TANGERANG-Ditunjuknya Sekolah Adria Pratama Mulya (APM), Desa Tapos, Tigaraksa sebagai tuan rumah cabor Modern Pentathlon membuat Pemkab Tangerang berbenah menyiapkan lingkungan sekitar untuk menyambut 14 negara peserta. Pembenahan lingkungan diharapkan mempercantik suasana venua yang mempertandingkan gabungan olahraga anggar, renang gaya bebas, berkuda palang rintang, menembak, dan lari lintas alam.
Kesiapan Kabupaten Tangerang dan Sekolah APM dibedah dalam rapat koordinasi yang digelar, Senin (4/6) siang. Rapat yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Tangerang, Moch Maesyal Rasyid diikuti perwakilan Polres Kota Tangerang, Dandim 0506-Tangerang dan Kepala Dinas terkait.
Rapat yang dibuka oleh Penjabat Bupati Tangerang Komarudin memaparkan secara terperinci kekurangan yang harus dipenuhi oleh peserta rapat serta langkah-langkah koordinasi untuk bisa membuat venue Modern Pentathlon semakin siap menggelar pertandingan dengan baik.
“Untuk venue, semua sudah memenuhi ketentuan yang ditetapkan INASGOC (panitia pelaksana Asian Games-red) dan pengerjaannya tinggal 20 persen lagi. Itu pun hanya untuk pembangunan kolam renang yang saat ini masih ada pengerjaan. Insya Allah dari laporan yang ada akan selesai sesuai jadwal yang ditetapkan, yakni akhir Juni nanti,” ucap Komarudin saat meninjau fasilitas pertandingan di Sekolah APM usai membuka rapat koordinasi.
Target Juni yang diberikan INASGOC dikemukakan Komarudin, lantaran pada bulan Juli akan dilakukan tes even buat cabor Modern Pentathlon. Dengan begitu diharapkan pria yang juga Kepala BKD Provinsi Banten itu, saat tes even sudah tidak ada pengerjaan venue lagi dan semua memenuhi ketentuan yang ada.
Lebih jauh dikemukakan Rudi Maesyal, sapaan Moch Maesyal Rasyid, diluar kesiapan venue Pemkab Tangerang juga tengah menyiapkan perbaikan dan pelebaran jalan yang ada menuju tempat pertandingan. Pelabaran jalan sepanjang 750 meter sampai 1 kilometer akan dilakukan secepatnya, paling lambat setelah libur lebaran. “Pendanaannya kita akan galang dari bantuan pihak swasta terutama dari bantuan CSR (Corporate Social Responsibility/program tanggung jawab sosial dan lingkungan perusahaan-red). Ini karena kita tidak bisa menganggarkan dana ini dari APBD,” ungkap Rudi saat rapat.
Di luar itu dibahas juga promosi, publikasi, kebersihan, pengerahan massa serta rekayasa lalu lintas antara venue dengan penginapan atlet dan juri. Dimana pada dua hari pelaksanaan kegiatan, yakni 31 Agustus sampai 1 September 2018 jarak yang ditempuh peserta berbeda dengan kondisi lalu lintas yang berbeda. “Atlet menginap di Hotel Amaris, Citra Raya sedang wasit, juri dan panitia pusat menginap di Hotel Aryaduta Lippo Village. Ini butuh koordinasi semua pihak terkait agar mereka minimal kurang dari satu jam pejalanan dari hotel menginap sampai di venue,” ucap Rudi.
Sementara untuk publikasi dan promosi, Rudi menyatakan selain Pemkab menyiapkan spanduk dan baliho tentang pelaksanaan pihaknya juga mempersilahkan perusahaan dan instansi yang ada di Kabupaten Tangerang membantu pemasangan spanduk dan baligho. “Biar gema dan promosi Asian Games semakin terasa dan diharapkan membuat masyarakat antusias menyambut Asian Games,” tutupnya. (apw/dre/sr/ags/RBG)











