SERANG – Ribuan masyarakat di Provinsi Banten tercatat masih belum menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional – Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Dari total 10.382.590 data Dukcapil baru 8.157.582 jiwa yang telah terdaftar.
Kendati seperti itu, Deputi Direksi BPJS Kesehatan Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung Benjamin Saut PS menilai saat ini peran Pemerintah Daerah sudah sangat baik. Khususnya dari segi komitmen dalam mendaftarkan penduduknya menjadi peserta JKN-KIS melalui integrasi program Jamkesda.
“Pemda juga sudah mendorong UHC di daerah masing-masing. Kami harapkan seluruh Pemda dapat melakukan hal serupa untuk mendukung dan merealisasikan rencana strategis nasional serta amanah UU Nomor 40 Tahun 2004,” ujar dia saat ekspos publik dengan tema Jaminan Kesehatan Semesta Sudah Di Depan Mata, di Kantor BPJS Kesehatan, Kota Serang, Selasa (2/1).
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung optimis Universal Health Coverage (UHC) atau jaminan kesehetan semesta mencapai 95 persen pada 2019.
Setelah empat tahun implementasi JKN-KIS mencapai 187.982.949 artinya jumlah masyarakat yang telah mengikuti program JKN-KIS mencapai 72,9% dari jumlah penduduk Indonesia.
Adapun BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung, kabupaten kota telah melakukan integrasi program JKN-KIS 34 kabupaten/kota. Secara khusus, yang telah menjadi peserta JKN-KIS di Provinsi Banten jika dipresentasikan telah mencapai 79 persen.
BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung telah bermitra dengan 1.237 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) yang terdiri atas 667 Puskesmas, 183 dokter praktek perorangan, 38 klinik TNI, 34 klinik Polri, 23 dokter praktek gigi perorangan dan 292 klinik Pratama Selain itu Selain itu,
Selain itu, kata Benjamin, BPJS Kesehatan Kedeputian Wilayah Banten, Kalimantan Barat dan Lampung juga telah bermitra dengan 247 Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjutan (FKRTL) yang terdiri atas 116 Rumah Sakit, 92 apotik,dan 36 optik.”Banten pun dengan presentasi 79 persen kepesertaan. Pada 2019 mudah-mudahan bisa mencapai 95 persen jaminan kesehatan semesta,” harapnya. (Anton Sutompul/antonsutompul1504@gmail.com).










