Olahraga malam hari lebih efektif untuk pembentukan otot. Itu yang diungkap ahli kesehatan Dr. Michael Triangto, SpKO. Michael juga memaparkan, olahraga di malam hari bisa membantu masalah tidur seperti insomnia.
“Asal dilakukan dengan benar dan intensitasnya sesuai dengan kapasitas tubuh kita. Tubuh akan dehidrasi dan kita jadi sulit tidur apabila olahraganya berlebihan,” tutur Michael seperti yang ditulis Hello Sehat pada 7 September 2017.
Saat ini, olahraga bukan hanya untuk menjaga kesehatan tubuh, tetapi juga menjadi gaya hidup pada sebagian besar orang. Ada yang membuat jadwal olahraga setiap hari. Bahkan, rutin olahraga di malam hari sudah menjadi hal wajar. Terutama untuk para pekerja yang tidak memiliki waktu olahraga pada siang hari.
Sebelum melakukan ini, bisa disimak apakah olahraga malam hari baik untuk kesehatan tubuh atau justru membuat sulit tidur? Dikutip dari Klikdokter yang dipublikasi pada 13 Oktober 2017.
Ini Kelebihan Olahraga Malam :
Tidak Diburu oleh Waktu
Anda tidak akan dikejar-kejar oleh aktivitas lain saat berolahraga di malam hari. Jadi, Anda punya waktu untuk lebih fokus pada olahraga.
Menghilangkan Kepenatan
Setelah seharian bekerja, Anda pasti ingin menghilangkan rasa penat atau stres. Anda dapat mencurahkannya dengan berolahraga seperti berlari, angkat beban, bersepeda atau jenis olahraga lain yang Anda suka.
Mendapatkan Performa Terbaik
Jumlah kalori yang dibakar saat pagi hari bisa sama dengan malam hari. Hal tersebut bergantung pada kebiasan Anda mengalokasikan energi tubuh dalam sehari. Jika merasa mempunyai banyak energi saat malam hari, Anda tentu akan lebih maksimal berolahraga di malam hari, begitu pula sebaliknya.
Menghindari Kebiasaan Tidak Sehat
Tentu, Anda lebih baik berolahraga di malam hari daripada hanya berdiam diri menonton televisi sambil mengonsumsi camilan.
Metabolisme Tubuh Lebih Siap
Setelah melakukan banyak aktivitas seharian, tubuh secara tidak langsung sudah “dipanaskan”, sehingga tubuh sudah lebih lentur saat berolahraga di malam hari.
Kekurangan Olahraga Malam :
Gangguan Pola Tidur
Olahraga di malam hari bisa meningkatkan metabolisme tubuh, sehingga Anda akan mengalami kesulitan tidur. Hal ini bisa terjadi ketika jarak waktu antara olahraga dan tidur malam terlalu dekat. Kadar hormon adrenalin dan hormon stres juga akan meningkat saat berolahraga.
Mengurangi Jenis Olahraga
Kemungkinan Anda untuk melakukan olahraga di luar ruangan jadi berkurang. Olahraga di luar ruangan seperti berlari, bersepeda, sepak bola, tenis, berenang, golf, dan sebagainya. Hal tersebut bisa terjadi karena faktor cuaca, penerangan, dan lainnya.
Menunda karena Kepentingan Lain
Ada kalanya Anda punya acara dengan keluarga atau teman sepulang kerja. Hal ini bisa menjadi faktor penunda olahraga yang sudah Anda jadwalkan di malam hari.
Kesempatan Bersosialisasi Berkurang
Setelah sibuk bekerja, Anda tentu ingin berkumpul bersama teman-teman. Namun hal tersebut mungkin tertunda karena Anda harus fokus dengan program diet dan olahraga.
Sudah Kehabisan Energi
Anda sangat mungkin kehilangan semangat untuk berolahraga di malam hari setelah seharian berkutat dengan pekerjaan yang menumpuk di kantor. Hal tersebut terjadi karena energi Anda sudah terkuras habis.
Meskipun berolahraga di malam hari sah-sah saja,
disarankan tidak berolahraga terlalu malam, karena bisa mengganggu jam tidur
dan mempengaruhi kualitas tidur. Ketika selesai berolahraga pun, sebaiknya
jangan langsung tidur. Beri jeda waktu 1-1,5 jam antara waktu olahraga dan
waktu tidur Anda.
Ketika berolahraga malam hari, jangan lupa juga melakukan pemanasan. Ketika selesai, kita tetap perlu melakukan pendinginan dan peregangan, jangan langsung tidur.
Pada prinsipnya, baik pada pagi atau malam hari, ketika berolahraga jangan melampaui batas kemampuan dan kondisi tubuh. Jika tidak terbiasa berolahraga, mulailah olahraga dengan melakukan aktivitas fisik yang ringan. (Hilal Ahmad)









