PANDEGLANG – Acara Silaturahim Presiden Republik Indonesia Joko Widodo bersama Kepala Desa dan Masyarakat Tani se-Banten di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang, Rabu (4/10) sore diguyur huhan lebat.
Ribuan masyarakat yang berada di luar panggung sontak berlarian mencari tempat berteduh. Ada yang mendekat panggung utama, ada yang berinisiatif menggunakan papan tripleks sebagai peneduh. Banyak warga yang basah kuyup kehujanan, termasuk penari rampak bedug.
“Hujan ini barokah. Ini mau nanem jagung barokah yang diberikan Allah pada kita,” ujar Presiden Jokowi saat sambutan.
Ia mengungkapkan, dalam tiga tahun terakhir, Pemerintah Pusat telah mengucurkan dana desa ke daerah-daerah sebanyak Rp 127 triliun. “Tahun pertama Rp 20 triliun, tahun kedua Rp 40 triliun, dan tahun keempat Rp 67 triliun,” ujar mantan Gubernur DKI Jakarta ini.
Angka itu, menurut dia, besar sekali. Di negara Indonesia terdapat 74.000 desa. Setiap tahun per desa, memeroleh dana sebesar Rp 300 juta.
“Tahun kedua 600 juta dan tahun ketiga 800 juta. Itu per desa sangat gede. Kalau tidak menimbulkan kesejahteraan di desa, itulah pasti ada maaalah,” tuturnya.
Meski hujan, orang nomor satu di Indonesia tetap mendekati embung rancais yang dilaunching pertama kali di Desa Muruy, Kecamatan Menes, Kabupaten Pandeglang. Usai membacakan sambutan, acara dilanjutkan dengan menanam jagung. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).











