KOTA TANGSEL, RADARBANTEN.CO.ID-
Pemerintah Kota (Pemkot) Tangerang Selatan (Tangsel) terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting.
Kader Posyandu dan Tim Ngider Sehat Premium pun didorong menjadi garda terdepan dalam mendeteksi dan menangani potensi stunting di tengah masyarakat.
Wali Kota Tangsel, Benyamin Davnie mengatakan, keberhasilan program kesehatan masyarakat tidak hanya bergantung pada fasilitas kesehatan, tetapi juga peran aktif kader kesehatan dan petugas lapangan yang berinteraksi langsung dengan warga.
“Ngider Sehat Premium dan kader kesehatan Posyandu merupakan ujung tombak pemerintah dalam meningkatkan indikator kesehatan masyarakat. Kehadiran mereka sangat penting untuk memastikan pelayanan kesehatan menjangkau masyarakat hingga tingkat lingkungan,” ujarnya Selasa 23 Juni 2026.
Ia menjelaskan, kedua elemen tersebut memiliki peran strategis dalam mendeteksi dini potensi stunting, memantau tumbuh kembang anak, serta memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga.
Karena itu, Benyamin meminta Tim Ngider Sehat Premium dan kader Posyandu terus aktif menyambangi lingkungan permukiman warga untuk mengidentifikasi berbagai kebutuhan kesehatan masyarakat.
“Kami mendorong kader kesehatan dan petugas Ngider Sehat untuk terus bergerak di lapangan, memastikan pemberian makanan tambahan tepat sasaran, melakukan pemantauan kesehatan anak secara berkala, serta mendampingi keluarga yang membutuhkan perhatian khusus,” katanya.
Menurut Benyamin, penanganan stunting tidak bisa dilakukan hanya oleh sektor kesehatan. Dibutuhkan dukungan berbagai pihak untuk memastikan anak-anak memperoleh asupan gizi yang cukup serta tumbuh di lingkungan yang sehat.
“Masalah stunting berkaitan dengan banyak faktor, mulai dari gizi, kondisi ekonomi keluarga hingga lingkungan. Karena itu penanganannya harus dilakukan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin juga menyampaikan apresiasi kepada kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat Premium yang selama ini berperan aktif dalam mendukung program kesehatan pemerintah.
Ia menilai dedikasi para kader sangat membantu pemerintah dalam menjalankan fungsi promotif dan preventif, mulai dari edukasi kesehatan, pemantauan balita, hingga pendampingan ibu hamil guna mencegah lahirnya anak berisiko stunting.
“Keberhasilan program kesehatan tidak mungkin dicapai pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat, terutama kader kesehatan dan Tim Ngider Sehat yang setiap hari bekerja langsung di lapangan,” tuturnya.
Reporter: Syaiful Adha
Editor: Agung S Pambudi








