SERANG – Klub pendatang baru, Banten Jaya FC, terpaksa puas hanya menempati posisi ketiga di Liga 3 Asprov PSSI Banten yang digelar pekan lalu. Usai kompetisi tersebut, para pemain dan pelatihnya resmi dibubarkan.
Meski kompetisi sudah selesai, pihak Banten Jaya FC disebut-disebut belum memberikan gaji dan bonus yang sebelumnya dijanjikan oleh manajemen kepada pemain dan pelatihnya, Nasuha.
Salah seorang pemain Banten Jaya FC yang enggan menyebutkan namanya mengungkapkan hal tersebut. “Bonus hanya sekadarnya tidak seperti janji awal. Begitu pun dengan gaji kami 1,5 bulan yang ditunggak. Padahal, sudah ada di dalam kontrak sampai 27 Agustus kemarin,” ujarnya.
Ia mengaku kecewa, tetapi tetap ia menagih pengurus Banten Jaya FC dapat segera memberikan haknya tersebut. Apalagi, Banten Jaya FC adalah tim sepak bola inisiasi pemerintah daerah. Meski begitu, saat soft launching 3 Agustus lalu diklaim sudah memiliki manajemen tersendiri. “Seharusnya saat membuat klub sudah siap dong dengan semuanya terutama finansial,” ucapnya.
Penunggakan gaji juga dialami sang pelatih, M Nasuha yang notabene mantan pemain tim nasional Indonesia. Satu bulan gajinya yang belum dibayarkan. “Realisasi janji manajemen sampai saat ini memang belum ditepati. Padahal, sebelumnya tidak seperti ini,” ungkap Nasuha.
Menanggapi hal tersebut, pengawas Banten Jaya FC Agus Setiawan membantah pernyataan bahwa timnya adalah klub bentukan Pemprov Banten. Kata dia, Banten Jaya sudah dikelola secara swasta. Terkait hak pemain dan pelatih yang belum diberikan, ia meminta para pemain dan Nasuha sedikit bersabar.
“Untuk uang pertandingan, kan sudah kita kasih usai pertandingan terakhir Senin (27/8). Bila gaji, ya menunggu karena hitungannya belum akhir Agustus. Insya Allah, pada September segera dilunasi,” katanya.
Aat, Ketua Harian Banten Jaya FC, menjanjikan bahwa gaji para pemain dan pelatih akan segera disalurkan. Ia meminta mereka bersabar karena biaya operasional klub didapat dari sumbangan para pengurus. “Nanti segera diselesaikan. Kita akan rapat pengurus dulu,” tuturnya. (Riko Budi S/RBG)










