SERANG – Jalan Bojonegara-Puloampel di Kecamatan Puloampel, Kabupaten Serang, Kamis (14/2) kembali tergenang. Kondisi ini terus berulang setiap terjadi hujan besar.
Genangan air terjadi mulai pukul 05.30 WIB dengan ketinggian hingga 60 sentimeter. Sumber air berasal dari perbukitan yang mengalir bersama material pasir dan batu kerikil. Kondisi diperparah buruknya kondisi drainase di sepanjang jalan Bojonegara-Puloampel.
Camat Puloampel Encep Binyamin Somantri mengatakan, di wilayahnya ada empat lokasi genangan air yang panjangnya hingga 100 meter lebih. Di Kampung Candi, Desa Puloampel, dua lokasi. Kemudian di Kampung Puloampel, Desa Puloampel dan di Kampung Bukaraya, Desa Margasari.
Jalan sering tergenang, kata Encep, dikeluhkan oleh warga. Warga yang mengantar anaknya berangkat sekolah kesulitan melewati jalan. “Kejadian ini terus berulang setiap hujan,” katanya.
Pihaknya sudah menurunkan alat berat bersama perusahaan. Namun belum berhasil. Jalan kembali tergenang ketika hujan.
Encep mengaku sudah melaporkan ke Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Banten karena Jalan Bojonegara-Puloampel merupakan berstatus jalan nasional.
“Solusinya harus dibuatkan saluran air semacam jembatan minimal lebarnya tiga meter, disalurkan ke laut, jarak ke laut sekitar 12 sampai 13 meter. Ini harus orang nasional (pemerintah pusat-red) yang mengerjakan,” pungkasnya. (Abdul Rozak/Aas)










