SERANG – Pengangguran di Banten semakin bertambah jumlahnya. Setiap tahun, pemerintah dituntut harus menyediakan puluhan ribu lapangan pekerjaan. Tetapi belum ditopang dengan hard skills pencari kerja, sehingga banyak pencari kerja tidak memenuhi kompetensi lowongan pekerjaan.
Hal itu yang membuat Ade Yeti Rahma, warga Ciruas, Kabupaten Serang, membuka lembaga kursus menjahit Kharisma sejak 2009 silam. Selain menyalurkan hobi mendesain dan membuat baju, gaun dan pakaian, ia pun menginginkan orang di sekitarnya bisa berwirausaha dan bekerja.
“Senang aja kalau ada anak didik yang bisa mengembangkan diri di dunia tata busana. Suatu kepuasan sendiri, ada yang mampu melanjutkan berwirausaha dan bekerja. Artinya sedikit memberi kontribusi mengentaskan pengangguran. Untuk sekarang yang kursus itu sekitar 500 (orang) lebih,” katanya, Rabu (23/8).
Ia mengatakan lembaga yang ia pimpin, sudah bekerjasama dengan Kemendikbud. Setiap tahun ada program pelatihan bagi warga Kabupaten Serang untuk mengikuti kelas menjahit level 1 secara gratis. Karena, lanut dia, lembaganya sejalan dengan program pemerintah meningkatkan kemampuan dan kompetensi.
Irma, warga Cikande yang pernah mengikuti kursus menjahit mengaku sudah membuka usaha jahit di rumahnya. Selain usaha jahit, ia pun menjual baju hasil karyanya sendiri.
“Ikut pelatihan jahit sangat membantu bagi saya. Penghasilan juga sebulan lumayan. Sehari kurang lebih Rp 100 ribu,” katanya, Rabu (23/8). (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










