
Home Berita Utama

Kisah Sukses Eti Suhaeti, Penjual Kerupuk Jengkol dari Gang Mandor

Aas Arbi by Aas Arbi
Rabu, 9 Agustus 2017 23:36
in Berita Utama, Bisnis, Featured, Wirausaha
Kisah Sukses Eti Suhaeti, Penjual Kerupuk Jengkol dari Gang Mandor

Produknya Jadi Cenderamata Hari Keluarga Nasional di Lampung. Keuletan Eti Suhaeti menekuni bisnis kerupuk jengkol menuai hasil. Kini, produknya makin terkenal. Tak cuma di pasar dalam negeri, makanan ringan buatan ibu dua anak ini tembus sampai Jerman. Bagaimana ceritanya? Berikut ini kisahnya.

TANGSEL – Tak Sulit sampai ke rumah Eti, di Gang Mandor, Kelurahan Baktijaya, Kecamatan Setu, Kota Tangsel. Sejumlah warga dalam radius 500 meter, langsung menunjukkan arah menuju rumah si tukang kerupuk jengkol itu.

RelatedPosts

Balai Latihan Poliran

Kantah Kota Serang Serahkan Sertipikat Tanah untuk Balai Latihan Poliran Polda Banten

Senin, 2 November 2026 19:14
Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel Masih Dihadapkan pada Kemacetan, Salah Satu Penyebabnya Parkir Liar

Senin, 2 November 2026 19:07
Pilkades serentak Kabupaten Serang

DPMD Kabupaten Serang Hitung Anggaran Pilkades Serentak 2027, Butuh Rp 35,3 Miliar

Senin, 2 November 2026 18:36
Bendungan Karet Cibanten

Dukungan Presiden Prabowo dan Gubernur, Budi Rustandi Kawal Perbaikan Bendungan Karet Cibanten

Senin, 2 November 2026 18:32

Rumah wanita berusia 41 tahun itu cukup asri ketika Radar Banten, Rabu (9/8) siang bertamu. Beberapa pekerja tampak sibuk memasukkan kerupuk ke dalam kemasan plastik. Tampak juga pekerja yang mengolah serta menggoreng kerupuk. Masing-masing pekerja asyik dengan aktivitasnya. Rumah seluas 100m2 itu, sekaligus menjadi pabrik produksi.

Di sisi kiri ruangan berukuran 4×5 meter itu produksi kerupuk jengkol dimulai. Tumpukan plastik kerupuk tersusun rapi di rak-rak tersebut. Saat itu, Eti sedang mengobrol dengan salah satu pekerjanya. Selintas terdengar, obrolan berkisar pesanan yang harus dikirim. Pembicaraan mereka berlangsung sekira 10 menit. Selesai itu, dia mempersilakan Radar Banten masuk ke ruang tamu.

Dari luar terlihat beberapa foto pernikahan tersusun rapi di dinding ruang tamu bercat putih. ”Masuk Pak. Sini, di dalam saja,” kata Eti membuka obrolan. Sesaat, Eti membuka ponsel guna memastikan pengiriman sudah sampai.

Lalu, dia mulai berkisah tentang bisnisnya ini. Awalnya, Eti hanya guru taman kanak-kanak (TK). Kebetulan sang suami, sudah terjun lebih dahulu ke bisnis kerupuk. Usaha ini, merupakan bisnis rintisan keluarga secara turun temurun.

Namun, dalam perjalanannya, bisnis ini tidak selamanya mulus. Beberapa kali terpuruk. Puncaknya pada 2009. Saat itu bisa dibilang sedang terjun bebas. Bahkan untuk bisa produksi harus utang sana-sini.

Melihat kondisi tersebut, Eti memberanikan diri bertanya pada temannya. Dari situ, Eti mendapatkan informasi ada program pemerintah buat usaha kecil menengah (UKM).

Ia pun memberanikan diri bertanya ke kelurahan sambil membawa berkas usahanya. Ternyata, satu bulan tidak ada jawaban.

Hingga akhirnya di awal 2010 ada seseorang yang mengaku dari kecamatan memberikan undangan. Isinya tentang kegiatan bimbingan teknis yang diadakan Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah.

”Saya bingung, ada yang ngasih undangan. Katanya dari dinas. Sempat bertanya kok bisa tahu usaha saya? Jawabannya dari berkas kelurahan yang dikirim beberapa bulan lalu,” katanya.

Usai mengikuti kegiatan ini, bisnisnya perlahan bangkit. Mulailah ia mendapatkan pesanan dari sejumlah kolega. Awalnya hanya puluhan saja. Lama-kelamaan yang pesan mencapai ratusan.

