CILEGON – Aksi Bela Palestina bergulir di Kota Cilegon, Jumat (22/12). Ratusan massa berkumpul di Simpang Tiga Landmark, Kota Cilegon, menyuarakan dukungannya bahwa Yerusalem merupakan ibu kota milik Palestina.
Massa yang datang dari gabungan ormas dan LSM, pelajar, mahasiswa dan juga relawan salah satu partai politik serta warga sekitar. Aksi ini salah satunya diprakarsai oleh Pengurus Besar (PB) Al-khairiyah.
Puluhan personel polisi mengawal aksi ini dan terpantau mengatur arus lalu lintas agar tidak tersendat.
Ketua Umum PB Al-khairiyah, Ali Mujahidin dalam orasinya mengutuk keras tindakan Amerika Serikat yang telah mengklaim bahwa Yerusalem sebagai ibu kota Israel. “Amerika Serikat telah gagal. Semua negara tidak ada yang mendukung bahwa Yerusalem ibu kota Israel. Bahkan agama lain pun mengakui Yerusalem ibu kota Palestina,” katanya.
Mumu, panggilan akrab Ali Mujahidin itu, mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk memboikot produk-produk yang berasal dari negara Israel dan Amerika Serikat sebagai bentuk dukungan terhadap negara Palestina yang selama ini tertindas. “Boikot produknya. Ini saatnya kita membalas budi terhadap Palestina yang dulu mengakui atas kemerdekaan Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Pelajar Islam Indonesia (PII) Provinsi Banten, Angga Wijaya meminta pemerintah Indonesia untuk terus mendukung Palestina meskipun Amerika Serikat mengancam tidak memberikan dana hibahnya.
“Kita hadir di sini tanpa diajak, kita menggabungkan diri untuk membuktikan bahwa PII Banten siap menjadi garda terdepan untuk membela Palestina,” tuturnya. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)










