Ia sudah mengarahkan melalui Kepala UPT Pendidikan, agar menggunakan sekolah terdekat di Desa Bantarpanjang. Namun, masyarakat enggan berpindah. Karena alasan jarak yang jauh mencapai 3 kilometer.
“Kalau misalnya masyarakat tidak mau tetap harus dilayani. Sekarang masyarakat membangun tenda, kami sambut. Mangga. karena tanggung jawab bareng-bareng,” kata dia saat dikonfirmasi lewat telepon, Jumat (27/10).
Dikatakan, Asep menekankan setiap guru wajib datang ke sekolah. Kegiatan belajar mengajar di SDN Bantarpanjang pun, kata Asep, tidak boleh terhenti.
“Mau di lapangan, mau di kebon, guru siap ngajar. Gitu tuh,” ujar pria berkacamata ini.
Adapun pembangunan SDN Bantarpanjang, kata dia, semua sudah dilimpahkan sepenuhnya pada Dinas Perumahan dan Permukiman Kabupaten Serang. Dindik sendiri telah melakukan pengajuan ke Perkim.
“Kalau dari dindik sudah selesai. Dinas Permukiaman yang ngurus, mau dibangun, mau diapa. Dindik, mah, sudah tidak punya kewenangan lagi urusan fisik, mah,” tutur dia lantang.
Ia mengatakan, proses pembangunan harus ada langkah-langkah yang harus ditempuh oleh Dinas Perumahan dan Permukiman.










