slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Hukum

Terbuang ke Tangerang Lantaran Perang

Aas Arbi by Aas Arbi
20-09-2017 21:19:49
in Hukum, Pemerintahan
Terbuang ke Tangerang Lantaran Perang

ilustrasi imigran (fofo: istimewa)

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

GADINGSERPONG – Pertengahan Juni 2010, Abdul Hakim (59) kaget bukan kepalang. Ada keributan di dekat rumahnya. Tentara Israel memasuki kawasan warga Arab di Kota Haifa, Israel Timur. Tank tak jauh dari kediamannya. Sejumlah pemuda dan wanita melawan barisan tentara itu dengan lemparan batu dan dibalas gas air mata serta peluru tajam. Kerusuhan berlangsung di kota paling indah di timur Palestina tersebut.

Duda tiga anak ini lalu memanggil anak pertamanya Ahmad untuk masuk. Ia tahu, bahwa daerah mereka menjadi kawasan pembangunan tembok untuk kawasan Yahudi Israel. Ia ingin anaknya pergi ke Australia, tempat sanak familinya tinggal. ”Saya harus pergi,” ujarnya dengan Bahasa Indonesia yang terbata-bata.

Baca Juga :

Ini Kata Risma Terkait Usulan Menko PMK Soal Korban Judi Online

Lepas 50 PMI Bekerja ke Malaysia, Wujud Walikota Helldy Peduli Pahlawan Devisa

Belajar Agama di Banten, Imigran Asal Kamboja Dideportasi

Sementara Abdul Hakim harus pergi ke Nicosia, Siprus untuk mencari suaka. Di sana ia menetap selama lima tahun empat bulan. Kehidupannya luntang lantung. Setelah masa izin tinggalnya habis, bersama anak sulungnya, Ahmad, mereka pergi ke Australia. Sayang, sebelum kakinya menginjak negeri kanguru tersebut, mereka diciduk pihak imigrasi karena masalah visa.

Akhir tahun 2015, Abdul dan Ahmad kemudian dikirim oleh pihak imigrasi ke Kawasan Dormitorio, Gadingserpong, Kelurahan Medang, Kabupaten Tangerang. Ya, Abdul merupakan satu dari 100 para pencari suaka asal Timur Tengah yang menetap di Penginapan Dormitori.

Rumah susun itu memiliki delapan unit. Satu unit terdiri dari dua lantai dan berisi sekitar 16 kamar. Mulai dari tower A sampai H, Abdul bersama imigran lainnya bercampur dengan mahasiswa asal Papua dan warga lokal lainnya. Dikabarkan, rumah susun tersebut juga akan menampung tiga sampai empat pengungsi Rohingya dalam waktu dekat.

”Orang imigran di sini mudah akrab dan kami sepertinya dianggap ganteng-ganteng oleh masyarakat setempat. Warga sini tidak bisa membedakan itu dari Pakistan, Afghanistan atau dari mana,” ujarnya.

Sosok Abdul Hakim adalah pria yang terbuka. Abdul mengaku seorang dosen teater. Ia merupakan lulusan terbaik Fakultas Seni Universitas Baghdad. Ia juga dosen di sana. Kehidupannya terbilang baik, sebelum penggulingan Rezim Saddam Husein tahun 2003. Kehidupannya cukup mewah. Sayang, nasib mereka berbalik setelah penyerangan Tentara Amerika dan negara anggota NATO ke negeri seribu satu malam tersebut. ”Saya pengagum Sadam Husein dan Soekarno,” akunya.

Menurutnya, peperangan di daerahnya bukan masalah Saddam Husein memiliki senjata pemusnah masal, melainkan upaya Barat menindas negara-negara Islam lewat background negara diktator. Tapi tujuan mereka hanya satu, mencari sumber minyak dan menduduki negara tersebut.

”Saddam Hussein seperti Soekarno, dia pemimpin Arab sejatinya. Tapi banyak yang tidak suka. Semua ingin berkuasa jadi ingin merongrong negara kami. Kami pergi karena perang yang dipicu oleh ambisi Amerika,” jelasnya kepada Radar Banten.

Bagaimana kehidupan di Dormitoriao. Lebih jauh, Abdul mengaku kendala bahasa menjadi penyebab sulitnya adaptasi berlangsung antara para pendatang asing dan masyarakat setempat. Banyak pencari suaka yang hanya bisa berbicara dengan bahasa ibunya. Bahasa Inggris saja tersendat-sendat, apalagi bahasa Indonesia. ”Tapi banyak pula pemuda imigran yang pacaran dengan orang lokal,” jelasnya.

Masalah bahasa juga dirasakan oleh Ali Akbar (32), pencari suaka asal Afghanistan yang kini menetap di Dormitorio. Ali-begitu namanya dipanggil. Ia tinggal di sana bersama istrinya. Saat ditanya soal alasannya datang ke Indonesia, ia hanya menjawab, ”The war” atau perang.

