slot bcaslot bonus new memberslot ovoslot server thailandslot pulsa tanpa potongankaka hokiempire88tuanpencetempire88raja botaknaga empirenaga empire
radarbanten.co.id
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV
No Result
View All Result
radarbanten.co.id
No Result
View All Result
Home Seleb Musik

Mengenang Yon Koeswoyo di Tanah Kelahirannya

Aas Arbi by Aas Arbi
08-01-2018 13:51:01
in Musik, Sosial Budaya
Mengenang Yon Koeswoyo di Tanah Kelahirannya

Keluarga dan kerabat saat pemakaman Yon Koeswoyo di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, Sabtu (6/1). Yon Koeswoyo meninggal dunia pada usia 77 tahun karena sakit komplikasi. Foto: Jawa Pos

Share on FacebookShare on TwitterShare On Whatsapp

Di Tuban, kebesaran Koes Plus diabadikan melalui museum. Keturunan ningrat yang tak membeda-bedakan teman.

MATA Hari Sunarno tampak berbinar. Dengan saksama diamatinya deretan foto dan gambar album itu. ”Yon ini pendiam, tak seperti adiknya, Yok,” kata Hari sembari menunjuk sebuah foto.

Baca Juga :

Kabar Duka, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia

Ada empat pemuda gondrong bercelana klowor-klowor (lebar di bagian bawah) di foto tersebut. Dua di antaranya adalah Yon dan Yok Koeswoyo, personel band legendaris Indonesia Koes Plus.

Foto itu merupakan koleksi Museum Koes Plus yang berada di Tuban. Di kabupaten di pesisir utara Jawa Timur bagian barat itulah, persisnya di Sendangharjo, Koes Plus dilahirkan dengan nama awal Koes Bersaudara.

Para personel pertamanya adalah kakak beradik anak-anak pasangan R Koeswoyo dan Rr Atmini. Masih di Tuban pula, banyak koleksi Koes Plus yang diabadikan di Museum Kambang Putih.

Hari tahu banyak soal Yon yang meninggal Jumat (5/1) pagi lalu, Yok (satu-satunya personel tersisa), dan Koes Plus sendiri karena masih terhitung saudara dengan keluarga Koeswoyo. Munaryo, ayah Hari, adalah kakak Koeswoyo, ayah Tonny, Nomo, Yon, dan Yok (personel Koes Bersaudara).

Usia Hari dengan almarhum Yon Koeswoyo memang terpaut sangat jauh, 20 tahun. Sehingga kenangan Hari bersama sang maestro banyak dirajut ketika Yon berkunjung ke Tuban.

Tiap kali mudik ke Bumi Wali, julukan Kota Tuban, hampir pasti Yon selalu menjujuk rumah Hari. Hari mengaku terakhir bertemu Yon di Tuban pada 2015. Dan tiap kali berada di kota kelahirannya itu, Yon selalu mengajak ke tempat kuliner ayam panggang. ”Yang selalu dipesan tiap ke Tuban ayam panggang sama minum legen,” kenang Hari yang mengaku tak sempat melayat ke Jakarta.

Dari Koes Bersaudara ke Koes Plus, ada proses evolusi yang cukup panjang. Hanya Yon (vokal dan gitar pengiring) serta sang kakak Tonny (keyboard, gitar melodi, dan vokal) yang terus bertahan. Formasi terbaik Koes Plus dari periode 1969 sampai 1987 terdiri atas Tonny, Yon, Yok, dan Murry.

Yon pula yang terus mengibarkan panji Koes Plus sepeninggal Tonny pada 1987 dan setelah Yok serta Murry tak aktif lagi karena alasan kesehatan. Vokal khasnya juga sangat identik dengan Koes Plus meski semua personel sebenarnya juga turut menyumbangkan karya dan suara.

Tak mengherankan kalau kemudian begitu banyak fans Koes Plus yang turut mengantarkan Yon ke peristirahatan terakhir di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan, kemarin. ”Mas Yon itu sangat ramah kepada para penggemarnya,” kata Bambang Riyanto, penasihat KPK (Komunitas Pecinta Koes Plus).

Semasa kecil di Tuban, Yon dan keluarga Koeswoyo tinggal di Jalan W.R. Supratman 46, Kelurahan Sendangharjo. Dia bersekolah di SD Kebonsari. Tapi, ketika belum lulus SD, pada 1950-an, Yon dan kedelapan saudaranya diboyong ayah-ibunya ke Jawa Barat dan kemudian ke Jakarta.

Rr Atmini, sang ibu, merupakan kerabat Bupati Tuban (waktu itu) RM Soemobroto. Sedangkan Koes diambil dari nama ayah mereka, Raden Koeswoyo.

”Meskipun lahir dari keluarga ningrat, Yon dan saudara-saudaranya dikenal ramah dan tidak membeda-bedakan teman bermain,” kata Hari yang juga kepala Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Tuban.

