CILEGON – Belasan warga yang mengaku tergabung dari Forum Pemuda Gerem (FPG), Kelurahan Gerem, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon pergi dengan membawa amarah dari Kantor DPRD Kota Cilegon, Kamis (1/2). Situasi sempat ricuh.
Sebelumnya, FPG datang ke ruang rapat DPRD Cilegon untuk mengikuti rapat membahas persoalan limbah PT Dover Chemical yang dituding telah mencemarkan lingkungan. Namun demikian, sesampainya di ruang rapat itu ternyata mereka tidak masuk dalam daftar undangan peserta rapat. Mereka kecewa.
Kepada sejumlah awak media, Ketua FPG Erlan mengaku pihaknya merasa diintervensi oleh salah satu pihak yang di antaranya turut mengikuti rapat tersebut. Ia tidak mau mengemukakan siapa yang dimaksud dengan pihak tersebut.
“Limbah yang dibuang di aliran sungai itu pertama kali diketahui oleh warga. Kemudian warga juga yang melaporkan ke Kelurahan, Kecamatan, sampai Dinas Lingkungan Hidup. Tapi kenapa saat hearing bersama Dover ini warga malah tidak diundang? Padahal warga yang dirugikan, ada yang mengintervensi kita,” ujar Erlan.
Usai Erlan berbicara ada yang mengintervensinya, rombongan pemuda yang mengenakan kemeja hitam sontak tidak terima. Kemudian terjadi adu mulut. Agar suasana tidak lebih panas, akhirnya security DPRD Cilegon mengawal Erlan sampai ke depan halaman Kantor DPRD. Kalah massa rombongan FPG pun akhirnya pulang.
Usai rapat berlangsung, Anggota Komisi II DPRD Kota Cilegon Badar Gumelar mengaku pada kesempatan tersebut memang hanya mengundang internal PT Dover bersama organisasi perangkat daerah (OPD) Pemkot Cilegon yang terkait dengan persoalan dugaan pencemaran limbah. Ia menegaskan warga memang belum diundang untuk hadir, bukan karena mengintervensi.
“Saya tidak mau berpihak ke sana-sini, saya harus netral. Nanti kalau ada hasil yang melenceng ya kita sidak ke sana. Semua juga punya argumennya masing-masing, memang kalau datang hanya ingin mencari ribut ya jangan ke sini. Silakan di luar,” ucap anggota dari Fraksi PPP ini. (Riko Budi Santoso/rikosabita@gmail.com)

