SERPONG – Sebanyak 19 gelandangan dan pengemis diamankan dari tiga kecamatan, Selasa (8/8) malam. Mereka berasal dari daerah Jawa Barat. Seperti Cirebon dan Indramayu.
Kepala Seksi Rehabilitasi Tuna Sosial dan Korban Perdagangan Orang, Dinas Sosial Kota Tangerang Selata (Tangsel) Hadiana mengatakan, razia dilakukan karena para gelandangan dan pengemis sudah mulai membeludak. Untuk razia kali ini, Dinsos menyisir beberapa kawasan seperti daerah Ciputat di flyover, sekitar Kampus UIN. Kemudian di Kecamatan Pondokaren di sekitar kawasan Bintarojaya. Dan Serpongutara area Gadingserpong serta Alamsutera.
”Mereka penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS) yang menjadi penyakit masyarakat. Pengemis ini membuat Tangsel jadi kumuh. Belum lagi, operasinya yang di jalan-jalan besar juga memiliki risiko kecelakaan pada mereka. Kita mencegah hal tersebut,” kata Hadiana ketika ditemui di kantornya, Setu, Rabu (9/8).
Dia menambahkan, seluruh pengemis yang diamankan diserahkan ke Panti Sosial Bina Karya di Bekasi yang dikelola Kementerian Sosial.
”Di sana mereka dibina, diberi keahlian supaya tidak mengemis lagi. Dan siap dengan dunia kerja. Kemudian, supaya orang dari kampungnya enggak ikut-ikutan datang dan jadi pengemis lagi,” ujarnya.
Umumnya pengemis yang diamankan tergiur dengan keuntungan belas kasih dari pemberi sedekah. Apalagi jika melihat penghasilan dari sanak keluarga yang satu kampung dengan mereka. Ini yang menjadi tolok ukur kalau mengemis bisa memperoleh keuntungan yang cukup besar.
Seperti yang dikatakan salah satu pengemis yang terjaring Saryono. Ia mengatakan, kerabatnya merupakan pengemis di daerah Jakarta Barat. Dari hasil mengemis bisa membiayai keluarganya di kampungnya.
”Saya lihat saja mereka bisa biayai keluarganya dengan mengemis, saya coba juga. Ternyata memang benar, sehari bisa dapat uang Rp50 ribu-200 ribu per hari. Lumayan bisa buat makan seharian, kadang juga makan dikasih,” kata Saryono.
Saryono menambahkan, dirinya kerap lolos dari pantauan pemkot lantaran jika ada razia dia melarikan diri. ”Suka kabur, dulu juga pernah di Daan Mogot, di sana ada razia, terus pindah ke sini. Banyak juga yang kaya gitu,” ujarnya.
Meski demikian, beberapa kali kena razia. Namun, penghasilan yang besar dari mengemis membuatnya tidak kapok meski sudah diamankan petugas. ”Uangnya besar yang buat saya tidak mau kerja lain selain mengemis,” katanya. (mg-04/Firdaus/RBG)









