SERANG – Atlet catur kontingen Banten turut berlaga di Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Catur ke-47 tahun 2018. Sementara ini, Banten masih memimpin di kelompok umur 15 tahun dan veteran pada perhelatan kejurnas yang berlangsung sejak Rabu 10 Oktober 2018.
Ketua Pengurus Provinsi (Pengprov) Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Banten Edi Irianto mengatakan kejurnas yang diselenggarakan di Banda Aceh tersebut masih terus bergulir hingga Selasa 16 Oktober mendatang. Kontingen Banten telah berjuang memasuki babak ketiga.
“Pertandingan sampai dengan sembilan babak. Nur Aini Rasyid dari kelompok umur 15 tahun sudah tiga kali menang terus, begitu juga dengan Pak Sudung Tampubolon di kelompok veteran. Nur Aini dan Pak Sudung mempunyai peluang untuk meraih medali,” ujarnya kepada Radar Banten, Jumat (12/10).
Kendati demikian, Edi mengatakan atlet lainnya pun masih berkesempatan untuk membawa nama Banten bersinar di kejurnas tersebut. Kata Edi, ada sebanyak 12 atlet Banten yang turut bertandingan di event bergengsi tersebut.
“Banten mengirim 12 atlet untuk mengikuti seluruh kelompok umur. Dari kelompok enam sampai sembilan. Sembilan sampai 12, 12 sampai 15, 15 sampai 19, dewasa, dan veteran di atas 55 tahun,” kata Edi.
Edi enggan sesumbar terkait target yang diusung oleh kontingen Banten pada kejurnas tersebut. Namun, ia menjelaskan, kontingen Banten akan berupaya semaksimal mungkin untuk mengharumkan nama Banten kepada para peserta lainnya dari seluruh provinsi di Indonesia.
“Yang kita kirim ini adalah juara-juara terbaik dari kejurda (Banten) di Pandeglang. Target kita di sana setidaknya bisa berbicara di seluruh Indonesia karena lawan-lawannya kan dari seluruh Indonesia. Kalau Kejurnas 2017 lalu, kita belum mendapat medali, tapi mudah-mudahan sekarang ini kita bisa mengukir medali,” ujarnya.
Sementara itu, Manajer Pengprov Percasi Banten Dudi Darmadi yang turut menemani atlet ke Banda Aceh mengatakan, hingga memasuki babak ketiga hari ini sejumlah kekalahan dan kemenangan telah mewarnai perjuangan atlet Banten. Namun, kompetisi masih belum usai.
“Beberapa atlet kita sudah mengalami kekalahan. Hanya dua orang yang belum terkalahkan, yaitu Pak Sudung Tampubolon dan Nur Aini Rasyid. Pak Sudung di kelompok veteran dan Nur Aini di kelompok B 13 sampai 15 tahun. Target kita bisa juara di dua kelas, yaitu di umur 15 tahun dan veteran,” katanya. (rbs/ibm/dwi)








