SERANG – Asosiasi Kota (Askot) Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI) Kota Serang dalam waktu dekat akan mengadakan kursus pelatih lisensi D nasional. Kuotanya terbatas, hanya dapat diikuti oleh maksimal 30 pelatih yang tentunya diutamakan pelatih dari sekolah sepak bola (SSB) di Kota Serang.
Pelaksanaan kursus tersebut didasarkan dari hasil rapat kongres tahunan Askot PSSI Kota tahun 2018. Kemudian keputusan hasil rapat Exco Askot PSSI Serang pada 15 Agustus lalu. Surat rekomendasi dari PSSI Pusat Nomor 3597/PGD/362/VII-2018 tanggal 06 Agustus 2018 tentang rekomendasi kursus lisendi D.
Ketua Askot PSSI Kota Serang Zeka Bachdi membenarkan hal tersebut. Zeka mengungkapkan, kursus tersebut akan dilaksanakan dari tanggal 5-11 September tahun ini. Hotel Puri Kayana, Kota Serang, disebut telah dipilih sebagai tempat pelaksanaanya.
“Lisensi D pelatih ini baru yang pertama akan dilakukan. Tujuannya untuk penguatan di lembaga kita sendiri. Kita mempunyai 20 SSB di Kota Serang, tapi belum semuanya dari SSB itu yang punya lisensi pelatih. Ini sebenarnya bukan agenda untuk luar, untuk kita (Kota Serang) sendiri,” ujar Zeka, saat ditemui di Kantor KONI Kota Serang, Rabu (29/8).
Zeka menjelaskan, lisensi D tersebut penting dimiliki oleh SSB. Sebab, kata Zeka, SSB merupakan gerbang utama dari pembinaan calon atlet. “Berangkatnya dari SSB semua. Bagaimana bisa bagus kalau SSB itu tidak punya pelatih yang benar-benar berlisensi. Makanya, melalui kongres tahunan dicetuskan bahwa kegiatan lisensi D harus dilaksanakan,” katanya.
Zeka menuturkan, kendati diprioritaskan untuk SSB di Kota Serang, kursus lisensi tersebut juga bisa diikuti oleh SSB dari luar kota atau bahkan provinsi lainnya. Dari kuota 30 pelatih, 20 di antaranya bagian untuk Kota Serang. “Kita mewajibkan dari 20 SSB itu mempunyai perwakilan satu. Sisanya mungkin kita kasih ke tetangga-tetangga kota kita,” ucapnya.
Sekum Askot PSSI Kota Serang, Ayudin mengatakan, berdasarkan aturan setiap SSB diwajibkan mempunyai pelatih yang telah berlisensi D nasional. “Makanya, Askot PSSI Kota Serang membentuk kegiatan itu untuk memenuhi persyaratan karena sekarang SSB itu berbasis online pendaftaran ke pusatnya,” katanya.
Ia tak menampik bahwa saat ini SSB di Kota Serang belum seluruhnya memiliki pelatih yang berlisensi D nasional tersebut. Tak ayal jika kurses tersebut sudah banyak peminatnya. Bukan hanya dari Kota Serang, juga dari Cilegon, Pandeglang, dan luar Banten.
“Konsekuensinya (pelatih tak berlinsensi), kalau setiap pertandingan yang dilaksanakan oleh PSSI, tidak boleh mendampingi tim sehingga wajib untuk SSB. Tahun kemarin kita baru uji coba, kalau sekarang sudah tidak boleh,” tuturnya. (rbs/ibm/dwi)









