SERANG – Raden Sampurna, siswa TK Alquran Tasyakur, Kecamatan Cikande, Kabupaten Serang, ditemukan tenggelam di kolam CAS Waterpark Cikole, Pandeglang, Minggu (10/9) sekira pukul 14.00 WIB.
Anak berusia lima tahun yang sedang berwisata usai latihan manasik haji bersama siswa lainnya itu ditemukan di kolam sedalam 110 sentimeter.
Rumah duka di Kampung Kaman Pasir RT. 03 / 01, Desa Cikande, Kecamatan Cikande, Senin (11/9) pagi, ramai dikunjungi warga yang bertakziah dan menyampaikan bela sungkawa. Orangtua korban, Raden Agus Wijaya (41) dan Sarwenah (43), tak bisa menyembunyikan rasa dukanya. Keduanya masih syok.
Raden Agus Wijaya menyayangkan pihak pengelola CAS Waterpark tidak responsip dengan adanya kejadian tersebut. “Yang ada dari kepolisian saja. Itu yang kami sesalkan,” ujar Agus, Senin (11/9).
Dadih Bahtiar, adik ipar Raden Agus Wijaya, menjelaskan, setelah mengetahui anaknya meninggal, keluarga langsung membuat laporan ke Polres Pandeglang. Kemudian korban dibawa ke RSUD Drajat Prawiranegara, Kota Serang, untuk diautopsi sekira 21.00 WIB. Setelah itu dibawa ke rumah duka di Cikande. Senin (11/9) pukul 08.30 WIB, korban dimakamkan di tempat permakaman umum.
Dadih menyayangkan pihak pengelola yang tidak respons. Akhirnya pihak keluarga berinisiatif melaporkan kejadian tersebut ke Polres Pandeglang.
“Kejadian ini akan ditindaklanjuti. Mencari keadilan pada pihak pengelola agar menjadi efek jera. Jangan sampai hal seperti itu terulang kembali,” paparnya, Senin (11/9).
Pihak pengelola, kata dia, sudah menemui keluarga namun belum ada komunikasi lebih lanjut. “Hanya sebatas silaturahmi,” ujarnya.
Sementara itu, berdasarkan informasi yang dihimpun, korban di CAS Waterpark Cikole didampingi ibunya. Namun ibunya meninggalkan korban sendiri di samping kolam untuk membeli obat sakit kepala. Setelah ibunya kembali lagi, korban ditemukan tenggelam di kolam renang berkedalaman 110 cm. Korban sempat dibawa ke klinik terdekat, namun tak dapat diselamatkan. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