Namun, ketika ditanya lebih lanjut soal perang yang dimaksud, ia menggelengkan kepalanya, ”I don’t know.” Entah karena kebingungan menjelaskan panjang lebar dengan bahasa Inggris pas-pasan atau ia malas mengingat kembali memori buruk yang terjadi di masa lalu.

Hanya sedikit kata dalam bahasa Indonesia yang dipahaminya. Ia hanya menguasai kata-kata yang umum digunakan dalam keseharian seperti ”selamat pagi,” ”apa kabar” dan ”sudah makan” yang digunakannya saat menyapa warga lokal.

Ali telah pergi mencari suaka bersama istrinya. Ali merupakan etnis Hazara. Tekanan dan ancaman dari Taliban, telah memaksa Ali meninggalkan perbatasan Pakistan-Afghanistan, dan mulai mencari suaka, 2014 lalu. Pergi tanpa keluarga dan terombang-ambing di lautan sekitar satu minggu, Khadim pun akhirnya berlabuh dan menjadi imigran di Indonesia, atas bantuan lembaga PBB untuk pengungsi, UNHCR dan IOM. ”Etnis kami seperti maling, dikejar ke sana kemari,” jelasnya.

Meskipun mereka bisa menetap sementara di Dormitorio, tetapi Ali mengaku dia dan teman-temannya selalu cemas dan ketakutan.

Dikatakannya, hingga saat ini, warga Hazara di Dormitorio, masih menunggu pengumuman UNHCR, terkait negara mana yang mau menerima mereka sebagai warga negaranya. Hidup tanpa kepastian ini masih membelenggu kehidupan mereka.

Hazara adalah etnis berbahasa Persia, yang hidup di Afghanistan dan Pakistan. Mayoritas mereka adalah penganut Islam Syi’ah. ”Bukan gara-gara itu (Syiah-red) kami diusir. Karena ada juga orang Hazara yang Sunni. Alasannya hanya karena identitas kami saja, karena kami orang Hazara,” katanya.

Untuk Kembali ke Afghanistan, Ali menolak karena tidak ada dalam pilihan hidupnya berada di sana. ”Banyak dari etnis kami yang diculik dan tak ada kabar lagi,” tandasnya. (gar/asp/sub)

Tags: imigran
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Sambut Satu Muharam Warga Lopang Dzikir dan Doa Bersama

Next Post

Mengenal Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura (1)

Related Posts

Ini Kata Risma Terkait Usulan Menko PMK Soal Korban Judi Online
Pandeglang

Ini Kata Risma Terkait Usulan Menko PMK Soal Korban Judi Online

by Purnama Irawan
Jumat, 14 Juni 2024 19:53

PANDEGLANG, RADARBANTEN.CO.ID - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengusulkan korban judi online masuk dalam...

Read moreDetails

Lepas 50 PMI Bekerja ke Malaysia, Wujud Walikota Helldy Peduli Pahlawan Devisa

Belajar Agama di Banten, Imigran Asal Kamboja Dideportasi

Next Post
Mengenal Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura (1)

Mengenal Halimah Yacob, Presiden Perempuan Pertama Singapura (1)

Tiga Tempat di Tangsel Dikarantina Gara-gara Penyakit Flu Burung

Tiga Tempat di Tangsel Dikarantina Gara-gara Penyakit Flu Burung

Pembangunan Kota Ayodhya Rampung

Pembangunan Kota Ayodhya Rampung

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28
mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

Selasa, 21 April 2026 20:53
41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

Selasa, 21 April 2026 20:46
Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Nelayan Asal Wanasalam Hilang di Perairan Pantai Bagedur

Selasa, 21 April 2026 20:41
Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Bejat! Kaka Beradik di Cilegon Jadi Korban Pencabulan Ayah Kandung

Selasa, 21 April 2026 20:37
Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Momentum Hari Kartini, Kohati HMI Cilegon Soroti 37 Kasus Kekerasan Perempuan dan Anak

Selasa, 21 April 2026 20:32
Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Tiga Bulan, 44 Kecelakaan Lalu Lintas Terjadi di Pandeglang

Selasa, 21 April 2026 20:28

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

mengenakan pakaian adat dalam rangka peringatan Hari Kartini tahun 2026.

Biro Umum Berikan Penghargaan kepada Kartini Masa Kini

by Rostinah
Selasa, 21 April 2026 20:53

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Biro Umum Sekretariat Daerah (Setda) Provinsi Banten memperingati Hari Kartini dengan memberikan penghargaan kepada sosok Kartini masa kini di...

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

41 Kandidat Ketua DPC PKB Se Banten  Ikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan

by Yusuf Permana
Selasa, 21 April 2026 20:46

SERANG, RADARBANTEN.CO.ID – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Banten mulai memanaskan mesin partai menjelang agenda politik ke...

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak