Hari ke-18 road show Bintang Sains 2019, Sabtu (2/2) di Kecamatan Kopo yang diselenggarakan di Gedung PGRI Kecamatan Kopo berlangsung sengit. Terutama pada sesi penentuan saat dua peserta memperebutkan satu jatah finalis. Host sampai harus mengeluarkan tujuh pertanyaan hingga soal level andalan untuk mengeliminasi salah satu perserta.
Bintang Sains 2019 di Kecamatan Kopo yang didukung Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Banten itu, diikuti 141 peserta dari 22 sekolah. Lomba dibagi dua sesi. Pada sesi penentuan tersisa 47 peserta yang bersaing memperebutkan jatah 10 finalis perwakilan Kecamatan Kopo.
Seperti kebanyakan terjadi di kecamatan sebelumnya, baik sesi pertama sampai sesi ketiga, peserta berguguran pada pertanyaan esai. Beragam ekspresi kegembiraan dan kekecewaan diperlihatkan para peserta selama lomba. Pada sesi penentuan, persaingan semakin sengit. Terutama ketika lomba menyisakan dua peserta, yakni Muhamad Nazril Ilham dari SDN Rancando dan Elsa Ayu Widiya SDN Rancagoong yang memperebutkan sisa jatah satu posisi menjadi bagian dari 10 finalis.

Kecerdasan keduanya teruji. Mereka mampu menjawab sampai tujuh soal yang dibacakan host hingga soal level andalan. Namun, faktor keberuntungan lebih berpihak kepada Muhamad Nazril Ilham pada pertanyaan kedelapan. Siswa kelas V itu pun berhak menjadi bagian dari sepuluh finalis.

Sepuluh finalis cukup merata. Selain Nazril dari SDN Rancando, lainnya dua peserta dari SDN At-Tooba, dua peserta dari SDN Nanggung 1, satu peserta dari SDN Rukem, satu peserta dari SDN Nyompok 1, satu peserta dari SDN Carinangudik, satu peserta dari SDN Kopo 2, dan satu peserta dari SDN Nanggung 2. Kesepuluh finalis diberikan medali dan piagam yang diserahkan oleh Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) Kecamatan Kopo Rusdi Saleh, Bendahara K3S Sumiyati, Ketua PGRI Kecamatan Kopo Suhawinata, serta Pengawas Kecamatan Kopo Ubed Jubaedah dan Cicih Sukarsih.

Salah satu finalis M Nazril Ilham dari dari SDN Rancando mengaku puas atas hasil yang diraihnya. “Tadi sempat pasrah saat bersaing di babak akhir. Alhamdulillah lolos,” ucapnya tersenyum.
Kepala SDN Gabus 2 Suryanan mengaku sangat mendukung event yang dinilainya menjadi ajang memotivasi guru untuk lebih sungguh-sungguh mendidik siswanya. Menurutnya juga soal yang dilombakan sesuai dengan kompetensi siswa. “Dengan adanya Bintang Sains, guru-guru jadi malu sendiri. Keikutsertaan di Bintang Sains kami jadikan pengalaman sangat berharga. Ke depan kami akan lebih mempersiapkan mental siswa,” tegasnya
Sementara itu, Kepala SDN Nanggung 1 Sukba yang dua siswanya lolos menjadi 10 finalis mengaku bangga dan bersyukur bisa menjadi bagian dari Bintang Sains dan mewakilkan dua anak didiknya menuju final. “Ini lomba sangat luar biasa. Kami, termasuk guru dan kepala sekolah lain sampai takjub dan bangga bisa jadi bagian lomba ini,” ucapnya.
Ketua K3S Kecamatan Kopo Rusdi Saleh menilai, persaingan pada babak penentuan membuktikan bahwa siswa-siswi SD di Kecamatan Kopo antusias mengikuti Bintang Sains. “Kami sudah imbau seluruh kepala sekolah dan guru agar mempersiapkan muridnya dengan matang di lomba berikutnya,” tandasnya. (Haidaroh)











