Hari keenam gelaran road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Tirtayasa di gedung PGRI Kecamatan Tirtayasa, Sabtu (19/1) meninggalkan kesan. Peserta Bintang Sains dari SDN Pulau Tunda mendapat apresiasi berbagai pihak, tak terkecuali panitia lomba.
SDN Pulau Tunda menyertakan lima siswanya dari kelas IV pada event Bintang Sains 2019. Mereka mendaftar pada menit-menit akhir mendekati lomba. Satu siswa di antaranya bahkan sempat lolos hingga babak penentuan.

Kehadiran rombongan SDN Pulau Tunda mengundang perhatian banyak pihak. Tentunya karena perjalanan siswa dan guru pendamping yang penuh rintangan hingga dapat tiba di lokasi lomba.

Diceritakan Pengawas SD Kecamatan Tirtayasa Marjuki, delapan orang dari Pulau Tunda yang hadir di acara Bintang Sains, termasuk kepala sekolah dan dua guru pendamping. Dari Pulau Tunda, rombongan berangkat sejak Jumat (18/1) dan nekat menumpang kapal nelayan yang kebetulan mau melintas ke pelabuhan. Malamnya mereka tiba di Pelabuhan Karangantu, Kota Serang, setelah menempuh perjalanan laut selama dua jam.
Tiba di Karangantu, rombongan menuju Walantaka menginap di salah satu saudara guru pendamping. Keesokan harinya, rombongan tiba di lokasi lomba dan langsung mendaftarkan para siswanya. “Sebelumnya saya kebingungan menghubungi peserta dari Pulau Tunda karena enggak ada sinyal di sana,” terangnya.

“Saya sangat apresiatif dengan semangatnya (rombongan dari SDN Pulau Tunda-red). Satu siswanya masuk babak penentuan. Pas tahu gagal menembus babak final, siswa itu enggak berhenti menangis. Saya pahamlah perasaan mereka,” imbuhnya terharu.
Dikatakan Marjuki, kepala sekolah dan guru pendamping SDN Pulau Tunda terkesan dengan gelaran Bintang Sains dan mengaku bangga pernah terlibat di dalamnya. Bahkan, mereka mengaku siap berpartisipasi dan bertekad menjadi juara andai Bintang Sains 2019 diadakan kembali tahun depan.
“Semangatnya di luar dugaan. Selama perjalanan mereka menghabiskan budget sampai Rp3,75 juta,” ungkapnya.

Road show Bintang Sains 2019 di Kecamatan Tirtayasa diikuti 175 siswa dari 26 sekolah. Lomba dibagi dua sesi, sesi pertama sebanyak 85 peserta dan tersisa 34 peserta untuk masuk babak penentuan. Sesi kedua tersisa 28 peserta dari 90 peserta. Sehingga, menyisakan 62 peserta pada babak penentuan untuk memilih sepuluh finalis mewakili Kecamatan Tirtayasa.
Jalannya lomba disaksikan para guru pendamping dan peserta lainnya dari lantai dua. Sepuluh besar perwakilan Kecamatan Tirtayasa pun didapatkan dan cukup merata. Antara lain dua peserta dari SDN Eretan, tiga peserta dari SDN Sampar Wadi 1, dua peserta dari SDN Pontang Legon 1, satu peserta dari SDN Tenjoayu 2, satu peserta dari SDN Lontar 3, dan satu peserta dari SDN Tirtayasa 3. Sepuluh finalis mendapat piagam dan medali yang diserahkan oleh Pengawas Kecamatan Tirtayasa Marjuki dan Toton Hidayat, serta Ketua PGRI Kecamatan Tirtayasa Nimun.
Marjuki mengaku, kagum dengan setting acara Bintang Sains yang terkesan mewah dan meriah melebihi ekspektasinya. Marjuki bahkan memberikan hadiah tambahan secara pribadi kepada peserta dari gugus binaannya yang menjadi finalis. “Kalau masuk sepuluh besar aja binaan saya di final, saya janjikan sepeda. Kebanggaan enggak ada nilainya. Kalau tahun depan enggak ada lagi, saya dan kepala sekolah lainnya pasti kecewa,” ucapnya.
Kepala Sekolah SDN Pontang 1 Marpuah mengaku, sudah menyiapkan siswa didiknya selama satu pekan sebelum lomba sehingga menjadi juara. “Kita beri pelatihan khusus dengan banyak membaca buku-buku IPA dan matematika,” ujarnya. (Haidaroh/RBG)










