PANDEGLANG – Hujan lebat yang melanda beberapa wilayah di Kabupaten Pandeglang sejak Senin-Selasa (29-30/1), menyebabkan aliran Sungai Cilemer dan Ciliman meluap. Akibat peristiwa alam itu, delapan kecamatan, yakni Kecamatan Munjul, Panimbang, Cikeusik, Sukaresmi, Patia,Sobang, Cigeulis, dan Sindangresmi terendam banjir. Ketinggian air berkisar antara 50 sentimeter sampai 70 sentimeter.
Sampai tadi malam, belum ada korban jiwa akibat musibah itu. Namun diinformasikan, ribuan warga dari delapan kecamatan yang terkena banjir terpaksa mengungsi karena mereka khawatir debit air semakin membesar.
Kepala Seksi (Kasi) Damkar Kedaruratan dan Logistik pada Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, daerah yang paling parah terkena banjir adalah Kecamatan Cikeusik dan Kecamatan Patia. “Di Kecamatan Patia ada 100 KK (kepala keluarga) yang terkena banjir, sedangkan di Kecamatan Cikeusik lebih dari 200 KK,” katanya di kantor BPBD Pandeglang, kemarin siang.
Endan mengaku, instansinya telah menerjunkan tim ke lokasi guna memberikan pertolongan pertama kepada masyarakat. “Anggota kita sudah meluncur ke semua lokasi banjir dan membawa perahu untuk membantu masyarakat sejak Selasa (30/1) pagi (kemarin pagi-red). Termasuk ke Kecamatan Sukaresmi, tepatnya di Desa Cikadu. Karena ada laporan air di daerah itu mulai meluap,” katanya.
Ditanya soal bantuan logistik, Endan mengaku, hingga kemarin sore belum bisa memberikan bantuan kepada masyarakat. “Bantuan logistik sementara itu belum karena kita hanya memiliki bantuan berupa paket makan cepat saji. Kita juga sudah mengajukan ke Pemprov Banten, tetapi hasilnya sama, dari provinsi enggak ada sembako hanya ada paket seperti kita. Kalau dulu memang ada makanan kaleng, lauk pauk, tapi sekarang enggak ada karena di pusatnya juga enggak menyediakan,” katanya.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pandeglang Dadi Supriadi mengaku, semua personel telah diterjunkan untuk membantu masyarakat. “Kita sudah terjunkan tim untuk membantu masyarakat. Kita juga membawa perahu karet agar masyarakat bisa beraktivitas, meski terganggu, tapi itu adalah upaya yang kita lakukan agar masyarakat tetap bisa beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Dadi berjanji, akan terus melakukan upaya agar masyarakat yang terkena banjir bisa segera mendapatkan bantuan makan dan obat-obatan. “Kita telah sampaikan kepada pihak terkait mengenai bencana banjir itu. Mudah-mudahan dalam waktu dekat bantuan bisa langsung berdatangan karena kita tidak ingin ada warga yang terkena penyakit akibat banjir seperti gatal-gatal dan diare,” katanya.
Camat Cikeusik Dani Ramdani menerangkan, di daerahnya ada sekira 216 rumah yang terendam. Ratusan rumah itu, kata dia, berada di Kampung Leuwi Gede, Desa Sumur Batu. Sementara di Desa Sukawaris hanya areal persawahan seluas 40 hektare.
“Tetapi, akibat itu, insya Allah tidak akan gagal panen. Karena, seminggu lagi akan dipanen,” kata Dadi yang dihubungi tadi malam.
Dani mengaku, telah melaporkan musibah itu kepada Bupati Irna Narulita dengan harapan para korban banjir bisa segera mendapatkan bantuan. “Kejadian ini sudah disampaikan kepada Ibu Bupati dan sudah diusulkan juga ke Pemprov Banten agar ada perbaikan pintu irigasi di Kali Cibaliung. Soalnya, banjir yang sekarang terjadi itu akibat meluapkan Kali Cibaliung,” katanya. (Adib/RBG)










