LEBAK – Sejak dibukanya Job Fair pada Rabu (23/8), ada 25 orang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sudah diproses dari berbagai daerah dan siap diberangkatkan ke luar negeri sesuai dengan minat dan kemampuan para pencari kerja.
Hal tersebut diungkapkan Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Yana Anusasana saat dijumpai awak media dalam acara Job Fair yang digelar Badan Nasional Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BNP2TKI) di gedung La Tansa Mashiro Rangkasbitung, Kamis (24/8).
“Mereka sudah diproses dengan berbagai pelatihan dan lainnya. Kapan berangkatnya kita belum bisa pastikan,” kata Direktur Pemetaan dan Harmonisasi Kualitas Yana Anusasana, Kamis (24/8).
Yana mengaku ini merupakan tugasnya dalam menyiapkan TKI agar mempunyai bekal dan kemampuan sehingga bisa bersaing di pasar kerja internasional. Serta sebagai upaya pemerintah dalam hal peningkatan penempatan calon tenaga kerja luar negeri di sektor formal.
“Ini sudah tugas kami dalam menyiapkan para TKI agar mempunyai bekal dan kemampuan ketika bekerja di luar negeri,” pungkasnya.
Ditambahkan, Bupati Lebak Iti Octavia Jayabaya bahwa kegiatan Job Fair ini merupakan kegiatan untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) serta dapat memberikan pandangan dan pengetahuan tentang bagaimana cara yang baik untuk menjadi TKI.
“Banyak kasus TKI ilegal yang tertangkap oleh pihak keamanan di luar negeri sana, dengan adanya Job Fair ke luar negeri ini para pencaker memahami cara bagaimana menjadi TKI yang legal,” terangnya.
Selain itu, kegiatan ini berjalan dengan program Lebak Sejahtera yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Ini salah satu upaya mengurangi angka pengangguran, sebab di Kabupaten Lebak selama ini tidak seimbangnya antara persediaan dengan kebutuhan tenaga kerja,” ujarnya. (Omat/twokhe@gmail.com)










