PANDEGLANG – Kepala Seksi (Kasi) Damkar Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pandeglang Endan Permana mengatakan, instansinya kekurangan mobil pemadam kebakaran (damkar). Persoalan itu, kerap menyulitkan proses pemadaman api di beberapa wilayah Pandeglang khususnya di daerah selatan.
Menurut Endan, jumlah mobil damkar yang beroperasi hanya empat unit, dan tidak sebanding dengan luas wilayah Kabupaten Pandeglang. “Masih kurang, karena idealnya itu kita memiliki enam mobil damkar. Tetapi kita sudah mengusulkan untuk melakukan penambahan mobil damkar. Rencananya tahun ini, tetapi karena anggaran yang ada tidak mencukupi, kemungkinan pengadaannya dilakukan tahun depan,” katanya di gedung BPBD Kabupaten Pandeglang, kemarin.
Endan mengaku, meski kekurangan mobil damkar, tetapi persoalan itu tidak mengganggu pelayanan atau penanganan bencana kebakaran yang terjadi di Pandeglang. “Enggak mengganggu, karena setiap ada kebakaran kita langsung turun ke lapangan. Atau ketika ada yang membutuhkan mobil damkar, langsung kita terjunkan. Jadi enggak mengganggu, hanya memang kurang ideal saja. Tetapi tahun ini kita juga akan membeli satu unit mobil damkar, mudah-mudahan enggak ada hambatan,” katanya.
Menurut Endan, masing-masing wilayah di Kabupaten Pandeglang harus memiliki satu unit mobil damkar, guna memberikan pertolongan kepada masyarakat yang terkena musibah kebakaran. “Di kita (Pandeglang-red) itu kan ada enam wilayah, nah masing-masing wilayah itu seharusnya ada mobil damkar yang disiagakan. Tetapi untuk saat ini memang belum bisa dilakukan, karena memang kita masih kekurangan jumlah mobil damkar itu sendiri,” katanya.
Menurut Endan, ada tiga kecamatan yang rawan terjadi kebakaran, yaitu Kecamatan Panimbang, Saketi, dan Kecamatan Pagelaran. “Tetapi secara keseluruhan semua wilayah di Pandeglang rawan terjadi kebakaran, cuma yang paling rawan itu memang hanya ada di tiga kecamatan itu. Memang tiga wilayah itu bukan daerah yang padat penduduk, tetapi kebanyakan rumah yang ada itu semipermanen, jadi mudah kebakaran, karena kasus kebakaran yang selama ini terjadi karena lilin atau lampu cempor,” katanya.
Di tempat yang sama, Kasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Kabupaten Pandeglang Lilis Sulistiyati mengatakan, instansinya hanya bertugas memberikan pertolongan pertama ketika peristiwa bencana atau musibah itu terjadi. “Nah, mengenai mobil damkar, memang kita masih kekurangan, tetapi hal itu jangan terlalu dijadikan persoalan, karena dengan kendaraan yang ada kita masih bisa menolong masyarakat yang terkena musibah kebakaran,” katanya. (Adib F/RBG)