Dari situ produknya mulai dikenal. Ada yang memesan dari Semarang, Surabaya, Malang dan sejumlah kota besar di Jawa. Ia pun makin bersemangat untuk memasarkan produknya. Apalagi ditunjang perkembangan media sosial yang semakin pesat.

Lewat jejaring sosial, Eti juga berjualan. Lantaran sudah dikenal, ia juga ikut beberapa bazar dan pameran baik tingkat kota, provinsi, hingga nasional. Peningkatan pendapatan sudah terbuka.

Sering hadir di acara bazar, brand produknya kian moncer. Akhirnya beberapa tahun berjualan, kerupuk jengkolnya bisa ikut pameran di Hamburg, Jerman, tahun lalu.

”Itu pertama kali barang saya bisa ke luar negeri. Kenapa bisa karena saya berhasil meyakinkan perwakilan Jerman ketika datang ke Kota Tangsel. Mereka meminta agar produk asli sini ada yang mau ikut pameran,” ujarnya.

Selepas dari pameran tersebut, bisnisnya semakin berkibar. Bisa dikatakan sangat stabil karena omzetnya bisa mencapai Rp40 juta setiap bulan. Ia pun sering mendapatkan kontak dari sejumlah pedagang di beberapa daerah.

Satu bungkus kerupuk jengkol itu dijual Rp15 ribu. Dalam sebulan, lakunya mencapai ratusan kemasan. Bahkan kalau lagi ramai bisa mencapai ribuan pesanan. Tergantung evennya.

Keberuntungan kembali menaunginya. Juli lalu, produknya dijadikan cenderamata pada puncak peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) di Lampung. Saat itu pesanannya mencapai 1.000 bungkus. Ia pun panen besar. Selain keuntungan materi, namanya kian beken.

Obrolan harus berhenti, lantaran Eti harus bertemu koleganya di Serpong. Ia mau mengadakan bazar di Jakarta. ”Nanti dilanjutkan lagi ya. Saya ada pertemuan. Sudah ditunggu,” ujarnya menutup pembicaraan. (Firdaus Rahmadi/Radar Banten)

Tags: wirausaha
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

GIIAS 2017 Resmi Dibuka Besok

Next Post

Apes! Belum Sempat Bawa Barang Curian, Tiga Sekawan Langsung Diringkus Polisi

Next Post
Apes! Belum Sempat Bawa Barang Curian, Tiga Sekawan Langsung Diringkus Polisi

Apes! Belum Sempat Bawa Barang Curian, Tiga Sekawan Langsung Diringkus Polisi

Anggota Fraksi PDIP Ari Muhtadi

Anggota DPRD Kabupaten Serang Fraksi PDI Perjuangan Ari Muhtadi, Putra Daerah yang Ingin Bangun Tanah Kelahiran Lewat Jalur Politik

Minggu, 1 November 2026 18:08
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Besok, Pemkot Cilegon Mulai Proses Rotasi Mutasi untuk Isi Tujuh Jabatan Eselon II

Minggu, 1 November 2026 13:45
Kejati Banten

Tiga Kejari di Banten Usut Dugaan Korupsi PKBM, Kajati: Sudah Penyidikan

Senin, 2 November 2026 12:49
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Pemkot Cilegon Seleksi 13 ASN untuk Mengisi Jabatan Kepala BKPSDM

Senin, 2 November 2026 11:52
Tiket Kereta Jarak Jauh

Pemesanan Tiket Kereta Jarak Jauh Dibuka, KAI Ajak Warga Rangkasbitung Rencanakan Perjalanan

Minggu, 1 November 2026 13:49
Jonatan Christie final Hylo Open 2026

Jonatan Christie dan Tiwi/Fadia Lolos ke Final Hylo Open 2026, Indonesia Amankan Dua Tiket

Minggu, 1 November 2026 09:20
Rotasi Mutasi Pemkot Cilegon

Wakil Ketua DPRD Cilegon Minta Proses Rotasi Mutasi ASN Jangan Sekadar Formalitas

Minggu, 1 November 2026 14:12

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Balai Latihan Poliran

Kantah Kota Serang Serahkan Sertipikat Tanah untuk Balai Latihan Poliran Polda Banten

by Fahmi
Senin, 2 November 2026 19:14
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Kantor Pertanahan (Kantah) Kota Serang menyerahkan Sertipikat Hak Pakai atas satu bidang tanah milik negara kepada Polresta...

Kemacetan Bojonegara-Pulo Ampel

Masyarakat Bojonegara-Pulo Ampel Masih Dihadapkan pada Kemacetan, Salah Satu Penyebabnya Parkir Liar

by Ahmad Rizal Ramdhani
Senin, 2 November 2026 19:07
0

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID - Salah satu hal yang pertama kali terlintas di benak kita ketika mendengar kata Bojonegara ataupun Pulo Ampel...

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2026 RadarBanten.