Kini jejak Yon dan saudara-saudaranya yang telah melahirkan salah satu band paling berpengaruh dalam sejarah musik Indonesia itu masih bisa dinikmati melalui museum. Sebab, rumah keluarga Koeswoyo telah dijual dan berpindah tangan sejak lama.

Kepala Dinas Koperasi Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Tuban Agus Wijaya mengapresiasi penuh para penggemar Koes Plus di Bumi Wali. Karena itu pula, pihaknya membuat Museum Koes Plus beberapa pekan yang lalu.

Museum yang menempati lantai 2 Dome Rest Area tersebut nanti tidak hanya menyimpan kenangan-kenangan tentang Koes Plus. Tapi sekaligus menjadi tempat berkumpul dan berkarya para penggemar. ”Koes Plus ini sudah menjadi salah satu ikon Kota Tuban,” tuturnya. (Yudha Satria Aditama/JPG)

Tags: Koes PlusYon Koeswoyo
Plugin Install : Subscribe Push Notification need OneSignal plugin to be installed.
Previous Post

Tahun Ini Lima Kepala OPD Pemprov Banten Pensiun

Next Post

Asmir Belasan Tahun Lumpuh, Andalkan Obat Warung

Related Posts

Kabar Duka, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia
Seleb

Kabar Duka, Yon Koeswoyo Meninggal Dunia

by Redaksi
Jumat, 5 Januari 2018 08:38

KABAR duka kembali mewarnai dunia hiburan tanah air. Musisi legendaris Indonesia Yon Koeswoyo meninggal dunia hari ini (5/1). Kabar duka...

Read moreDetails
Next Post
Asmir Belasan Tahun Lumpuh, Andalkan Obat Warung

Asmir Belasan Tahun Lumpuh, Andalkan Obat Warung

Jelang Popda IX Banten, Tim Panahan Kabupaten Serang Tingkatkan Ketahanan Fisik

Jelang Popda IX Banten, Tim Panahan Kabupaten Serang Tingkatkan Ketahanan Fisik

Gubernur Anies Ingin Kawasan Puncak Kembali Jadi Kawasan Resapan Air

Gubernur Anies Ingin Kawasan Puncak Kembali Jadi Kawasan Resapan Air

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Rabu, 22 April 2026 19:52
Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Rabu, 22 April 2026 19:19
Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Rabu, 22 April 2026 19:08
Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Rabu, 22 April 2026 19:02
Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Rabu, 22 April 2026 18:53
49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

Rabu, 22 April 2026 18:39
Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Rabu, 22 April 2026 19:52
Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Rabu, 22 April 2026 19:19
Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Lampaui Nasional, Budi Rustandi Bawa Daya Saing Kota Serang Top 3 Banten

Rabu, 22 April 2026 19:08
Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Driver Ojol Datangi Pendopo Bupati Serang, Minta Perlindungan Sosial

Rabu, 22 April 2026 19:02
Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Keren, Produk UMKM Kota Serang Masuk Pasar Modern

Rabu, 22 April 2026 18:53
49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

49 Siswa MTs Al Inayah Keracunan, SPPG-nya Langsung Ditutup BGN

Rabu, 22 April 2026 18:39

Ikuti Kami

Facebook Instagram X-twitter Youtube
Gates of Olympus

Kanal

News

Redaksi

Peluang Usaha

Viral

Inspirasi

Love Story

Olahraga

News Video

Serba Serbi

E-Paper

Tekno

Pedoman Pemberitaan

Indeks

Tutorial

Pilihan Editor

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama; Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

Lapas Cilegon Kukuhkan Ikrar Bersama;Perangi Narkoba dan Komunikasi Ilegal

by Agung S Pambudi
Rabu, 22 April 2026 19:52

CILEGON,RADARBANTEN.CO.ID—Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Cilegon, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Banten, menggelar kegiatan apel ikrar sebagai bentuk komitmen bersama...

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

Angka Kemiskinan Cilegon Naik Jadi 157 Ribu Orang, Dinsos: Itu Dampak Pembaruan DTSN

by Adam Fadillah
Rabu, 22 April 2026 19:19

Potret kemiskinan di Kota Cilegon. Angkanya naik menjadi 157 ribu orang.

Copyright@2021


istanbul escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
esenyurt escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
avcılar escort
esenyurt escort
beylikdüzü escort
marmaris escort
izmit escort
bodrum escort
antalya escort
antalya escort bayan

Radar Banten, All Rights Reserved

No Result
View All Result
  • Berita Utama
  • Kota Serang
  • Kabupaten Serang
  • Pandeglang
  • Lebak
  • Tangerang
  • Cilegon
  • Hukum
  • Olahraga
  • Humaniora
  • Info Bhayangkara
  • Info Adhyaksa
  • Komunitas
  • Persona
  • Catatan SEKAM
  • E-Paper
  • Radar Banten TV

© 2021 radarbanten.co.id.

empire88empire88raja botak