PANDEGLANG – Ratusan warga, anggota, dan pengurus sejumlah organisasi masyarakat (ormas) yang tergabung dalam Kerukunan Warga Pandeglang (KWP) menggelar deklarasi di aula Villa Panorama Panimbang KBC Karoeng, Desa Margagiri, Kecamatan Pagelaran, Minggu (18/11). Deklarasi itu untuk mengajak seluruh elemen masyarakat dalam mewujudkan pemilu, yang aman, damai, dan sejuk pada 2019 mendatang.
Perwakilan pengurus ormas yang menandatangani pernyataan bersama itu, yakni Wakil Ketua Majelis Pimpinan Cabang (MPC) Pemuda Pancasila (PP) Kabupaten Pandeglang Saeful Bachtiar, Ketua Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Pejuang Siliwangi (PS) Kabupaten Pandeglang Sariman, Wakil Ketua Forum Komunikasi Lembaga Swadaya Masyarakat (FK-LSM) Kabupaten Pandeglang Anda Suhanda.
Lalu, perwakilan Nelayan Daurip, perwakilan Kelompok Tani Isa, perwakilan Kelompok Persilatan Kabupaten Pandeglang Asjani, tokoh ulama Kabupaten Pandeglang Sirozudin, tokoh pemuda Kabupaten Pandeglang Oni Gusroni, dan Pengarah KWP Aap Aptadi.

Sebelum pembacaan nota kesepahaman, Aap Aptadi mengajak kepada seluruh masyarakat untuk melakukan tindakan yang lebih baik lagi bagi bangsa, khususnya tindakan dari hari-hari yang sudah terlewati. “Ada pepatah mengatakan, hari ini harus lebih baik dari hari kemarin. Hari esok harus lebih baik dari hari ini,” ujar Aap dalam sambutannya.
Menurut Aap, tindakan yang penting dalam fase mengisi kemerdekaan adalah menjalankan semua sistem negara, salah satunya pemilu. “Karena pemilu merupakan keniscayaan untuk memilih pemimpin yang bisa menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Setiap orang beda pilihan boleh tetapi tidak boleh gontok-gontokan yang dapat merusak kerukunan warga, akibat saling menghujat dan menebar kebencian,” katanya.
Aap menerangkan, Indonesia menjadi negara berdaulat diawali fase perintis tahun 1908 yang dikenal lembaga Budi Oetomo. Pada saat itu, lanjut Aap, Indonesia dijajah sudah selama 300 tahun oleh Belanda, Inggris, dan Portugis. “Siapa yang memerdekakan Indonesia? Yakni, rakyat Indonesia, petani, nelayan, pendekar, kelompok persilatan, dan para ulama. Mereka yang membela bangsa membela Tanah Air pada saat itu karena kewajiban dan merasa jihad bisabilillah,” katanya.
Aap yang juga tokoh Pandeglang itu meyakini, pembangunan di Indonesia akan maju jika warga terlibat mengamankan, melaksanakan, dan memilih pemimpin dalam pemilu. “Tentunya memilih calon pemimpin yang diyakini bisa membawa kita lebih baik. Karena Pemilu 2019 menentukan tonggak lima tahun ke depan. Soalnya kalau pemilu gagal maka pembangunan lima tahun ke depan juga akan gagal,” tegasnya.
Aap menyarankan, seluruh anggota keluarga lembaga yang melaksanakan deklarasi ini, minimal mampu menahan diri untuk tidak terprovokasi isu-isu yang menimbulkan perpecahan. “Minimal kita mampu menahan diri, tidak terprovokasi, tidak saling benci, dan menimbulkan perpecahan. Tetapi, mari kita jadikan pemilu ini aman, nyaman, sejuk, dan bermartabat,” katanya.
Ketua Pelaksana sekaligus Ketua MPC PP Kabupaten Pandeglang Saeful Bachtiar memastikan deklarasi yang diikuti 500 warga itu merupakan untuk mewujudkan pemilu yang aman, nyaman, dan sejuk. “Setelah kegiatan deklarasi ini, kami akan tindaklanjuti dengan sosialisasi bersama semua pengurus partai dalam memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Sehingga, masyarakat Pandeglang bisa terlibat dalam menyukseskan pemilu yang bermartabat,” katanya. (ADVERTORIAL/Herman)











