PANDEGLANG – Hari ini (9/11), Musyawarah Daerah (Musda) III DPD Partai Demokrat Provinsi Banten digelar di S Rizki, Kabupaten Pandeglang. Selain menyusun program kerja lima tahun ke depan, musda juga untuk memilih ketua DPD periode 2017-2022.
Hingga kemarin, ada dua kandidat yakni Irna Narulita dan Iti Octavia Jayabaya yang akan meramaikan bursa pencalonan ketua. Keduanya diprediksi bersaing ketat memperebutkan kursi nomor satu di partai berlambang mercy ini.
Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang Yoyon Sujana mengatakan, proses pemilihan ketua DPD dilakukan terbuka. Masing-masing ketua DPC memberikan hak suara kepada salah satu calon ketua DPD. “Jumlah suaranya hanya sepuluh. Terdiri dari delapan suara DPC kabupaten kota di Banten ditambah dari DPP dan pimpinan partai,” katanya di lokasi musda, kemarin.
Soal dukungan yang akan diberikan DPC Partai Demokrat Kabupaten Pandeglang, Yoyon secara tegas mengatakan, memberikan dukungan kepada Irna Narulita yang juga Bupati Pandeglang. “Kita mendukung Ibu Irna karena beliau merupakan sosok yang kami anggap tepat dan bisa membesarkan partai. Selain itu, kami juga yakin bahwa Ibu Irna mampu menjadi pemersatu di kalangan partai,” katanya.
Sementara itu, Yuliana Yusuf, panitia Musda III Partai Demokrat, menjelaskan bahwa semua persiapan telah selesai dilakukan mulai dari hal teknis hingga nonteknis. “Semuanya sudah selesai dilakukan, tinggal proses pelaksanaan saja. Mudah-mudahan berjalan lancar dan tidak ada masalah. Kami ingin kegiatan ini berjalan dengan lancar karena acara ini sangat penting bagi kami dan kami tidak ingin ada masalah,” katanya.
Dihubungi terpisah, akademisi Untirta Ail Muldi menegaskan, siapa pun yang terpilih akan memiliki beban kerja yang berat. Pertama mengawal Gubernur Banten dan Wakil Gubernur Banten, kedua mengembalikan kemenangan Partai Demokrat di Banten, ketiga mengawal pilkada serentak 2018, dan keempat memenangkan Agus Harimurti Yudhoyono di Pilpres 2019. “Ketua partai terpilih ke depan harus mampu menyinergikan delapan kabupaten kota di Banten untuk kerja-kerja pemenangan parpol secara strategis dan taktis,” ujarnya.
Kata dia, kemunculan Iti dan Irna bisa menjadi angin segar dalam bursa regenerasi kepemimpinan Partai Demokrat Banten. “Iti Octavia saya nilai sebagai figur kader internal Partai Demokrat dari kaum muda yang berhasil menjadi kepala daerah dan populer karena viral video beliau sebagai bupati yang responsisf,” tambahnya.
Kehadiran Irna, kata dia, memang kurang lumrah karena sebelumnya Irna kader PPP. Meski demikian, diperkirakan Irna akan memberikan perlawanan ketat. “Musda ini bisa ketat,” katanya. (Fauzan D-Adib F/RBG)









